Teruntuk Pria Yang Masih Minder Untuk Bertemu Orang Tua Pasangan

Ada hal yang masih ragu untuk dilakukan beberapa pria ketika mulai menjalin hubungan dengan wanita.

Bertemu orang tua dari pasangan.

Padahal, dengan bertemu orang tua pasangan dapat menjelaskan apakah kita dipercaya atau tidak untuk jalan sama anaknya. Selama wanita itu belum jadi pasangan sah, dia masih dalam tanggung jawab orang tuanya. Oleh karena itu, gak ada alasan bagi pria untuk tidak berani bertemu orang tuanya jika tetap ingin menjalin hubungan.

Kita harus meyakinkan orang tuanya dulu supaya kita lancar dalam berhubungan dengan anaknya. Jangan bingung, perhatikan beberapa tips ini.

Bersikap dan berpakaian sopan

sumber

Sebagai orang tua, mereka akan sangat protektif kepada anak – anaknya, terlebih anak perempuan yang sudah menginjakkan usia cukup untuk mulai memiliki pasangan. Orang tua berharap, jika nantinya anak perempuan mereka menikah, pria yang dipilih anak perempuannya itu membawa kebahagiaan. Tak ayal kadang orang tua menjodohkan anaknya dengan anak dari temannya.

first impression itu sangat penting. Sebagai pria, cobalah untuk membuat kesan pertama itu baik di mata orang tua pasangan. Berpakaian sopan ketika bertamu ke rumah pasangan dan berlakulah sopan. Bukan harus dengan menggunakan sepatu pantofel dan jas hitam terus ketika berkunjung, tapi buatlah dirimu nyaman ketika berada bersama dengan orang tuanya.

Tinggalkan gadget untuk sementara, sampai pasanganmu keluar dari kamar dan kalian bebas pergi dengan izin orang tuanya.

Berikan oleh-oleh setelah bepergian dengan anaknya

sumber

Gak harus sih, tapi sepertinya cukuplah untuk membuat orang tua pasangan merasa anaknya makan ketika bepergian dengan kita.

Variasikan oleh-oleh yang akan kita beri, jangan martabak aja. Gak enak kan ketika kita udah izin bepergian dengan anaknya 10 kali dan kita selalu membawakan martabak untuk mereka. Bisa saja mereka berpikir kita ini pedagang martabak, padahal kan pedagang bubur ayam.

Tinggal di Indonesia itu enak, cemilan untuk malam itu banyak banget. Ada roti bakar, kacang rebus, tahu bulat dan masih banyak makanan ringan lain yang bisa dijadikan oleh-oleh. Kalo udah pasangan halal sih enak, kita bisa datang ke rumah mertua trus bilang kalo sebentar lagi mereka bakalan jadi kakek dan nenek. Tapi kalo belum pasangan halal, jangan pernah ngasi berita begini ya.

BAHAYA!!

Mungkin pendidikan kita lebih tinggi, tapi pengalaman mereka lebih banyak

Sumber

Hal ini berhubungan dengan poin pertama yaitu bersikap sopan.

Satu kriteria yang banyak dicari orang tua adalah pendidikan yang tinggi. Mereka senang jika anak perempuannya memiliki teman pria yang berpendidikan. Orang tua percaya bahwa pendidikan yang tinggi mencerminkan kehidupan yang baik. Bukan bermaksud untuk menyudutkan pria yang tidak berpendidikan tinggi, tapi memang begitu kenyataannya.

Lain halnya ketika orang tua pria ini kaya dan dia anak tunggal.

Sebagai pria yang memiliki pendidikan tinggi, bisa saja kalian menganggap diri kalian lebih pintar dari orang lain. Selama kalian lagi berbincang dengan camer, jangan pernah merasa pintar. Bukan berarti kalian boleh berlagak seperti Mr. Bean, tapi cobalah untuk antusias terhadap cerita dari camer kalian. Karena pengalaman itu lebih berharga dari sekedar membanggakan diri sudah sarjana.

Umur 22 kalian udah sarjana, tapi camer kalian udah 42 tahun menjalani hidup. Berbagai pengalaman hidup yang susah maupun senang pastinya sudah mereka rasakan. Jadi, gak ada alasan untuk kita merasa lebih pintar.

Turuti peraturan mereka

sumber

Demi melindungi martabak keluarga dan anak perempuannya, terkadang orang tua memiliki peraturan sendiri.

Keknya gue salah tulis, coba baca ulang kalimat di atas.

Ada orang tua yang melarang anaknya pulang lewat dari jam 10 malam. Ada orang tua yang melarang anaknya menggunakan rok mini karena dia cowok. Ada orang tua yang minta anaknya untuk terus memberi kabar. Bermacam cara dilakukan supaya mereka tetap bisa memantau anaknya.

Apapun itu, cobalah untuk mentaatinya.

Karena sekali saja kita mulai untuk mencoba melanggar, sejak saat itu orang tua pasangan akan menurunkan nilai kita untuk dijadikan menantu idaman.

———

Jadi, masih minder Β ketemu orang tua pasangan?

