Digital Marketing, terdengar asing namun pernah gue lakukan

sumber myinspirasee.blogspot.co.id/2016/02/digital-marketing-seberapa-penting-sih

Digital marketing yang akan gue ceritakan ini sempit ruang lingkupnya. Karena hanya berdasarkan apa yang gue pernah lakukan. Kalo mau yang lebih lanjut, gue bukan ahlinya, bahkan gue gak begitu ngeh kalo gue pernah melakukan digital marketing.

Percaya atau tidak, bakat alami manusia adalah memasarkan.

Mau itu bentuknya modern ataupun tradisional.

Semisal, orang tua yang memuji sifat baik, kesuksesan, dan ketampanan anaknya di depan orang tua lain, yang memiliki anak perempuan yang cantik, dengan berharap ada perjodohan sesudah itu.

Ada yang pernah ngerasain? Kondangan sama orang tau, tiba-tiba dapat pujian, padahal biasanya dapat cucian?

Marketing secara tradisional yang masih sangat efektif, mouth to mouth.

Sebagai blogger, gue juga pernah ‘memasarkan diri’ supaya banyak orang yang mampir ke blog gue. Cara yang masih efektif adalah dengan blogwalking. Beberapa blogger termasuk gue, selalu berusaha untuk berkunjung balik ke orang yang komen di blog.

Kecuali orang tersebut ga punya blog.

Hal itu gue lakukan biar tetap ada orang yang komen di blog lalu kita bisa berteman. Karena saling komen di blog, bahkan ada beberapa blogger yang sampai bertemu dengan cintanya.

Cinta gue?

Udah untuk wanita yang sering gue ceritakan di blog ini.

Karena blogwalking juga, gue jadi kenal beberapa tipe blogger, meski tidak secara langsung. Mereka mem’branding‘ diri mereka sesuai dengan konten yang mereka tuangkan ke dalam blog. Ada blogger yang selalu menulis cerita komedi, tutorial, cerita absurd, cerita motivasi, puisi, traveler, ataupun penulis fiksi yang selalu berusaha membuat pembaca berimajinasi.

Gue tipe cerita motivasi.

Gak setuju?

Sama.

Selain bercerita soal hubungan gue dan Melly, gue juga pernah ikutan lomba blog dan review beberapa tempat yang gue kunjungi.

Mayoritas sih tempat makan ya.

Baca juga : nyobain variasi makanan korea di minichef kantin Pekanbaru

Gue mem’branding‘ diri selain sebagai orang yang suka bercerita tentang hubungan, juga seseorang yang suka mencoba tempat makan yang enak dan terjangkau. Alasan sederhana gue membahas tentang hubungan, karena kalo gue ngebahas tentang jomblo, udah banyak blogger lain yang membahas itu dan mendalam banget.

Udah kelamaan jomblo sepertinya.

Review tempat makan di Pekanbaru, gue anggap sebagai cara untuk memasarkan tempat tersebut dan membuat orang lebih tau tentang Pekanbaru. Walaupun gue gak yakin apa ada yang tertarik dengan review gue, tapi alhamdulillah gak ada lagi pertanyaan, “Pekanbaru itu di kalimantan ya?”.

Dulu, sewaktu gue masih gila banget untuk nulis. Gue suka nulis apa aja di blog ini, gak ada tema yang jelas. Dulu gue juga gak ngerti apa itu SEO (Search Engine Optimization), jadi suka asal aja gitu ikut lomba blog yang SEO. Hasilnya sudah pasti dapat ditebak kalo gue gak masuk dalam kategori menang.

Sampe sekarang gue juga gak ngerti SEO.

Hal itu yang mendasari gue untuk menulis lebih rapi aja. Menulis dengan konten yang bisa diterima semua pihak.

Karena gue masih menggunakan blog gratisan dari WordPress, gue jadi lebih fokus ke konten. Gak begitu memusingkan template blog, karena memang gue gak ngerti cara utak atik blog. Lebih sadar diri lagi untuk gak ikutan lomba blog yang mengharuskan SEO, karena gue lemah di sana.

