Negara Asap Menguasai Riau

Setelah bertahun tahun negara api menguasai bumi, akhirnya negara asap menyerangnya, dan negara api hanya menjadi minoritas. Apaan sih, emangnya avatar the legend of aang?.Enggak, gue lagi ngomongin kondisi Pekanbaru terkini. Yap, Pekanbaru dengan bencana paling langganan, paling sering, yaitu

Jeng jeng ………. Kebakaran hutan.

Bencana ini paling pokok terjadi di Pekanbaru. Antara mei sampe juni 2013 lalu kalo gak salah ini juga terjadi. Gue inget banget, karena waktu itu gue pertama kali mencoba menulis, dan mengirimkannya ke penerbit. Gue pikir diwaktu itu adalah akhir dari bencana ini, bencana yang mengakibatkan aang tidak bisa memberantaskannya, karena aang sibuk dengan negara api.

¬†Asap yang terjadi di tiga kabupaten di Riau (katanya), sudah menyebar di hampir seluruh Riau. Koran yang gue lihat, halaman depan selalu aja soal asap. Pernah beli Riau Pos yang halaman utamanya ’25 ton garam disebar untuk ciptakan hujan buatan’. Berarti solusi untuk mengatasi ini (asap, red) sudah ada, hanya belum sepenuhnya clear.

Tapi bencana ini masih ada dan belum sepenuhnya hilang. Di tambah lagi dengan tidak adanya guyuran hujan di Pekanbaru Februari kemarin. Ini kalo ada ninja gak perlu pake tepung untuk ngilang, dengan bencana asap begini, ninja paling suka.

Katara, dimana kau? Hujani Riau, cepat. Continue reading

Advertisements

Saatnya Memilih Cerdas

Gue terlalu muda gak sih untuk ngomongin soal politik?

Gue yang masih anak 18 tahun, ngomongin politik? Kalo aneh gue minta maaf deh. Anak baru kemaren ngomongin politik? apa kata Raisa?

Soalnya gue resah banget dengan partai yang mencalonkan selebriti untuk jadi anggota legislatif. Kalo yang sering nonton sinetron selebriti mungkin bakalan ngomong “Tuh baik tuh di sinetron ini, dia juga dijahati terus, pilih aja dia”, emang gitu ya? Apa sekarang semudah itu untuk nentuin siapa yang bakalan jadi leader?.

Sekarang gue rasa semua organisasi mengandung unsur ‘marketing’ organisasi. Semuanya membutuhkan orang yang bisa membuat organisasi itu maju, tapi dengan menggandeng orang yang sudah dikenal. Kan gak semua orang bakalan mengerti tentang hukum, apalagi ini soal negara, bukan rumah tangga. Kalo rumah tangga aja gak bisa diatur, gimana negara?

Lu kira negara cuman kayak permainan monopoli, lu masuk penjara trus Continue reading

Review “NGENEST”

Gue udah mirip koh Ernest apa belum dengan gaya rambut begitu?

Akhirnya gue beli novel lagi. Februari ini Gramedia Pekanbaru lagi ngadain bazar. Ada buku – buku khusus yang didiskon. Mendengar buku didiskon, layaknya wanita yang mendengar baju diskon, gue pun bergegas ke Gramedia.

Sebenarnya, udah lama pengen ke Gramedia, karena ada yang mau gue beli. Buku Komedi. Gue menetapkan pilihan kepada “NGENEST” Bukunya Ernest Prakasa yang buku pertamanya cuma menuhin rumah kata istrinya. Tapi dibuku yang ini, gue disajikan bacaan yang membuat gue nyengir sambil bergumam “Hah?”, “Hahahahaha”, “Kampret banget nih cerita”, “Lucu banget, kayak mukanya yang tsakep”. dan masih banyak ungkapan lainnya. Semoga om Ernest gak marah ngebacanya. Takut euyy.

Untungnya buku ini buat gue ngakak. Coba kalo enggak, mungkin Continue reading

Sejarah Mungkin Berubah

Gue bisa bilang, diurutan keluarga emak sama bapak gue, cuman gue yang ngerti dan update soal teknologi. Ini serius, rata – rata keluarga gue itu “Kuno” soal media sosial maupun internet. Jangankan internet, laptop aja hanya beberapa dari keluarga gue yang ngerti.

ALhamdulillah, gue dikasi kesempatan untuk mengerti ini.

Awal 2009 gue “galau” nentuin gue mau masuk mana setelah lulus dari SMP. Abang gue, udah duluan masuk di SMA yang gue mau, dan gue males banget satu sekolah. Takut pacarnya Wiji nyangka gue itu Wiji. Enggak sih, takut aja diledekin dengan dibilang “Iyalah bisa masuk, kan abangnya juga sekolah disini”, gak enak banget.

Karena alasan yang gak masuk akal itu, gue memutuskan untuk “Ikut – ikutan” ngedaftar disekolah yang temen gue anjurkan. Namanya Syukri. Kenapa gue ikut – ikutan? Orang tua gue gak mentingin gue mau sekolah dimana, yang penting guenya enjoy. Pernah sih gue mintak, gue pengen masuk SMK tata boga, tapi gak dibolehin, karena kalau mau buat kue, belajar sama emak aja. Akhirnya gue milih jurusan “Komputer dan Teknik Jaringan” di SMK nomor satu di kota gue. Karena memang cuman ada satu.

Ironisnya, Syukri gak jebol di Teknik Mesin. Dan Continue reading

Life’s A Journey

Gambar dari google

Setelah gue cari dikamus pocket, keknya benar “A Journey” artinya sebuah perjalanan. Kamus pocket yang huruf J nya ilang.

Banyak orang mengatakan, bahwa sebuah kehidupan itu layaknya perjalan seorang musafir yang entah sedang ingin kemana. Musafir ini berteman dengan Ayu ting – ting, karena mereka sama – sama kesasar. Oh, bukan.

Gue gak akan ngomong tentang musafir yang temenan sama Ayu ting- ting (bukan permen), gue cuman mau ngomongin perjalanan gue dari ketika SD sampe sekarang, ya walaupun wajah gue tetap imut, tapi gue udah lulus SMK. Udah iyain aja gue imut (itamnya mutlak)

it’s My Journey Continue reading