Malam Minggu Penuh Tawa

“Sayang, hujan :(.” Sebuah sms yang gue baca sambil berkendara

“Iya, tunggu aja di kos. Ini udah dekat.”

Malam minggu kali ini hujan lagi. Ntah berapa banyak orang yang berdoa biar malam minggu ini hujan. Ah, gue terlalu berpikiran negatif, padahal memang cuaca lagi labil. Siangnya panas tapi sorenya langsung mendung dan malam hujan. Untungnya cuaca gak alay. Gue ngebayangin kalo cuaca itu alay. Lagi panas terik eh tiba-tiba ada kilat petir, orang mikir ini mau ujan, ternyata cuaca lagi selfie pake LED flash.

Gue bukannya kufur nikmat dengan turunnya hujan, tapi kadang memang hujan turun disaat genting. Apa yang kita inginkan kadang gak sejalan sama apa yang Allah beri. Misalnya gue, gue dulu gak pernah berharap punya pacar kek Melly, kenapa? karena gue sadar dengan kapasitas wajah seperti ini, gue mengharapkan wanita cantik hanya sebuah mimpi indah. Tapi nyatanya Allah SWT memberikan gue wanita seperti Melly, kenapa? karena Allah SWT tau, seorang pria dekil seperti gue butuh malaikat untuk menjauhkan gue dari sifat jahat. Udah jelek jahat lagi, kan parah.

“Wanjir, sepatu gue basah.”

Selain hujan, jalanan yang berlobang juga dipenuhi air. Alhasil, kalo gue gak hati-hati dalam memilih jalan, gue akan terjerumus dan sepatu gue bisa penuh dengan air. Untuk malam ini, gue harus memperhatikan penampilan. Karena gue dan Melly mau ke hotel.

“Assalamualaikum.”

Melly keluar rumah dan ngebuka pagar kosnya.

“Yuk cepat pergi, udah lumayan reda ini.” Pintanya

“Ok Sayang. Udah gak sabar ya.?”

Hujan memang sudah lumayan reda. Tapi air yang turun masih bisa saja membasahi tubuh ini jika kau tak mau jadi pelindungku. Gue udah siapin mantel hujan, mungkin akan diperlukan. Kalian tau, apa sebenarnya yang orang takutkan dari kehujanan?. Bukan pakaian akan basah, tapi kalo dompet dan uang akan basah.

“Parkir di hotel bayar gak sih?” tanya gue

“Gak tau juga, belum pernah.”

Hujan semakin deras, kita tetap melanjutkan perjalanan, karena ini pertama kalinya kita ke hotel. Gue udah gak sabar mau …..

“Sayang, pake mantel aja ya. Hujannya makin deras.”

Kita berhenti di pinggiran jalan. Banyak juga orang berteduh di halte dan di emperen ruko. Kita gak mau berhenti terlalu lama, karena ada sesuatu yang akan kita lakukan di hotel nanti.

Hujan gak juga menunjukkan akan reda, namun kita tetap menempuhnya. Gue yang menggunakan mantel dengan teliti menyisir jalanan kota yang sepi karena beberapa pengendara motor lebih memilih untuk berteduh. Hanya mereka yang menggunakan mobil yang tetap melaju di jalanan. Gue rada heran sama pengguna mobil, kenapa mereka juga ngebut sewaktu hujan? padahal mereka gak kehujanan.

Kita sampai juga di hotel. Ternyata parkirnya bayar.

Kita naik menggunakan lift. Melly semua yang nekan mau naik ke lantai berapa, gue gak tau. Ya, gue katrok. Pernah naik lift waktu SMK dulu dan langsung pusing. Pergerakan lift yang gak disadari itu yang buat gue pusing. Tiba-tiba naik, darah gue pun ikut naik. Untung aja gak ada musik dangdut, kalo ada kan darah gue akan bergelora dan goyang pun tak terelakkan.

Kita di lantai 2.

“Nyari apa dek?”

Gue gak tau dia siapa, tapi sepertinya orang yang bekerja di hotel.

“Nyari ……..” Belum selesai gue ngomong, gue udah tau mau kemana. “Mau kesana pak.”

