Kita Pernah Berjuang Bersama, Bedanya Kau Selesai Duluan

Semua orang bersenang-senang, sementara gue sedih.

Gue datang dengan pakaian rapi menuju kerumunan orang yang menunggu kerabatnya keluar dari ruangan. Sesak, ramai, dan panas banget siang itu. Tidak tersisa lagi pohon yang bisa gue singgahi sebentar untuk berteduh dari panasnya matahari. Bukan karena gak ada pohon, tapi karena udah banyak orang yang duduk di bawah pohon melakukan hal yang sama seperti yang gue pikirkan.

“Bunganya bang, kak, beli 2 15 ribu aja.”

“Air dingin, air dingin.”

Suara penjual bunga dan minuman dingin pun saling saut-sautan.

Gue gak perdulikan mereka, karena gue udah bawa bunga sendiri dari rumah.

Hari ini UIN SUSKA Riau menggelar wisuda keduanya untuk tahun 2016. Gue belum ada di barisan mereka yang keluar dari ruangan Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) dengan menggunakan baju wisuda dan toga. Gue masih berdiri di kerumunan orang yang juga menunggu kerabatnya.

Gue menunggu Melly.

Alhamdulillah Melly udah wisuda bulan ini. Gue bangga banget sama dia yang bisa ngejar wisuda bulan ini. Sebagai orang yang udah cukup lama dekat sama dia, gue tau gimana perjuangannya selama kuliah. Selama masa proposal skripsi, nyusun skripsi yang harus riset di SMAnya dulu, sampe ngolah data yang bikin dia drop karena hasilnya jadi gak normal.

Gue gak bisa ceritain detailnya, karena ini begitu menguras emosi.

Setelah ujian skripsi pun perjuangannya belum berakhir. Banyaknya hal yang diurus pun membuat dia harus bolak-balik kampus-kosnya. Nelponin dosen untuk minta persetujuan revisi, dan kalo gak ada di kampus terpaksa dia harus ke rumah dosen karena dia gak mau buang-buang waktu dengan nunggu dosen di kampus. Setelah selesai revisi, itupun masih banyak yang dia urus untuk daftar wisuda.

Bahkan, setelah daftar wisuda dia juga dipusingkan sama urusan pakaian untuk yudisium dan wisuda.

Gue bangga, dia bisa melewati itu semua.

Tapi gue sedih, karena kita gak akan bisa pergi ke kampus bareng lagi.

Gue masih nunggu Melly sambil celingukan ngeliat setiap orang yang keluar. Tapi, gue gak nemuin Melly.

“Eh Wahyu, makasih loh bunganya.”

Teman sekelas gue udah ada yang wisuda, ntah kenapa gue gak ngeliat dia datang. Beberapa teman gue yang lain juga sempat menyapa, tapi gue cuma say hai ke mereka. Mungkin, karena fokus gue cuma ke Melly.

“Ada nampak Melly, Bal?”

“Gak tau aku, Tarbiyah masih di belakang keknya.” Iqbal menyeka keringatnya “Selfie dulu dong Yu.”

*Cekrek

Agak aneh emang, yang wisuda yang minta foto bareng. Sekali lagi, fokus gue cuma ke Melly saat ini.

Pulsa yang anda miliki tidak cukup untuk….

“Kampret.. kenapa saat genting gini pulsa gue abis.”

Bunga yang tadinya gue bawa udah gak seharum saat pertama kali gue beli. Gue gak tau keringat dari wajah gue udah berapa kali netes di bunga itu. Asap dari penjual sate juga merusak aroma dari bunga yang spesial ini. Ntahlah, gue merasa ini hari buruk untuk gue.

Gue berjalan sendirian di antara kerumunan mereka yang bersenang-senang. Mencari dan mencari orang yang udah buat gue sayang banget sama dia dan orang yang udah buat gue semangat tiap harinya ke kampus. Tapi enggak untuk hari setelah ini.

Gue sedih karena kita semakin dewasa dan akan meninggalkan kebiasan masa muda.

Misalnya selalu terhubung via aplikasi chat, karena kita memang tidak punya kewajiban lain selain kuliah.

“Yu, Melly mana?”

“Hey” Gue bingung dan sempat mencari arah suara, ternyata itu suara teman sekelas Melly, “Gak tau, dari tadi aku juga nyariin.”

“Sama, kami juga nyariin dia.”

“Ada pulsa gak? Pulsaku abis ini”

Untungnya gue kenal sama teman-teman Melly. Enggak kenal banget sih, cuma kenal nama + tampang aja. Tapi cukuplah itu, gue jadi percaya kalo Melly juga bangga punya gue, buktinya dia berani bawa gue untuk berbaur bersama teman-temannya.

“Gak tersambung.”

Gue terus mencoba untuk nelpon Melly. Hape dia itu sering tiba-tiba mati, itu yang buat susah untuk nelpon dia. Gue juga udah paham sama masalah ini. Melly juga selalu cerita ke gue kalo dia punya masalah.

“Alhamdulillah diangkat.”

