Serba - Serbi

Untukmu yang Berharap Hujan di Malam Minggu

Malam minggu atau sabtu malam untuk beberapa orang menajadi malam yang digunakan untuk bertemu orang terkasih. Bagi sebagian lainnya bisa digunakan untuk berkumpul dengan teman lama, sahabat, atau mantan. Dan ada pula mereka yang entah apa yang mendasari hal ini, mereka adalah golongan yang berharap hujan di malam minggu.

Gue gak menyebut ini kaum jomlo, hanya oknum. Kalau mereka yang berharap hujan di malam minggu adalah mayoritas jomlo, bagaimana teman gue yang punya pacar tapi tidak malam mingguan?. Teman gue punya pacar, tapi dia udah ketemu sama pacarnya siangnya, dan malam minggu dia gak ketemu lagi. Lalu dengan kampretnya teman gue ngomong “Semoga hujan malam ini.”

Kampret!

Untukmu yang berharap hujan di malam minggu. Perhatikan, inilah yang akan terjadi jika kalian berharap itu.

Perjuangan Lebih Terlihat

Jangan berpikir kami akan mengurungkan niat untuk bertemu dengan pasangan ketika hujan. Bagaimana dengan mereka yang memiliki mobil? harapan kalian tidak akan terwujudkan. Semakin dewasa, kita sering lupa untuk mengucapkan kata “I Love You” pada mereka yang kita cintai. Kita disibukkan dengan urusan yang tak kunjung usai. Bahkan, perbuatan lebih banyak menunjukkan arti dari cinta daripada sebuah perkataan.

Orang – orang yang menggunakan motor, seperti gue. Akan mengusahakan sekuat akal untuk tetap datang ke rumah pacar. Apa gunanya diciptakan “Mantel Hujan” jika ini tidak digunakan secara cerdas. Jika hujan melanda, gue mengenakan mantel dan mengendarai motor sampai ke rumah pacar. Selagi hujannya gak berbarengan sama badai. Itu berbahaya!

Berjibaku dengan hujan menjadi perjuangan cinta yang lebih terlihat dari sekedar kata “I Love You”. Sesampainya di rumah pacar, ketuk pintunya, setelah dibuka, katakan..

“Sayang, maaf aku terlambat datang. Hujannya deras. Tapi akan tetap aku usahain untuk datang, karena aku sayang kamu.”

“Ih sayang. Aku sayang kamu juga.” senyum dan terharu

See? kita jadi lebih romantis.

Timbulnya Obrolan yang Menarik

Pernah ngerasain kan kalo hujan tiba-tiba banyak aja ide dan ingatan yang muncul begitu saja.

Istilahnya sih Petrichor yang menimbulkan aroma dari tanah yang dibasahi air hujan. Aroma ini katanya sih buat nyaman. Ntah kata siapa :D. Hujan juga identik dengan kilat yang menyambar dan gemuruh yang saut-sautan. Mereka pikir ini tempat berbalas pantun.

Ketika lagi di jalan lalu turun hujan, gue biasanya akan meletakkan hp di dalam kantong atau di dalam tas Melly sewaktu kita meneduh di depan ruko. Alasannya adalah kita gak mau kenapa-kenapa karena megang hp dengan kondisi kilat yang bersinar-sinar. Dan hasilnya adalah, kita malah mendapatkan ide untuk bercerita dan omongan kita jadi lebih menarik karena jauh dari gadget. Malahan banyak yang kita bicarakan, kita tertawakan, dan kita menikmati itu.

Meskipun lagi di depan ruko, situasi akan jadi lebih romantis kalau..

“Sayang, aku kedinginan.” Kata wanita itu dengan suara pelan.

“Pake jaket aku ya, sini aku peluk.” Pria yang memberikan jaket itu memeluk wanita yang menjadi pacarnya itu.

*cuik cuik*

Ada yang mencolek bahu laki-laki tadi.

“Sayang, aku di sini. Itu siapa yang kamu peluk?”

Pria itu melihat arah suara, dan ternyata dia salah peluk. Wanita yang dipeluknya adalah istri dari pria berbadan besar, dan berotot kekar.

“Heh Mas!! Pacarnya sono, ini istri saya. Main peluk-peluk aja.”

“Kalo gak mau peluk pacarnya, peluk saya aja.” ucap pria berbadan besar itu sambil mengedipkan sebelah matanya.

“NAJIS!!”

Gadget secara tidak sadar terlah merenggut obrolan kita yang menarik. Gue dan Melly masih berusaha untuk menghindarkan diri dari gadget ketika kita bertemu. Paling kita menggunakan gadget untuk selfie. Karenanya, momen hujan membawa kita ke dalam perbincangan yang lebih menarik dan seru.

