Novel dan Film

My Stupid Boss, Truly Psycho

Ada penyesalan mendalam setelah nonton film My Stupid Boss.

Telat banget memang gue baru nonton My Stupid Boss di minggu ini. Tapi ya gak ada film lain yang gue minati. Untuk perihal nonton di bioskop, gue belum pernah nonton film mancanegara di bioskop. Ada rasa gak enak aja gitu sama sineas dan aktor/aktris indonesia kalo gue gak mengapresiasi karya mereka.

Emang gue siapa pake perihal gak enak sama aktor/aktris Indonesia? Kenal Reza Rahadian juga enggak, apalagi kenal Bunga citra Lestari.

Sok banget omongan gue ya.

Tapi beneran loh, pekerja seni itu senang kalo karya mereka diapresiasi. Gue gak mau bilang dihargai lagi, ntar makhluk alay pada ngomong “Mau dihargai berapa? Rp 2000?”, candaan begini udah kadaluarsa. Misalnya gue, walaupun novel karya pertama gue masih jauh dari kata ‘BAGUS’ tapi gue sedih banget kalo ada yang minta gratisan.

Ternyata, Yang Gratisan Bisa Bikin Hati Sedih

Sebelum nonton My Stupid Boss, gue juga pernah nonton mereka promosi diberbagai media. Gak banyak yang gue perhatikan ketika mereka ngobrol sama hostnya, palingan ya Bunga Citra Lestari yang kok masih cantik aja gitu loh. Apalagi perannya dengan rambut pendek di film ini. Beuh, wajahnya masih remaja banget.

“Karena film ini gak ada pesan moralnya.”

Itu jawaban Reza Rahadian waktu ditanya, “Kenapa sih orang harus nonton film ini?”

Tapi gue gak setuju sih. Tetap ada pesan moral dalam film ini walaupun cuma hitungan jari. Jari binatang kaki seribu.

Film ini dibuat full komedi. Berlatarbelakang bossman dan karyawannya. Karena ini film tentang kantor, jadi saat baru pertama tayang ada hestek #NontonSekantor #NontonSekelas #NontonSekampung, pokoknya nonton rame-rame tujuannya. Gue sih menyarankan nonton sekantor dan sekelas aja, kalo nonton sekampung bisa bahaya, ntar pulang dari nonton kampungnya hilang dimakan Panda, soalnya kan itu kampung bambu.

Aneh kan?

Berlokasi di Kuala Lumpur, Malaysia, yang memang gak begitu banyak perbedaan sama Indonesia. Paling di Kuala Lumpur gak ada penjual tahu bulat, di goreng dadakan.. astagfirullah.

Kalo gue sebagai orang Riau gak begitu sulit dan gak heran sama bahasa yang digunakan di Malaysia. Meskipun lokasi film ini di Malaysia, Reza Rahadian yang memerankan bossman suka menggunakan bahasa alien alias bahasa Jawa.

“You know, kerjaan you itu preteli ini mesin.” gue gak ingat pasti sih dialognya

Karyawannya yang berasal dari Bangladesh cuma bisa bengong dengar kata preteli.

Kalo kalian orang yang tinggal di daerah jawa, mungkin gak asing sama kata preteli ini. Masing banyak kata-kata dalam bahasa jawa yang digunakan Reza Rahadian dalam dialognya, gue lupa dia ngomong apa aja. Gue juga menemukan fakta baru bahwa istrinya di film ini juga orang tionghoa jawa. Suara istrinya medok jawa.

Tonton deh, dan dengarin baik-baik suara istrinya kalo ngomong. Kalo tidur ya jangan dengerin.

Luculah kalo dengar kata-kata bahasa jawa dalam film ini.

Setiap scene gue ngerasa cuma masalah mulu yang ditampilkan, tentunya telah diubah menjadi komedi. Ya gimana enggak, akar permasalahan itu berasal dari bossman. Setiap kegilaan bossman itu menghadirkan tawa untuk penonton. Sedikit sih yang nonton malam itu karena memang udah 20 hari dari tayang perdana.

Di dua minggu film ini tayang gue lagi gak punya duit lebih. Makanya baru kesampaian nonton.

Bunga Citra Lestari yang wajahnya masih cocok jadi anak SMA menjabat kepala administrasi atau di Malaysia disebut dengan Kerani. Bukan ‘kera’ loh ya, ada ‘ni’ nya. Artinya adalah, Bunga Citra Lestari mengepalai karyawan perusahaan yang dipimpin boss gila dan pelit. Perusahaan besar yang memiliki banyak bidang bisnis, cuma punya karyawan kantor 4 orang.

Pelit banget kan.

Bossman ngakunya orang kaya, tapi investor perusahaannya adalah istrinya sendiri. Sebenarnya istrinya yang kaya. Jadi, operasional perusahaan masih minta istrinya. Saking pelitnya bossman, banyak tagihan hutang perusahaan yang harus dibayar. Siapa yang bertanggung jawab untuk berhadapan dengan klien? ya Kerani. Ingat loh ya, bukan ‘kera’ ada ‘ni’ nya.

Belum lama filmnya mulai, gue udah ketawa ngakak karena style rambut Reza Rahadian. Futuristik abis.

Nah, pesan moralnya itu sebenarnya ada. Tapi memang minoritas banget.

Yang gue tangkap dari film ini mengajarkan kita untuk bersyukur dan berbagi dengan sesama. Percuma kita punya mobil mewah, rumah mewah, jabatan bagus, kalo untuk berbagi dengan mereka yang membutuhkan aja kita mikir seribu kali. Bahkan mereka yang kekurangan aja masih bisa berbagi dengan temannya yang sama-sama memiliki kekurangan. Lalu, kita yang sudah sesempurna ini diciptakan mau mengeluh dan tidak mau berbagi?.

Gue kelaparan, inilah penyesalan terdalam gue. Waktu mau nonton gue gak ngerasa lapar, setelah nonton dan menghabiskan energi karena tertawa, gue jadi lapar. Untung ada Melly di samping gue, dengan senyumannya yang indah itu gue jadi tetap laparlah. Senyum Melly cuma bisa buat gue jatuh hati tiap hari, gak buat gue kenyang.

Sok-sokan kayak IMDb ah, gue kasi rating film ini di 8/10.

Oh iya, jangan sampe lupa kalo ngomong Kerani jangan dipotong-potong. Kerani loh ya, bukan kera, ada ni nya loh.

Advertisements

7 thoughts on “My Stupid Boss, Truly Psycho

  1. Entah kenapa ga begitu tertarik liat film ini padahal cuma liat dari gambarnya aja hahaha, dan setelah baca postingan ini jadi merasa emang nggak aku banget… hmm yaudah deh

  2. Gue belom ngeliat film ini sih
    But based on your review.. Keknya gak engaging deh. Kalopun misalnya komedi, paling bakal komedi murni buat lucu-lucuan.

    Thank you btw 😉

  3. pengen nonton, syangnya di kerinci gak ad bioskop T.T
    kapan ya bs dpt copy filmnya 😦 aku googling blum ad yg bner” publish film realnya.. kbyakan trailer di perpanjangin durasinya, T.T 😦

    1. Bioskop cuma ada di Pekanbaru keknya ya.

      Kalo film indonesia bisa lama ada bajakannya, sabar aja. palingan 6 bulan udah keluar di TV nasional.

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s