Selain di blog, gue juga lagi nyobain untuk jualan camilan, yaitu keripik.

sumber instagram.com/cemilankranci

Kendala yang gue hadapi dalam jualan keripik ini berasal dari diri sendiri. Gue yang kurang fokus dalam berjualan. Ada beberapa foto yang udah gue persiapkan untuk di upload, tapi gue tiba-tiba ragu. Gue juga masih awam banget sama optimasi sosial media, penggunaan Instagram ads, dan tentang social media marketing.

Gue cuma modal nekat untuk jualan keripik.

Sepertinya gue butuh jasa Social Media Marketing Jakarta, supaya gue lebih bisa serius dan terstruktur untuk berjualan secara online. Sebagai orang awam tentang SEO, social media marketing, digital marketing, gue dan wirausaha yang juga awam masalah digital marketing butuh pihak ketiga untuk mengatur masalah tersebut.

ABAH Digital Marketing Specialist memberikan solusi itu.

sumber abah.co.id

Dari pengambilan namanya, gue berspekulasi kalo ABAH digital marketing specialist ini bermakna bahwa mereka adalah seorang ayah yang sangat ahli dalam bidang digital marketing. Karena dalam bahasa Indonesia, ABAH bisa berarti AYAH.

Seperti yang terlihat di gambar, bahwa ABAH Digital Marketing Specialist ini memiliki 4 jasa yang bisa digunakan. Semua tergantung kepada klien mau menggunakan digital marketing yang lebih spesifik ke arah mana. Kalo gue udah pasti akan milih untuk menggunakan jasa social media campaign.

Karena target pasar yang gue sasar itu adalah pengguna Instagram.

sumber abah.co.id

UMKM harus banget memanfaatkan ini. Semua wirausaha maupun calon wirausaha harus melek teknologi. Bagi mereka yang gak paham tentang apa itu SEO, Social Media Marketing, Digital Marketing, gak perlu khawatir, karena sekarang udah banyak expert di bidang tersebut.

Gue.

Ya bukanlah.

ABAH Digital Marketing Specialist ini contohnya.

Mau tau gak kenapa gue milih jualan keripik?

Gue lebih suka usaha di bidang kuliner, karena apa? Karena kalaupun nanti dagangan gue gak begitu laku, gue bisa konsumsi sendiri, gak rugi-rugi bangetlah. Tapi pernah ada niat juga untuk buka usaha di bidang fashion, tapi kok pas gue ngaca seluruh badan, gak ada unsur fashionablenya, dan tidak bisa memberikan kepercayaan kepada calon pembeli. Kalo gue usaha di bidang kuliner kan gue bisa memberikan kepercayaan penuh kepada calon pelanggan, dengan berucap,

“Halo mbak, mau tau kenapa perut saya kekenyangan seperti ini? Jawabannya adalah, karena keripik ini.”

Gimana? Lo semua pasti percaya dan bakalan nimpuk gue pake pot bunga, kan?

———

Gimana sih cerita tentang dunia per-blog-an kalian. Pasti pernah kan melakukan digital marketing mending diceritain aja. Liat banner di bawah ya atau di sidebar.

Advertisements

15 thoughts on “Digital Marketing, terdengar asing namun pernah gue lakukan

  1. Kebiasaan ngeblog asal tulis apa aja yang di kehidupan nyata kayaknya udah ngelekat sama gue deh. Dikit2 kalo ada kejadian nyeleneh di kelas, temen2 bakal bilang, “Awas lu ditulis di blog sama Robby.”

  2. Kalau saya promosinya paling mudah pakai fanspage facebook. Saya pasang banner besar besar berukuran 13×5 cm di background halamanya. Jadi begitu ada orang yang melihatnya, maka yang pertama kali di lihat adalah banner yang berisi nomor kontak saya seperti WA dan BBM, dan ampuh juga karena dagangan saya laris berkat fanspage ini

  3. Aku juga gak ngerti tentang SEO kok, tenang kamu tidak sendiri Yu hahaha. Tapi, untuk kerjaan di sosial media, aku pernah beberapa kali dapet kerjaan kaya gitu. Lebih tepatnya diajak sama temen karena dipercaya untuk megang sosmed dari bisnis mereka. Seru sih, tapiii sekarang udah engga. Walau udah engga, tetep aja ngurusin sosmed lain – walau untuk diri sendiri dan tidak dibayar 😛

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s