Nyobain variasi makanan Korea di Minichef Kantin Pekanbaru

Selamat buat TIMNAS Indonesia yang menjadi runner up di AFF Suzuki Cup 2016.

Gue mengapresiasi kerja seluruh team di dalam TIMNAS Indonesia. Karena perjuangan mereka terbilang tidak mudah. Terlebih ketika berada di semifinal melawan Vietnam. 120 menit harus dilewati untuk memantapkan bahwa Indonesia masuk final. Gue juga baca berita bahwa Alfred Riedl terpaksa meninggalkan istrinya demi TIMNAS.

Kecewa boleh, tapi perjuangan TIMNAS Garuda itu berat. Setidaknya kita bersatu mendukung TIMNAS walaupun masih ada ketidakjelasan di persepakbolaan Indonesia.

Gue gak akan mengulas jalannya pertandingan Thailand VS Indonesia, karena itu pekerjaan pembawa acara sport. Gue kembali lagi ke blog ini karena tangan udah gerah pengen nulis, tapi badan males-malesan.

Gue mau cerita tentang malam minggu kali ini. Continue reading

Advertisements

Indomie Real Meat, Beneran Ayam Asli

Gue sama Melly punya banyak perbedaan, tapi kita juga punya persamaan.

Kita sama-sama suka mie goreng.

Gue selalu marah kalo Melly makan mie. Karena kalo dia udah ketemu sama mie, dia gak cukup makan satu aja. Gue gak mau Melly sakit karena keseringan makan mie instan. Gue membatasi Melly untuk makan mie instan itu seminggu sekali aja, perlahan nanti bakalan gue buat sebulan sekali.

Tapi nyatanya gue sendiri belum Continue reading

Tempat Makan Dengan 30 Pilihan Sambal Hadir di Pekanbaru

Namanya PONDOK DOBEL (Doyan Nyambel).

Tempat makan yang belum sampe sebulan buka (terhitung sejak tulisan ini di publish), mengklaim bahwa mereka memiliki 30 jenis sambal yang siap untuk membuat penikmat sambal menjadi latah dan mengucapkan salam mereka, yaitu “Huh – Hah”.

Mereka hadir di Panam, gak jauh dari Universitas Riau.

Dari tempat mereka buka aja, gue udah tau kalo mereka menyasar mahasiswa perantau yang males masak. Ya gue contohnya.

Gue berkesempatan juga untuk mencicipi aneka sambal disini sama Melly. Memang benar, dari buku menu terdaftar 30 sambal yang buat gue bingung mau milih sambal yang mana. Waiternya nungguin kita, gue mau pesan sama waiternya begini, “Mbak mending mbak kerjakan skripsi, saya bingung mau pesan apa. Keknya skripsi mbak acc, saya baru pesan.”

“Mbak, ntar aja saya pesan. Masih bingung.”

Waiternya senyum dan beralih ke meja kasir

Dari sisi harga, ownernya Continue reading

Soft Opening Waroeng Piknik PKU

16, 17, 18 19 …………………………2 April 2015.

Itu tanggal gue gak update postingan. Mulai dari tanggal 16 Maret 2015 yang ngomongin Bikers Cafe, gue absen untuk menulis di blog. Gue gak mau sok – sokan bilang lagi sibuk di dunia nyata, memang gue nya aja yang gak menyempatkan untuk nulis. Cuma jadi draft, draft lagi, begitu seterusnya sampe gue bosan dan draft itu dihapus. Postingan terakhir tentang review tempat yang gue dan Melly datangi untuk meghabiskan waktu malam minggu.

2 malam minggu belakangan kita gak pergi kemana – mana. Gue datang ke kos Melly, dan kita ngobrol di sana. Bukan, bukan karena uang gue gak ada, lagi hemat aja. Gak ding, tapi memang cuaca yang gak bagus untuk pergi. Lagi musim hujan setiap malam, siangnya panas banget. Yah, semuanya berpasangan. Malam dan siang, panas dan hujan, kenangan dan mantan.

Sekarang sih mau nulis yang sama seperti sebelumnya. mau ngasitau tempat nongkrong baru yang ada di Pekanbaru. Tempatnya gak di daerah yang strategis. Jauh dari universitas dan tempat nongkrong lainnya yang ada di pusat kota. Menurut gue ownernya berani mengambil resiko dengan membuat tempat nongkrong di daerah ini.

Tapi dilain sisi, Continue reading

Aku, Kamu, dan Bikers Cafe

Lupakan soal kuliah dan magang, karena ini weekend. Yuk ngopi.

Weekend minggu lalu gue sama Melly mencurahkan segala kerinduan kita di malam minggu nan syahdu dan air hujan yang deras. Kita kehujanan dan berhenti di depan ruko beserta beberapa orang lainnya. Apa yang kita lakuin setiap malam minggu juga hampir sama. Kulineran, nyari tempat baru untuk foto – foto. Kalo ada foto yang bagus, di share ke media sosial dan pamer sama orang kalo gue udah kesini.

Malam minggu kemaren alhamdulillah cuaca mendukung kita untuk bersama lagi. Gak hujan, gak ada badai, dan gak ada jomlo yang nyanyi ‘Aku mah apa atuh’ di zebra cross traffic light. Kegiatan kita? sama seperti yang lalu, kita kulineran, mencoba mengeksplor lagi kuliner yang ada di Pekanbaru. Gue sama Melly memang gak mengusung tema tentang kuliner asli daerah Pekanbaru, kita lebih sering Continue reading