Serba - Serbi

Gagal interview untuk pertama kalinya, gue bangga

duniakaryawan.com

Hobi gue setelah wisuda adalah baca koran

Baca di halaman lowongan pekerjaan dan olahraga doang.

Mungkin bukan hanya gue aja yang memiliki hobi baru seperti ini. Mereka yang baru lulus dan bingung mau kerja dimana juga pasti melakukannya. Selain ngeliat lowongan kerja di koran, gue juga setiap hari mengunjungi website lowongan kerja khusus Riau.

Tak lupa email juga gue cek setiap hari, karena ada beberapa job yang gue apply via email.

Namun, tak kunjung ada berita baik.

23 Desember 2016, pukul 17.19 WIB, hp gue berdering.

Nomor kantor memanggil.

“Halo, selamat sore. Ini siapa?” Kalo nomor kantor yang nelpon, nerima telponnya pun sok formal.

“Halo, sapa nih?” Ini kalo yang nelpon bukan nomor kantor dan gak ada namanya.

“Halo, kami dari perusahaan XYZ telah menerima lamaran yang bapak Wahyu antarkan. Besok kami mengundang bapak untuk interview, pukul 08.00 WIB, menggunakan kemeja putih, celana hitam jangan denim, dan menggunakan sepatu, boleh kets ataupun pantofel. Ada pertanyaan bapak?”

“Enggak mbak.”

Gue ngaca.

Ternyata jelek, berarti gue gak mimpi.

Sebelum interview, gue yang gak punya pengalaman sama sekali bagaimana itu interview mulai mencari topik terkait di internet. Beberapa keyword yang gue masukkan seperti, ‘Trik menjawab ketika interview kerja’, ‘Hal yang harus dilakukan saat interview kerja’ dan masih banyak lagi keyword yang gue masukin.

Mulai dari magrib sampai tengah malam, gue mempelajari bagaimana caranya menghadapi HRD ketika interview.

Paginya..

Entah kenapa ketika ada hal yang mengharuskan gue untuk berangkat pagi, mata itu seakan tidak ada rasa untuk mengantuk.
Pukul 05.12 WIB gue udah terbangun. Padahal biasanya pukul 6 kurang 5 menit baru terbangun setelah menunda alarm berulang kali.

Dengan penuh semangat gue pergi satu jam lebih awal dari waktu yang ditentukan. Perusahaannya ada di tengah kota, estimasi waktu sekitar 30 menit itu udah sampe, tapi beberapa kemungkinan seperti macet dan lampu lalu lintas yang lama itu belum dihitung.

Selama menganggur, setelah sholat subuh gue tidur lagi. Kemudian terbangun lagi pukul 9 pagi. Nah, ketika gue bepergian pukul 9 pagi, jalanan itu sepi.

Oiya, mungkin lo bertanya-tanya, kenapa gue bepergian pukul 9 pagi?

Kepo banget sih.

Hehehe

Jadi gini, selama menganggur gue lebih punya banyak waktu luang, tapi sedikit uang. Nah, di website lowongan kerja banyak perusahaan membuka lowongan yang gue suka. Demi gue bisa kerja di perusahaan yang jelas, selama menganggur gue mensurvey perusahaan yang akan gue apply.

Jadi, ketika nantinya gue di undang untuk interview, gue udah bisa memperkirakan berapa lama waktu perjalanan yang harus ditempuh.

Itulah kerjaan gue selama menganggur.

Tapi, pagi itu pukul 07.17 WIB jalanan rame.

“Tunggu di ruangan itu aja mas, nanti kita panggil satu-satu.”

Gue udah sampe di kantor HRD perusahaan XYZ. Ada 6 orang yang ikutan interview. Mereka semua udah memiliki pengalaman kerja, sedangkan gue hanya memiliki pengalaman internship. Yaudah, gue hanya bersikap sebagai fresh graduate.

Sesuai absen, gue orang ke 5 yang dipanggil.

Orang ketiga keluar.

Gue udah mulai deg-degan

Orang ke empat keluar.

“Eh gimana?”

Orang ke empat tadi sedikit tersenyum, “Santai. 3 menit lagi langsung masuk aja. Begitu kata kakak HRDnya. Aku pulang dulu ya. Good luck

3 menit sudah berlalu.

Gue masuk.

“Pagi kak.” Sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan

Gue rasa ini satu kesalahan, karena tidak seharusnya gue memanggilnya ‘kak’ walaupun wajahnya masih keliatan muda. Tapi, ya sudahlah, sudah terlanjur. Gue juga gak tau harus gimana, karena ini pertama kalinya interview.

Poin-poin yang disebutkan dalam artikel yang gue baca malam sebelumnya, ternyata semuanya benar. Interview dimulai dari pertanyaan tentang pribadi dari pelamar, setelah itu akan ada pertanyaan dari pewawancara yang berkaitan dengan posisi yang dilamar, tentang pendidikan, dan tentang keluarga pelamar.

Hal yang perlu diperhatikan juga adalah, sebanyak apapun kita paham tentang teori, kalau kita belum mencoba praktek, tetap saja itu belum berpengalaman.

Gue gugup.