“Halo.. Sayang, kamu dimana?” Gue sedikit teriak karena keadaannya ramai banget dekat gue

Gue udah gak canggung lagi manggil Melly dengan sebutan sayang di depan teman-teman Melly. Ya, meskipun teman-temannya kadang suka tiba-tiba batuk, keselek biji semangka keknya. Tapi, gue juga tetap menghargai mereka lah, soalnya mereka jomlo ya jadi gue harus memelankan suara ketika manggil ‘sayang’.

Tidak untuk siang ini.

Ramainya orang siang ini membuat gue harus bersuara keras biar Melly dengar apa yang gue ucapkan.

“Dimana dia Yu?”

“Katanya sih di masjid.”

Setelah 1 setengah jam berada di bawah terik matahari dan berhimpitan sama orang yang juga mungkin sedang mencari kerabatnya, gue bisa bernafas lega karena Melly sudah menunggu gue di masjid. Bukan, bukan kita mau melangsungkan ijab qabul, tapi dia lagi istirahat.

“Hey cantik, selamat ya. Maaf gak ada kado, cuma bisa ngasih bunga ini.”

Gue sedih karena gak bisa memberikan hadiah untuk Melly hari ini.

“Ya ampun, makasih sayang. Maaf ya aku susah dihubungi.”

“Iya, aku tau kok.”

Rasanya pengen gue peluk Melly di hari bahagia dia ini, tapi itu impossible. Banyak faktor yang menyebabkan itu tidak bisa terjadi. Selain karena sekarang kita lagi berada di area kampus islami, gue juga gak mau orang tua Melly tiba – tiba batuk keselek biji semangka.

Gue bahagia Melly bisa cepat wisuda. Gue cuma belum bisa move on dari kebiasaan bareng dia selama kuliah, kelahi karena gue telat jemput dia di kos, dan saling diskusi untuk tugas. Lambat laun gue juga bakal mengerti kalo semakin bertambahnya usia, kebiasaan pun akan berubah.

Gue sedih, gue gak bisa menepati janji gue dulu, “Kita wisuda bareng ya.”

Selesai dari acara wisuda ini, sepertinya gue perlu pemutihan lagi. Warna kulit punggung telapak tangan dan wajah warnanya sangat memprihatinkan. Seharusnya Melly tanggung jawab πŸ˜€

Advertisements

26 thoughts on “Kita Pernah Berjuang Bersama, Bedanya Kau Selesai Duluan

  1. waw, selamat buat kak melly..
    kamu kapan mas wahyu nyusulnya? :p
    btw, temen aku kmren ad jg yg wisuda mei. anak peternakan, ah mgkn gak kenal sih mas wahyu. xixi
    ayo semangatt biar bisa segera wisudah mas..

    • Please jangan ditanya begituan -_-. Bosen dengarnya.

      Jangankan anak peternakan, temen gue sendiri yang wisuda aja gue gak bisa mengenali 😦

      Semangat!!

  2. Baru pertama kali main ke blog ini langsung dibuat ikutan baper bacanya huhu. Tuhan pasti ngasih sesuatu ke umatnya kalo udah butuh, untuk sekarang mungkin artinya lo lagi gak butuh-butuh amat sosok melly. IH APAANSI GUE HAHAHAHA. Salam kenal ya^^

  3. Wah selamat untuk Kak Melly nya! Huhu pasti sedih ya bakal nggak ke kampus bareng. Tapi justru bisa dijadiin pemacu Kak biar cepet nyusul lulus Kak Melly! πŸ˜€

  4. Mungkin perjuangan kak melly lebih keras atau lebih tekun dari lo, bro. Berjuangnya bersamaan, belum tentu selesainya barengan juga. Tapi tetap semangat. Kalo bisa lo lampauin pencapaian kak melly itu. Bisa kan?

  5. Jadi intinya lo kesalip kekasih hati ya? Jadi kapan lo menyusul, gak malu nih disalip. Hihi

    Gue yakin walaupun terkadang rasa malu diduluin, tapi tetep jangan menyerah bro.
    Positif thinking aja dan mikir semoga dia setelah lulus cepet sukses. Toh.. lo juga yang enak klo udah sukses. Hehe

  6. WHAT???? MELY WISUDA BARENG SAMA GUE DONG. HARUSNYAKAN GUE TAU YU???? XD

    Serius, gue kenapa gak ketemu lo ya? Pas celingukan itu? Padahalkan gue juga pengen cekrek. Hehehe.

    Perjuangan Skripsi itu DAHSYAT banget yu. Meskipun Melly duluan, udah deh. Jangan mewek gitu. Tegakkan kepala, busungkan dada dan kata “I Can Do’it” Semoga segera nyusul ya yu… Amin…

    Ow, ya. Sekalian jawab pertanyaan lo di blog. Gue kerjanya buat usaha sendiri, sih. πŸ™‚

    • Harusnya bang. Tapi jangankan bg Heru, aku aja gak kenal sama Melly pas dia wisuda. Dari begitu banyak orang, aku gak fokus ke siapa-siapa selain ke Melly.

      Yeaah.. aku butuh duit. Duit.

  7. semoga segera nyusul ya, wahyu. semangaaaaat.
    selamat buat Melly, tanyain rekomendasi produk brightening yg ampuh apa tuh. tar kasitau aku ya. wkwkwkw

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s