Advertisements

28 thoughts on “Teruntuk Pria Yang Masih Minder Untuk Bertemu Orang Tua Pasangan

  1. Bener noh , emang ya kadang kalo kita ke tempat pasangan ( rumah ) kemudian ketemu dengan orang tua nya tsb kadang ada rasa kurang pede disertai minder.Tapi sayangnya gue belum punya pasangan πŸ˜€ ha ha ha

    • It’s oke untuk memilih sendiri. Karena sendiri bukan berarti sepi kan.

      Cari pasangan itu kalo udah mau serius, kalo gak mau serius cari cabe-cabean aja. Banyak berserakan.

  2. Gue udah berapakali, ya ketemu orang tua pasangan? Hahaha. Ratusan kali. Kayak iklan… πŸ˜€

    Bener dan setuju banget sama lo yu. Setiap orang tua pasti punya peraturan masing-masing. Itulah kenapa kitanya juga sebagai orang yang mau bawa anaknya jalan, harus berani ketemu orang tuanya.

    Berani ngobrol bahkan sampe clop banget depan orang tua emang nilai plus yang gak ada duanya deh.

  3. Hmm… ngomongin orang tua pasangan, iya sih, kadang juga masih malu karna pendidikan, alias belum sepenuhnya mapan.

    Tapi gue setuju banget nih, walopun pendidikan kita lebih tinggi, dengerin aja cerita camer, jangan sok tau, karna pengalaman mereka lebih banyak, terus juga jangan sering ngasih martabak, itu gue juga setuju bang, sekali-kali kasih tahu bulat ya mueheheh…

    • Mapan? Gue pikir gak semua orang tua nyari pria mapan. Ada yang mencari pria yang bertanggung jawab. Semisal, sudah memiliki pekerjaan tetap. Karena mapan kalo diliat soal harta, rata-rata umur 30an seorang pria baru mapan.

      Udah kurang nyoi nyoi kalo dibawa pulang πŸ˜€

  4. Yu, kayaknya si “dia” harus baca ini deh πŸ˜€
    Iya bener sih yu, rasanya hati itu adem banget kalo pasangan kita nyambung banget ngobrol sama orangtua apalagi sm ayah πŸ™‚

  5. gue baca lagi tulisan tentang pacaran.
    kalo ini lebih ke tips gitu ya.

    nah, masalahnya gue ga punya tuh pacar gitu, mau ketemu sama orangtuanya izin jalan sama anaknya? lah siapa gue?
    cie gitu

    tapi, kalo bawain makanan setelah jalan” sama anaknya sih, bakalan abis juga duitnya ya. hahaha
    yaudahlah, ketimbang pacaran, lgsg aja di nikahin anaknya.
    yg tentang sopa sama orang tua itu penting sih, mau sepinter apapun juga, kalah sama pengalaman beliau” yg sepuh itu

    • Langsung nikahin itu bagus banget. Tapi, tetap aja lo harus lebih dekat sama keluarga dia dulu. Jangan ujug-ujug lo baru kenal 2 hari, trus tiba-tiba datang ke rumah cewek tadi, trus ngelamar.

      Gue lebih menyarankan PDKT dulu biar gak salah pilih aja. Karena kalo cma kenal 2 hari, mungkin baru manis-manisnya aja yang keluar.

  6. Gua pernah tuh ngerasain gimana seremnya ketemu calon mertua wkwkwk. Bokap cewe gua di Thailand terkenal galak, so far semua cowo yg deketin cewe gua pasti dia marahin. Waktu gua dateng ke Thailand kemaren, gua udah deg2an banget, tapi gua pikir, gpp lah, toh gua kaga bisa bahasanya.

    Di luar dugaan, ternyata bokapnya baek ke gua, katanya muka gua mirip sama bintang film kesukaan dia. GUBRAXXX, hahaha.

  7. Duh duh..
    Yuk sini yang punya cowok tapi belum berani nyamperin orang tua kita dirumah, baca deh postingannya si wahyu #promosi.
    Aku sebagai cewek sangat setuju, yang namanya menjalin suatu hubungan (apalagi untuk umur bukan remaja) bukan hanya tentang kamu dan aku, tapi keluarga ikut andil juga dalam hal ini.
    Jadi kalau ada cowok yang dengan gagah berani bersilaturahmi ke rumah dan nemuin orang tua, duh gantengnya itu ngalahin oppa-oppa korea

    • Makasih lo udah di promosiin πŸ˜€

      Makanya dalam postingan ini gue menyebut dengan ‘pria’ bukan ‘cowok’. Karena pria itu sudah pasti bertanggung jawab.

  8. Tetap aja rasa gugup gak ilang2 haha. apalagi bapaknya yg galak2 unyu gitu. Tapi, tetep sebagai pria, harus gentle ya ngomong sama bapaknya buat ngajak anaknya jalan.

    eh untung gue baru sekali bawain martabak haha

  9. waaaah, bahasannya udah tinggi nih. da aku mah apa :’

    tapi yg bawain oleh-oleh bisa juga tuh ya, bikin hati ortunya luluh. nunjukin juga kita gak pelit dan gak hanya cinta anaknya tapi juga cinta ortunya wkwk

  10. bertemu orangtua pasangan itu emang krusial banget sih ya momennya. first impression dan berbagainya itu ditentuin dari pertemua pertama gitu. kalau kita di cap buruk, maka terguncang lah hubungan kita…

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s