Padahal malam sebelumnya gue udah percaya diri untuk menjawab dengan tenang, santai, dan memberikan kesan kalau gue itu bisa mengemban posisi tersebut.

Namun, semuanya berubah ketika gue duduk di hadapan HRD.

Omongan gue jadi ga jelas.

Beberapa jawaban yang sudah gue persiapkan, hilang begitu saja.

Hasilnya, banyak pertanyaan menjebak, dan gue terjebak.

Pertanyaan yang paling gue sesalkan adalah tentang skripsi. Gue gak kepikiran kalau HRD bakalan ngebahas tentang skripsi. Gue udah lupa abstrak skripsi.

Sesi interview pun selesai.

Gue keluar ruangan HRD dengan perasaan bangga karena telah berhasil menyelesaikan interview untuk pertama kalinya, dan gue bangga karena gue mempunyai pengalaman baru.

Selanjutnya, gue akan lebih mempersiapkan diri untuk interview.

Oiya, sebelum gue keluar ruangan, HRDnya bilang paling lambar senin sore akan dikabari kalau gue diterima di perusahaan tersebut, kalau sampai senin sore gak ada kabar, berarti gue gak diterima.

Senin, 26 Desember 2016.

Sampe magrib gue gak nerima telpon dari perusahaan XYZ. Gue gak begitu mempermasalahkan ini, karena memang gue memberikan jawaban yang kurang jelas dan gue gugup. Gue terima keputusan ini kalau gue gak diterima.

Semoga ada undangan tes dan interview lagi dikemudian hari.

Aamiin.

Oh iya, buat yang mau belajar menghadapi interview kerja, gue punya rekomendasi website, diantaranya tipskarir.com dan duniakaryawan.com. Kalian cukup buat keyword ‘Tips menghadapi interview kerja’ pasti banyak di google.

Terimakasih

Advertisements

6 thoughts on “Gagal interview untuk pertama kalinya, gue bangga

  1. Semangat, Wahyu! Pengalaman pertama pasti akan selalu berkesan. 😉

    Dari pengalamanku mewawancarai orang, (kebetulan aku 3 tahun kerja sebagai recruiter), akan sangat kelihatan kalo orang yang diwawancarai mengarang jawaban atau menjawab di luar pengalaman mereka. Jadi kalo aku boleh kasih saran, jawab sejujurnya sesuai pengalaman pribadi kamu. Rileks itu penting, supaya apa yang ditanyakan bisa dijawab dengan lancar, karena dari sana kemampuan kamu menyampaikan sesuatu akan dinilai. 🙂

    Dan yang perlu diingat juga, perusahaan akan mencari seseorang yang sesuai dengan karakter yang mereka harapkan mengisi posisi tersebut. Jadi kalo masih belum berhasil, santai aja, kamu akan ketemu pekerjaan yang sesuai dengan karaktermu. Semangat terus yaaaa 🙂

    1. Iya Kak Lia.

      Kemaren juga berharap untuk bisa ikut psikotes, ternyata gak ada psikotes dan langsung interview.

      Rileksnya itu yang belum terbentuk kak, karena baru pertama kali. Pengalaman belum ada. Sama seperti ketika sidang skripsi, udah mengerti semua isi skripsi, ketika hari H dan di depan penguji, jadi ngeblank karena gak rileks.

      Iya kak, belum dapat ijazah juga :D, ngelamar pekerjaan masih menggunakan SKL.

      Makasih kak Lia sudah menyemangati.

  2. Gugup itu pasti kang Wahyu, selama 6 tahun bergelut di recruitment sudah saya hadepi berbagai macam individu. Sebagai recruiter saya tidak mempermasalahkan gugup, apalagi blocking saat ditanya. Kunci sukses interview itu bayangkan seolah-olah kang Wahyu bertemu orang baru disuatu tempat lalu bagaimana caranya kang wahyu biar orang yang baru dikenal itu tertarik dengan kang wahyu otomatis kang wahyu mesti cerita yang menarik dari diri kang wahyu bukan?cara ini pernah saya bagikan ke suami karena suami adalah tipe yang gugup alhamdulilah hasilnya besoknya ditelepon diterima kerja. Semoga membantu ya.

    1. Setiap recruiter pasti punya kriteria sendiri dalam menilai pelamar.

      Dapat ilmu lagi nih.

      Saya gak pernah membayangkan hal begitu, sebelum masuk ruangan aja udah deg-degan yang akhirnya memecah konsentrasi.

  3. Pengalaman yang sangat berharga pasti!

    Kebetulan nasib gue sedikit lebih baik soal wawancara kerja pertama, gue diterima walaupun tanpa pengalaman, ngalahin 3 pesaing yang pengalamannya udah bertahun-tahun. Dan itu gue jadikan loncatan buat karir gue selanjutnya. Btw, jangan menyerah, bro, kesempatan bakal selalu terbuka buat mereka yang tidak berhenti berusaha. mario teguh mode: on

    1. Yap, sangat berharga.

      Ini malah membuat gue untuk lebih bisa ‘menjual’ ketika wawancara. Rezeki lo lumayan cepat kalo begitu, rezeki gue masih harus dikejar dulu baru dapat 😀

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s