Kita berdua menuju ruangan itu, dan ada satu anak komunitas standup comedy yang kenal gue. Malam minggu ini kita mau nonton Rule Of Three. Itu adalah tour 3 komika nasional jebolan dari SUCI 4. Ada David, Abdur, dan Dzawin. Pekanbaru jadi kota ke 18 sebelum mereka tour ke luar negeri (katanya mcnya sih begitu) dalam tournya mereka ngebawa satu makhluk yang suka bikin cowok jomblo marah. Mereka bawa Yudha Keling. Kenapa cowok jomblo marah? Karena meskipun wajahnya abstrak tapi pacar Yudha ini cantik. Gak percaya, cek aja di twitter dan instagramnya.

“Wahyu, apa kabar bro?” Sapanya ramah dan menjabat tangan gue diiringi pelukan dan tepukan di bahu, “Assikk. Makasih ya udah nonton.” lanjutnya

“Hehe.. Iya bg.” Gue bingung mau ngomong apa

“Mau masuk langsung? lanjut lanjut.”

“Oke bg.”

Dia Icky Kurniawan. Salah satu komika lokal yang akan membuka acara ini. Dia dan beberapa temannya di SUC PKU pernah ikutan kompetisi Liga Standup di Kompas TV. Selain itu, bg Icky juga udah pernah menjajal panggung SUCI 5, namun hanya sampai di babak preshow.

Gue kira kita telat, ternyata telaaaaaaaaaaat banget. Kursi di bagian depan udah pada penuh semua dan dengan terpaksa kita harus duduk di bagian tengah dan sempit-sempitan. Kita beli tiket yang reguler jadi ya terima aja kalo duduknya gak dekat panggung. Tiket reguler ini juga gak berkesempatan untuk MnG bareng 3 komika utama. Dengan sepatu yang masih basah, gue nahan terus dan jalan dengan tampang cool. Kedinginan maksudnya.

Penampilan komika pembuka dari bg Icky dan Ragil CK. Dua komika lokal Pekanbaru. Materi yang bg Icky bawakan mencakup nasional, sedangkan Ragil banyak membahas tentang masalah yang ada di Pekanbaru. Dan mereka berdua itu PETJAAAAAH!!

Setelah komika lokal, ini saatnya untuk Yudha Keling tampil. Gue sangat bersyukur Yudha Keling tampil, karena ini membuktikan ada orang yang lebih itam dari gue. Gue pikir dulu Yudha Keling hitam begitu karena efek kamera dan cahaya TV yang rendah, ternyata memang kenyataannya begitu. Wajarlah dia sering diejekin jenglot. Sebagai pemerhati SUC, materi yang dibawakan Yudha banyak materi lama. Seperti iklan pemutih, tentang lagu TULUS yang judulnya Gajah, dan tentang kebegoan pacarnya. But, overall gue menikmati penampilannya yang apaadanya.

Meskipun datangnya agak telat, tapi kedatangan 3 komika utama ini masih di tunggu-tunggu. Gue yang bawa kamera mencoba memotret dari kejauhan. Namun sayang, dengan lensa 18-55mm gue gak bisa ngezoomin lebih dekat.

“Ini dia Daviiiiiiiiiiiiiiid..” MC pun meneriakkan namanya

Jet jet jet deng deng deng

Memotret dari kejauhan

Musik dengan beat kencang mengiringi kedatangan David Nurbianto. Padahal David lebih cocok make musik ondel-ondel. Gak banyak yang bisa gue komentarin dari penampilan David. Bagi gue gak semua materinya PETJAH, ada beberapa materi yang punchlinenya terlalu lama. Apa yang gue liat di sini gak pernah gue liat di TV, karena malam ini semua materi yang dibawa gak akan ada sensor. Materi yang diusung David masih banyak tentang betawi, nyai, dan pijat++. *hmmm

memotret dari kejauhan

Komika kedua adalah si anak pesantren yang sholat jumat di hari sabtu, Dzawiiiiiiinn. Gue malah gak dapat salam khas dari Dzawin yang ngomongnya cepat itu. Pas naik panggung dia ngomong dia lagi boker eh taunya dipangil. Jadi dia gak sempat nyiram. Dzawin banyak nge-roasting penonton. Bahkan roasting dia lebih petjah daripada materinya. Materi yang dia bawakan seputar cerita dia mendaki gunung lalu dikaitkan dengan kisah seandainya di gunung dia bertemu hantu. Tapi Dzawin makan durasi, dan itu gak asik.

