Soft Opening Waroeng Piknik PKU

16, 17, 18 19 …………………………2 April 2015.

Itu tanggal gue gak update postingan. Mulai dari tanggal 16 Maret 2015 yang ngomongin Bikers Cafe, gue absen untuk menulis di blog. Gue gak mau sok – sokan bilang lagi sibuk di dunia nyata, memang gue nya aja yang gak menyempatkan untuk nulis. Cuma jadi draft, draft lagi, begitu seterusnya sampe gue bosan dan draft itu dihapus. Postingan terakhir tentang review tempat yang gue dan Melly datangi untuk meghabiskan waktu malam minggu.

2 malam minggu belakangan kita gak pergi kemana – mana. Gue datang ke kos Melly, dan kita ngobrol di sana. Bukan, bukan karena uang gue gak ada, lagi hemat aja. Gak ding, tapi memang cuaca yang gak bagus untuk pergi. Lagi musim hujan setiap malam, siangnya panas banget. Yah, semuanya berpasangan. Malam dan siang, panas dan hujan, kenangan dan mantan.

Sekarang sih mau nulis yang sama seperti sebelumnya. mau ngasitau tempat nongkrong baru yang ada di Pekanbaru. Tempatnya gak di daerah yang strategis. Jauh dari universitas dan tempat nongkrong lainnya yang ada di pusat kota. Menurut gue ownernya berani mengambil resiko dengan membuat tempat nongkrong di daerah ini.

Tapi dilain sisi, Continue reading

Advertisements

Di Situ Kadang Saya Merasa Senang

Bahagia itu sederhana.

Senyum yang kita lontarkan ke orang di sekeliling kita akan membuat mereka senang dan kita bahagia. Sangat sederhana, tapi dampaknya besar. Senyum, satu kegiatan yang menyadarkan kita bahwa kehidupan ini perlu untuk disyukuri dan di manfaatkan sebaik – baiknya. Inilah yang dikatakan Wikipedia tentang senyum, “Senyum itu datang dari rasa kebahagian atau kesengajaan karena adanya sesuatu yang membuat dia senyum, Seseorang sendiri kalau senyum umumnya bertambah baik raut wajahnya atau menjadi lebih cantik ketimbang ketika dia biasa saja atau ketika dia marah.”

Jadi, masihkah kita dapat berbagi senyum? Continue reading

Bakmi Gila, apa yang gila?

Haloo..

Masih sehat kan? Ayolah, sehat aja, biar masih bisa selesai baca ini postingan :D.

Tanggal 16 Juni 2014 akhirnya Jl. Soebrantas macet lagi, dan ini semua gara – gara U-19 main di Stadion Utama Riau. Gua udah tau dari tanggal 13 Juni kemaren kalo U-19 mau tour kesini untuk melakoni laga melawan Pra-PON Riau. Awalnya pengen banget nonton, tapi lagi gak ada uang, mau minjam juga mikir – mikir, gua apa bisa bayar. Tanggal 15 Juninya, teman – teman gua udah beli tiket, tapi gua gak beli, karena gua tanggal segitu lagi ketempat saudara Melly.

Gua pengen banget nonton live, walau cuma 25 ribu di tribun atas, masalahnya itu, gua gak tau belinya dimana. Tanggal 16 Juni, emak ngirimin uang tambahan. Gua pun berencana beli tiket ke stadion tanggal 16 itu, jam 10 gua kesana, dan kampret banget udah gak bisa masuk bebas. Ada calo parkir, ketika gua mau belok, langsung ditawarin “Karcis parkirnya bang, karcis”.

Gua pun yang serasa di interogasi sama orang tak dikenal, jadi males buat masuk. Alhasil, gua mengurungkan niat untuk beli tiketnya, dan Melly jadi sedih karena kita gak bisa nonton bareng. Dia pengen teriak – teriak di Stadion, walau gak nampak pemain bolanya, yang penting teriak, dan senang. Dia bentar lagi mau ujian, jadi mau refresh pikiran dulu.

Ya udahlah, karena gua gak mau beli tiket sama calo yang harganya 2x lipat dari harga awal. Yaitu sekitar 40 – 50 ribu di jual yang sebenarnya 25 ribu. Mending gua pake buat makan, kan kenyang.

Malamnya, gua mau buat Melly gak terlalu sedih karena kita gak nonton bola. Gua ajak dia jalan – jalan, terserah kemana maunya dia, gua temenin. Karena gua kesian ngeliat mukanya yang muram karena gak nonton U-19. Sebagai pria yang baik, gua pasti mau nyenengin pasangan. Karena bahagia bisa saja dengan cara kau melihatnya bahagia bukan?

Kita nyari kuliner baru lagi.

Pilihan jatuh kepada….. Continue reading

Kuliner “Toper Creper”

Sok ganteng yang difoto.

Halo..

Wisata Kuliner yang gue lakukan setiap seminggu sekali. Di hari Minggu bersama dengan Melly. Mencari makanan, yang belum pernah tercicipi. Yummy

Minggu sore tadi gue dan Melly bingung banget mau kemana dan mencari makanan apa. Yaudah jadinya kita keliling dulu. Oh iya, gue disemester 4 ini memilih konsentrasi. Karena gue jurusan managemen, gue pun memilih managemen keuangan. Job vacancy nya jadi teller mungkin.

Karena kita berdua masih bingung mau ngapain. Gue pun ngajak Melly untuk ke Gramedia, rencananya beli kalkulator di Gramedia. Mahasiswa keuangan bro, butuh kalkulator. Kalo buku sketsa itu mahasiswa teknik, teknik menggambar, menggambar masa depan. Masa depan yang dihalangi masa lalu. Aduh, Continue reading

The First Wisata Kuliner

Judulnya agak aneh ya. Iya, soalnya gue kurang pintar dalam bahasa inggris. Kalo udah pintar bahasa indonesia baru belajar bahasa inggris. Daripada bahasa indonesia gak pintar, tapi bahasa inggris juga gak pintar. Kan hancur banget.

Akhirnya keinginan gue tercapai. Beberapa hari yang lalu gue pernah bilang mau pergi wisata kuliner. Destinasi pertama gue jatuh kepada ‘Gudeg Yogya’. Gue cari – cari informasinya diinternet. Gimana nih gudeg Yogya, ya gue gak mau rugi. Kalo gak enak gimana? gak mungkin gue bilang sama penjualnya “Mbak, makanannya gak enak, bisa diskon gak?”.

Rencana ini terealisasi Minggu sore jam 5, untung aja nih toko gak istirahat waktu weekend. Ini kan juga perusahaan, tapi kecil. Gue sama pacar gue, pergi ketempat gudeg yang ada di jalan Paus. Ketika tuh mau nyampe sana, gue ngelewatin orang gila. Yang anehnya gue mikir “Nih orang, baru aja Mu peringkat 7 klasemen, udah gila.” Soalnya dia pake jersey MU.

Masuklah kita ke ruko jual gudeg tersebut. Pertama masuk bingung sih, ini ditawarin daftar menu, atau langsung pesan ke penjualnya, kayak di restoran Sederhana yang mahal itu. Ternyata sebelum masuk, udah ada daftar menunya.

Gue milih Gudeg + Telor sama Sego Pecel + telor. Sengaja milih beda, biar Continue reading