Jadi Kreatif

Yang gue maksud bukan dengan menciptakan sebuah karya yang belum penah ada. Tapi kreatif di sini gue arahkan kepada cara kita menikmati kebersamaan.

Kalo gak hujan, kita mungkin akan mengelilingi jalanan kota yang berdebu dan penuh lubang untuk menghabiskan waktu bersama. Tapi, ketika hujan turun dan kita masih di rumah, kita harus bepikir kreatif supaya malam minggu ini tidak membosankan. Beberapa hal yang mungkin bisa kita lakukan adalah masak bareng, main catur, atau sekedar minum teh berdua. Sederhana saja sebenarnya apa yang kita lakukan, tapi semua itu jadi lebih asyik karena kita menikmati waktu bersama.

Jadi, apa kalian masih berharap hujan di malam minggu? MIKIR!!

Advertisements

22 thoughts on “Untukmu yang Berharap Hujan di Malam Minggu

  1. pernah tuh ujan2an naik motor tanpa mantel nganterin cewek gue ke rumah sakit. ga sakit parah2 amat, cuma sakit perut karna salah makan doang, tapi romantisnya dapet, kedinginannya lebih luar biasa :))

  2. Saya bukannya orang yang sering berharap malam minggu hujan tapi beneran kadang-kadang ketika hujan malah dapat gregetnya atau keselnya. Jadi ya harus kreatif ngadepin hujan di malam minggu

  3. Gue jomblo, tapi gue nggak se-ngenes yg levelnya sampe berdoa buat diturunin hujan di malam minggu. Soalnya bagi gue, malem minggu nggak melulu soal kencan atau hal-hal berbau pacaran lainnya. Di malam minggu biasanya gue nongkrong sama temen-temen. Nah, kalo ujan mana bisa kita nongkrong-nongkrong bareng.

    Gue berharapnya malah hujan di hari senin pagi. Karena gue anak SMA, alesannya ya biar nggak ada upacara 😀

    1. NAH!!

      Nongkrong sama teman lebih baik daripada harus stalking TL gebetan. Wanjir, gue juga sering begitu dulu, pagi-pagi udah gerimis, kirain hujan lebat, ternyata cuma lewat.

  4. Buat yang di kost-kostan bisa jadi bahaya tuh kalau hujan apalagi listrik mati.

    presentase gadis makin turun pada saat-saat itu.

    Lagian kalau hujan juga enak bisa ngobrol lama sama dia dan keluarganya kalau kebetulan ngapel ke rumah.

    1. Jaga imanmu wahai saudaraku..

      Itu cobaan yang menyamar menjadi godaan. Ah, bukankah memang sangat indah jika sudah diterima dikeluarganya?

  5. Intinya jika terjadi hujan pada malam minggu, justru malah membuat pacaran lebih romantis. Cinta tidak hanya diucapkan lewat kata-kata, tetapi juga lewat tindakan dan perjuangan, keren banget datang hujan-hujan, pastinya so sweet sekali. Itu yang salah peluk, wkwk, ternyata suaminya macho tapi mengedipkan sebelah matanya, wkwk. Tulisannya lucu dan menarik 🙂

  6. Kalo ada orang yang masih mengharapkan hujan di malam minggu. Itu cuma jomblo ngenes dan ditambah ga punya temen pula. Hehe. Malem minggu kan ga selalu dihabiskan cuma buat pacar. Untuk yang sendirian seperti gue biasanya mah nongki santai sama temen-temen. Dan menurut gue, itu jauh lebih asyik. Karena sering tertawa bareng. 🙂

  7. Hujan sama enggak hujan sama aja sih. Soalnya kalo malam minggu juga dirumah aja, walaupun kadang main sama temen. Soalnya rumah doi jauh akhirnya nggak pernah malem mingguan. Buakannya nggak mau berjuang buat nemuin dia, tapi emang males sih 😀

    Ya masalah do’a turunin hujan kan belum tentu dikabulin. Eh tapi kalo yang do’a banyak kayaknya dikabulin deng.

    1. Perjuangkan cintamu teman, jangan sampai orang yang memperjuangkan wanitamu.

      Maka dari itu, gue berterimakasih kepada mereka yang berdoa.

  8. Baca beginian lalu saya baper, keingetan sering naik motor sama seseorang terus keliling bandung, mau hujan mau panas, mau punya uang mau engga, mau makan dimana juga, mau…. udah ah udahan aja ngomen nya 😐

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s