Memotret dari kejauhan

Komika ketiga yang paling ditunggu Melly. Abdur Arsyad. Melly suka sama Abdur bukan karena materinya, tapi karena logat berbicara Abdur. Beberapa teman gue juga suka sama Abdur karena logatnya. Secara keseluruhan Abdur gak jauh beda sama di TV. Materi yang dia bawakan seputar isu sosial dan tentang kehidupan di Indonesia timur. Pelajaran penting yang gue dapat dari Abdur adalah orang timur itu suka meninggikan gengsi. Jadi, kalo punya teman orang Indonesia timur, maklumin aja kalo mereka selalu mau menang dalam hal gengsi.

TApiiiiiiiiiiiiiiiiiiii, Mereka bertiga KOMPOR GAS !!! Kampret banget!! Beberapa bit yang mereka bawakan buat rahang gue olahraga. Goyang mulu. Udah kaya dangdutan aja.

Setelah Abdur selesai tampil, acara belum selesai. Gue gak tau apa namanya, Mungkin namanyaΒ kursi kegelisahan. Satu dari 3 komika tadi duduk di kursi, lalu dua orang lainnya akan mengungkapkan rahasia dan keburukan dari yang duduk ini. Sebenarnya ini yang gue tunggu, tapi menimbang waktu yang sudah cukup larut, gue memilih untuk pulang.

“Sayang, foto sama Yudha ya, yayayayaya.” Pinta Melly dengan manja

Permintaan dengan nada manja seperti itu yang gak bisa gue tolak. Melly memang tau kelemahan gue.

“Iya, ntar di mintain.”

Yudha ada didekat pintu masuk dan lagi nonton kursi kegelisahan. Awalnya gue gak berani minta foto bareng, takut aja ntar ada jenglot lain yang nimbrung di foto. Kan kita gak tau Yudha ini bawa temen jenglotnya apa enggak. Karena cuma dia yang bisa ngeliat jenglot :D. Dengan segenap jiwa, gue beraniin minta. Gue tepuk bahunya, dia pun reflek jadi imam. Eh bukan, dia pun menoleh.

“Yudh, boleh foto bareng?” Tanya gue

“Oh boleh.”

Kita keluar.

Gak tau kenapa, saat begini kamera malah ngulah. Kamera yang gue setel autofokus gak mau jepret saat Melly dan Yudha udah berpose. Karena gak mau buat Melly kecewa, gue suruh aja dia selfie daripada gue fotoin. Dan sialnya, pas mereka selfie, kamera mau motret. Sial.

Pas mereka pose

Pas mereka gak pose

Gue berterimakasih sama Yudha, dan gue bersyukur karena masih ada yang lebih hitam daripada gue.

“Tuh kan sayang, masih ganteng aku daripada Yudha.” Senyum bangga.

Gue senang sama malam minggu ini. Malam minggu kali ini berbeda sama malam minggu sebelumnya. Malam minggu kali ini penuh tawa. Terimakasih Stand Up Comedy Pekanbaru untuk acaranya. You Guys Akik Rock (Kalian semua batu akik).

Advertisements

34 thoughts on “Malam Minggu Penuh Tawa

  1. Wih, nonton Rule Of Three.Pasti gokil tuh bisa nonton komika keren kayak mereka bertiga secara langsung.

    kalo gue sih lebih suka sama si dzawin. Walaupun kadang kalo ngomong suka kecepetan, tapi materi tentang anak pesantrennya itu asik banget.

    Kata temen gue, kalo nonton SUC secara langsung rasanya beda daripada cuma nonton di TV. bener nggak sih?

  2. itu apaan sih poto paling akhir, “pas lagi pose – pas gak lagi pose.” wkwkwkw.. ngakak.. Jangan2 kamu nya yang grogi mau motret. Jadi gak fokus. hehehe…

    Kompor gas!

  3. wihihihi, gaul. nonton standup.
    gue juga pernah nonton standup, nonton langsung suci 5. yang jadi host juga si david uh, sama babe. dan.. yak, kalau nonton langsung itu rasa lucunya lebih kerasa daripada sekedar nonon di tv ataupun yutub.

    • Gak gaul juga kali bang. Biasa aja. hehe

      Oh, belum Pandji yang jadi host ya. Ya, kita ketawa bareng, kalo nonton di yutub ya ketawa sendiri.

