Sebelum kehilangan, sebaiknya punya cadangan

Dua bulan terakhir, gue lagi males banget untuk nulis.

Bahkan untuk mengunjungi blog teman blogger lainnya aja males. Kalo soal membaca, gue tetap membaca. Beberapa kali menghadiri bazar dari Gramedia Pekanbaru, dan menemukan buku yang mengalihkan gue dari dunia blog. Beli buku di bazar itu serasa beli batagor di lingkungan sekolah, terjangkau.

Sedihnya, buku tidak disusun sesuai genre. Ada novel komedi bersanding dengan buku tentang komputer, buku tentang keahlian seperti belajar CorelDraw, Photoshop, Ms Office berada diantara buku resep memasak, dan buku nikah yang selalu diminta Melly setiap malam minggu.

“Tiap malam minggu selalu aja diantar pulang ke kos. Terus kapan pulang ke rumah kita berdua sayang?”

Ah pusing..

Alasan lain yang membuat gue males buat nulis, karena laptop gue rusak.

Rusak yang dialami laptop gue itu black screen, namun semua perangkat bekerja secara normal. Gak ada perangkat kerasnya yang bekerja terlalu sibuk.

 Blackscreen dan ada pointernya

Perangkat keras yang bekerja terlalu sibuk itu seperti:

– Kipas processor berputar cepat dan menimbulkan suara bising.
– Bagian Harddisk panas
– Ada bunyi beep berkepanjangan

Gue punya basic tentang maintain hardware komputer. Setelah membaca beberapa artikel, banyak yang menyarankan untuk coba cek memori RAM. Setelah gue cek RAM berjalan lancar dan kipas processor juga tidak mengeluarkan suara bising.

Prediksi gue mengarah ke harddisk.

Maklumlah, gue punya laptop sejak 2010. Usia laptop lebih muda setahun dari usia hubungan gue dan Melly. Secara teori sih bisa jadi harddisk gue yang bermasalah karena faktor usia, ditambah pemakaian yang ugal-ugalan sejak dulu.

Sebagai siswa Teknik Komputer dan Jaringan, kala itu gue punya kekepoan tingkat tinggi sama hardware komputer. Kelas 1 SMK, gue belajar mengenal nama dari hardware komputer, kemudian membongkarnya, lalu memasangnya kembali. Kelas dua, gue belajar cara menghubungkan beberapa komputer menggunakan LAN dan Wireless, cara mengatur IP Address, dan cara menjadikan komputer sebagai server.

Karena komputer gak bisa gue bawa pulang, dari sanalah gue coba minta laptop sama emak bapak.

Awalnya sih untuk belajar, kemudian setelah tau gimana caranya menghubungkan antar komputer menggunakan LAN dan wireless, semua berubah. Komputer yang gue punya di sekolah untuk praktek, dan laptop untuk main.

Satu kelas ada 30 cowok, 10 cewek dan 2 abu-abu. Dari 30 cowok, kita sepakat untuk membuat satu komputer menjadi server, lalu komputer lainnya terhubung ke server menggunakan LAN maupun wireless, bukan untuk UNBK karena kita belum mengenal UNBK, tapi untuk bermain Counter Strike.

Yap. main Counter Strike dalam kelas.

Laptop gue di rumah maupun disekolah selalu dipaksa untuk main.

Kelas gue waktu itu udah kayak warnet, tapi versi offline. Karena ada beberapa siswa kelas lain yang masuk, dan ikutan main Counter Strike. Sampe akhirnya semua berakhir karena terjadi pencurian komputer di kelas gue. Ada 20 PC yang hilang, dan gue salah satu korban.

Setelah itu, kelas TKJ hanya boleh untuk anak TKJ.

Kembali ke masalah tadi, itu yang membuat gue berpikir hardisknya yang udah lemah.

Hal itu juga didukung dengan laptop yang sering error dan restart sendiri sebelum dia black screen.

Gue coba bawa ke tempat service ACER resmi yang ada di Pekanbaru. Dari penuturan CSnya yang bro-able, dia berpikiran kalo bukan hardisknya yang lemah, tapi sistem operasinya yang rusak.

“Hardwarenya aman ini bro.” CSnya manggil gue dengan sebutan bro, berasa kita udah kenal dari zaman prasejarah

“Coba aja diinstal ulang dulu, ntar kalo gak bisa juga, baru deh bawa ke sini lagi.”

“Gitu ya. Oke deh bro.” Kemudian kita tos ala anak muda masa kini

Sebenarnya udah gue coba untuk install ulang sendiri, tapi DVD master windows 7 yang gue punya rusak, kemudian nyoba install pake windows 8. dua minggu make terasa gak nyaman, gue kemaren membawanya ke tukang service dekat kampus biar harga mahasiswa.

Hari ini gue ambil laptopnya. Semoga udah membaik. Gue udah backup semua datanya, karena gue gak mau kejadian seperti memori hape. 2 minggu setelah laptop black screen, memori hape gue yang ikutan rusak, dan datanya hilang semua.

Foto alay gue sama Melly hilang.

Sakit, tapi tidak berdarah.

Kalo untuk Melly, sepertinya gue gak perlu nyari cadangan dia. Karena gak ada yang seperti Melly, lagipula sesuatu yang dijaga dengan baik gak akan hilang.

Advertisements

2 thoughts on “Sebelum kehilangan, sebaiknya punya cadangan

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s