Momen terbaik yang terjadi selama 2016 dan resolusi di 2017

Gimana hari pertama di 2017?

Telat bangun?

Resolusi untuk bangun cepat pudar begitu saja?

Kita bahas nanti saja masalah resolusi.

Gue mau membahas mengenai apa saja momen yang telah gue lalui di 2016. Banyak memang yang udah gue lalui, baik itu sendiri, bareng keluarga, bareng Melly, maupun bareng teman-teman gue lainnya.

Tapi gak semuanya gue ingat detailnya.

Okedeh, kita langsung aja.

Luntang Lantung di Pelabuhan

Januari 2016 gue masih ingat banget ketika gue dan Melly luntang lantung di kabupaten Bengkalis. Datang sebagai dua orang mahasiswa yang hendak mendaftarkan penelitian. Ini semua untuk Melly, skripsi yang dia buat harus dilaporkan dulu ke kabupaten.

Gue lupa lagi nama dinas pemerintahnya apa. Pokoknya tempat untuk melaporkan kalo kita sedang melakukan penelitian untuk skripsi.

Skripsi gue gak pake Continue reading

Advertisements

7 Tahun? Seriusan

2 tahun lagi anak gue masuk SD.

Kalo aja 7 tahun yang lalu gue nikah sama Melly.

Sayangnya gue belum menghalalkan dia, jadi gue belum bisa mengantarkan anak gue pergi sekolah. Kalopun gue tetap mengantarkan anak untuk pergi sekolah, berarti gue lagi nyambi jadi tukang ojek.

Jangankan gue, Melly aja gak akan pernah nyangka bisa bareng sama gue selama 7 tahun. Apa yang ada dipikirannya sampe dia mau bertahan sama gue. Kalo gue ya bersyukur banget bisa bareng sama Melly. Melly cantik, pintar, dan gak kenal capek sampe sakit baru dia akan istirahat yang cukup.

Lah? Apa untungnya untuk Melly? Continue reading

My Stupid Boss, Truly Psycho

Ada penyesalan mendalam setelah nonton film My Stupid Boss.

Telat banget memang gue baru nonton My Stupid Boss di minggu ini. Tapi ya gak ada film lain yang gue minati. Untuk perihal nonton di bioskop, gue belum pernah nonton film mancanegara di bioskop. Ada rasa gak enak aja gitu sama sineas dan aktor/aktris indonesia kalo gue gak mengapresiasi karya mereka.

Emang gue siapa pake perihal gak enak sama aktor/aktris Indonesia? Kenal Reza Rahadian juga enggak, apalagi kenal Bunga citra Lestari.

Sok banget omongan gue ya.

Tapi beneran loh, pekerja seni itu senang kalo karya mereka diapresiasi. Gue gak mau bilang dihargai lagi, ntar makhluk alay pada ngomong “Mau dihargai berapa? Rp 2000?”, candaan begini udah kadaluarsa. Misalnya gue, walaupun novel karya pertama gue masih jauh dari kata ‘BAGUS’ tapi gue sedih banget kalo ada yang minta gratisan.

Ternyata, Yang Gratisan Bisa Bikin Hati Sedih

Sebelum nonton My Stupid Boss, Continue reading

Kita Pernah Berjuang Bersama, Bedanya Kau Selesai Duluan

Semua orang bersenang-senang, sementara gue sedih.

Gue datang dengan pakaian rapi menuju kerumunan orang yang menunggu kerabatnya keluar dari ruangan. Sesak, ramai, dan panas banget siang itu. Tidak tersisa lagi pohon yang bisa gue singgahi sebentar untuk berteduh dari panasnya matahari. Bukan karena gak ada pohon, tapi karena udah banyak orang yang duduk di bawah pohon melakukan hal yang sama seperti yang gue pikirkan.

“Bunganya bang, kak, beli 2 15 ribu aja.”

“Air dingin, air dingin.”

Suara penjual bunga dan minuman dingin pun saling saut-sautan.

Gue gak perdulikan mereka, karena gue udah bawa bunga sendiri dari rumah.

Hari ini UIN SUSKA Riau menggelar wisuda keduanya untuk tahun 2016. Gue belum ada di barisan mereka yang keluar dari ruangan Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) dengan menggunakan baju wisuda dan toga. Gue masih berdiri di kerumunan orang yang juga menunggu kerabatnya.

Gue menunggu Continue reading

Ternyata, Yang Gratisan Bisa Bikin Hati Sedih

Gue bersyukur, gue diberi kesempatan menulis kumpulan cerita komedi.

Akhirnya dibukukan.

Gue jadi punya sebuah karya. Gak terlalu bagus sih karya pertama gue, tapi gue bangga.

Bangga banget.

Kedua orang tua gue, pacar, dan teman-teman gue yang dekat juga sangat mendukung apa yang udah gue raih. Ya, setidaknya ada beberapa orang yang percaya bahwa gue bisa untuk berkarya.

Alhamdulillahnya gue punya orang tua yang super baik. Gue dibebaskan untuk memilih tujuan hidup. Apapun itu, asal semuanya masih berada di jalan yang benar dan tidak melanggar aturan agama ataupun aturan negara. Bahkan dari awal gue bilang “Mak, Pak, aku lagi nyoba-nyoba untuk nulis. Doain ya semoga tulisanku bisa dibukukan”.

“Iya Continue reading