  4. waduh saya kurang ngerti sama istilah yang dipakai… tapi masih tahu sih soal stand up karena emang pernah nonton…

    Itu acara pas malam minggu, enak bener jadi nggak sepi malah banyak hiburan…

  5. arrra raa, ane belum pernah nonton standup comedy secara live nih, sepertinya dengan cerita ente jauh lebih seru kalau nonton live :p

    oh iya cewe yang dibawah itu pinnya berapa ya? cantik senyumannya juga manis #salahfokus

    • Arrra raa itu apaan sih? lagi jadi manusia harimau ya? Coba deh nonton live, terasa serunya.

      Pin apanya nih? Pin yang ditempel di tas, di baju begitu?

  6. Wah 1 lagi anak komunitas SUC gabung di BE. gue dulu pernah gabung di SUC Banjarmasin bro. Cuman setaun doang sih tp pengalamannya lumayan hehehe

    Anyway, rule of three ga masuk ke banjarmasin taun ini. udah banyak spesial tur komika yg belum pernah ke sini. padahal di banjarmasin crowdnya ga kalah sama kota-kota di kalimantan lainnya. apalagi kalo komika dari luar yang datang

    • Gue gak gabung komunitas kok, yang kenal sama gue cuma satu orang di komunitas SUC Pekanbaru πŸ˜€

      Kalo masalah itu gue gak tau juga gimana cara komunitas SUC Pekanbaru bisa jadi tempat tour mereka.

  7. hah, seumur umur gue belum pernah nonton stand up live, apalagi trio juara suci 4 ini πŸ˜€
    eh pernah sih ternyata nonton komika lokal malang, Wawan saktiawan
    soalnya diundang utk acara gue ospek dulu sama waktu angkatan gue bikin acara..

  8. ih, sumpah Yudha keling kaya begitu banget dah ah..cuman kayaknya kok gendutan ya nggak kayak pas masih di SUCI. hehehe…waahh..Melly lagi Melly lagi..behehehe..asik banget pasti bisa ngeliat mereka bertiga stand up comedy tepat di depan mata, mana sampe di Pekanbaru khan ya..kalo gue yang paling gue idolain dari mereka bertiga adaah Dzawin soalnya mukanya unyu abis dan dia juga suka naik gunung..mana ngomongnya asik. Kapan bisa liat kayak lo dan Melly yaa..eh, salam ya buat Melly cantik πŸ˜€

    • Iya, dia gendutan dikit. Kalo di SUCI kurusnya keliatan banget.

      Ada apa dengan Melly kak ? Asik banget dong, mana malam minggu lagi, jadi suasana malam minggunya beda. Tapi Dzawin ngomongnya cepat banget, lidahnya pake turbo kali ya.

      Pasti ada waktunya ntar itu.

  9. Hahaha baca nama yudha keling jd inget pas ngobrol2 ma temen aku …cewe sunda dia blg keling itu artinya item mengkilat…
    Acaranya seru ya wlpun km harus nembus hujan…
    Mana duduk di belakang…motret acara dr kejauhan tapi bisa foto bareng tuh mreka.
    Melly cantik nya makin kelihatan pake hijab seperti itu πŸ™‚

    • Iya keling itu artinya hitam banget.

      Selama masih dengar jokenya dan liat comicnya pasti seru mbak. Alhamdulillah kalo dengan berhijab dia makin cantik. makasih ya mbak.

  10. ahahahahahah kampret tuh si yuda tapi kok sekarang gendutan ya si yuda…. hati-hati loh cewek sampean bisa tergila-gila sama si yuda.. dia kan playboy kelas atas πŸ˜€ …

    sampean ini penganalisa komik ? kok kelihatannya sudah pengalaman banget ngomentari dan memberi analisa dari penampilan para komik .

    • Mungkin dia sudah semakin sukses.

      Saya sudah banyak nonton perform komika, jadi lumayan tau materi yang sering mereka bawain. Saya kurang kerjaan πŸ˜€

  11. β€œSayang, hujan :(.” <~ Ini membuat daku sedih…. #TerlaluLamaJomblo

    Aseeeeeek dateng ke rule of three! Jadi kangen dateng ke event stand up comedy :'D

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s