Perlunya Mencetak Photo, Meski Digital Semakin Praktis

Era millenial mengubah beberapa hal yang dulunya terasa begitu seru, sekarang hanya sebatas kenangan. Semisal permainan tradisional, cara PDKT pake surat, dan juga cara mengabadikan momen.

Dalam mengabadikan momen, aku dulu memfavoritkan mencetak semua foto lalu disimpan dalam album foto. Karena pada zamannya, hal itu aku anggap lebih baik daripada dibiarkan di kamera. Terlebih ketika aku belum punya kamera digital, cetak foto menjadi lembaran kertas yang bisa dipandang setiap saat jadi kebahagiaan tersendiri.

Meski digital semakin praktis, buat aku cetak foto tetap Continue reading

Advertisements

Menjadi Wisatawan di Bandung

Tau kalo pelatihan kerja ke Bandung, aku coba untuk menghubungi satu blogger Bandung yang sudah cukup terkenal.

Terkenal dikeluarga dan teman-temannya.

Itupun kalo temannya ga bohong ya.

Ada yang tau?

Gak ada ya. Yasudahlah

Namanya Aulia Fasya, begitulah yang tertulis di blognya.

Tapi boleh dipanggil Mawar atau Continue reading

Akhirnya, Kesampaian Naik Pesawat

Aku sebenarnya pengen nulis, “Udah lama ya ga ngeblog dan menyapa kalian.” Tapi kayanya itu terlalu basi. Gimana kalo tulisan setelah aku hibernasi itu lebih komunikatif. Seperti..

Haii guys, apa kabar? Udah 3 bulanan aku ga nulis. Kangen ga sama aku?

Yaelah, sama aja basinya.

Aku pengen cerita soal kenapa sih aku udah jarang update di blog.

Hmm… tapi sepertinya itu gak penting untuk kalian. Siapalah aku? hanya penulis tidak konsisten di blognya yang sering gonta ganti theme biar semangat menulis tumbuh kembali.

Sewaktu lagi gencar-gencarnya nyari kerja, aku pernah ngebayangin akan training kerja di luar provinsi. Pikiranku mengarah ke Jakarta, karena disana pusatnya banyak perusahaan.

“Bisa ga ya aku Continue reading

Menularkan Virus Membaca dengan #BookCrossing

Assalamualaikum. Gimana kabar kalian? Pada sehat semua kan. Semoga ya.

Blog gue jadi terbengkalai sejak hardisk laptop gue rusak, dan belum bisa untuk ganti yang baru karena sampe sekarang gue belum juga kerja.

Bagi gue nyari kerja itu mirip nyari jodoh. Perlu banyak pertimbangan untuk ke depannya. Terkesan pemilih memang, tapi kalo berbicara sesuatu yang akan kita lakukan setiap harinya nanti sebagai pekerja, gue rasa itu wajar.

Sampe sekarang gue belum kerja karena terlalu pemilih dan sok idealis.

Keluarga yang tau gue udah lulus berusaha untuk menawarkan gue pekerjaan. Mulai dari kerja di tempat sepupu dari bapak yang udah punya perusahaan sendiri,  dicekoki untuk jadi polisi dengan iming-iming Continue reading

Sebelum kehilangan, sebaiknya punya cadangan

Dua bulan terakhir, gue lagi males banget untuk nulis.

Bahkan untuk mengunjungi blog teman blogger lainnya aja males. Kalo soal membaca, gue tetap membaca. Beberapa kali menghadiri bazar dari Gramedia Pekanbaru, dan menemukan buku yang mengalihkan gue dari dunia blog. Beli buku di bazar itu serasa beli batagor di lingkungan sekolah, terjangkau.

Sedihnya, buku tidak disusun sesuai genre. Ada novel komedi bersanding dengan buku tentang komputer, buku tentang keahlian seperti belajar CorelDraw, Photoshop, Ms Office berada diantara buku resep memasak, dan buku nikah yang selalu diminta Melly setiap malam minggu.

“Tiap malam minggu selalu aja diantar pulang ke kos. Terus kapan Continue reading