Akhirnya, Resolusi Itu Terwujud

Gambar di atas adalah tampilan luar buku pertama gue, YEAAAHHH.

Ini resolusi tahun 2014. Sejak awal ngeblog niat gue untuk melatih ketajaman tulisan dan olah kata kedalam sebuah cerita. Meskipun dulu cuma asal curhat doang, dan nulis puisi gak jelas tanpa makna. Tapi, gue menikmati proses itu untuk terus belajar menggabungkan kata demi kata menjadi kalimat yang enak dibaca dan mudah dipahami. Juni 2015 gue udah ngeblog selama 2 tahun dan ternyata udah banyak juga tulisan di blog ini.

Memang gak bisa gue pungkiri kalo Raditya Dika mendoktrin gue untuk menulis. Novel Cinta Brontosauruslah yang membuat gue ingin menulis novel serupa, novel komedi. Gue mulai menulis apapun yang gue pikirkan, gue semangat banget dulu untuk menghidupkan laptop-ms.word-lalu menuliskan apapun yang gue pikirkan.

Kotor, gak jelas, dan berantakan. Like a trash.

Tapi karena ambisi gue untuk menerbitkan novel, gue mengirimkan naskah sampah yang gue tulis ke penerbit dengan mengirimkan print outnya. 6 bulan kemudian ditolak dan naskah sampah gue dikembalikan. Hasilnya, gue berhenti nulis dan gak yakin bakalan bisa menerbitkan novel.

Cemen.

Padahal itu juga karena kebodohan gue. Mencoba sesuatu tanpa mengetahui dulu teori tentang sesuatu itu.

Gue kurang belajar dari banyak novel. Gue cuma baca novel Cinta Brontosaurus lalu langsung ngetik asal di ms.word. Gak tau tata cara menulis novel yang benar, apa yang harus gue persiapkan untuk menulis novel?, apa itu premis?, apa itu sinopsis?, apa itu outline?. Gue gak tau itu. Gue cuma nulis, nulis, nulis dan jadi sampah di hardisk.

Terus setiap bulan gue menargetkan membaca 1-2 novel. Ya, demi menguasai banyak kosakata biar apa yang gue tulis gak membosankan dan diulang-ulang. Ada larangan juga dari Melly karena gue selalu beli novel tiap bulan, tapi gak ada beli sepatu untuk jalan – jalan. Tapi tetap aja gue selalu beli novel, sampe akhirnya dia bosan ngelarang gue, dan dia beliin gue sepatu waktu gue ulang tahun.

Semakin banyak baca novel juga gue barengi dengan menulis lagi di blog. Semangat gue kembali hidup tapi tidak penuh ambisi seperti diawal. Gue mulai mencari tau tentang tatacara menulis novel yang benar begitu juga dengan istilah dalam dunia pernovelan. Setidaknya gue tau teori tentang menulis novel walaupun sedikit. Praktek memang perlu, tapi jangan pernah lupakan teori yang mendasarinya.

Gue ngikutin banyak lomba, baik di blog ataupun lomba yang dikirim via email. Berharap menang, taunya gak menang, gue sedih lagi. Bener – bener cemen. Sampe ada satu lomba yang akhirnya gue masuk kategori 30 besar. Lomba menulis komedi dari Medpressfiksi yang menjadikan gue sebagai finalis 30 besar dan tulisan gue dibukukan bersama finalis lainnya. Gue udah pernah mengulasnya di sini

Gue juga belajar cara menulis cerita komedi dari standup comedy. Teknik dalam penulisan materi standup comedy hampir serupa dalam penulisan novel komedi. Karena teknik callback yang gue terapkan untuk menulis cerita komedi menjadi tombak naskah novel gue diterima penerbit.

“Halo Wahyu, cerita kamu menarik. Ini udah ada naskah fullnya belum?” Pesan di inbox facebook gue

“Belum mas, baru jadi satu judul ini aja”

“Kebetulan Medpressfiksi lagi nyari naskah komedi, saya mau ngajuin judul ini ke rapat redaksi karena ceritanya lucu. Tapi saya gak bisa memastikan kalo akan diterima, saya cuma editor.”

“Iya mas, gpp kok” Gue pesimis

“Kalo seandainya diterima, kamu bisa gak ngirim naskah utuhnya dalam sebulan atau secepatnya?” Seakan ini jawaban dari ke-pesimis-an gue.

“Bisa mas, bisa.” Gak ada yang gue pikirkan waktu itu selain naskah gue bisa diterima

“Oke, besok akan saya ajukan ke rapat redaksi dan selesai rapat akan saya kabari ke kamu. Tapi ingat, saya gak bisa berbuat banyak”

“Iya mas, terimakasih mas Gari.” Secercah harapan muncul. gue tersenyum kecil.

Karena percakapan singkat itu gue bisa mengambil 2 kesimpulan.

1. Kalo naskah gue diterima, gue harus bisa menyelesaikan naskah seperti yang dimau penerbit dalam rentang waktu yang cepat.

2. Kalo naskah gue gak diterima, gue akan jadi orang yang cemen lagi dengan bilang “Gue memang gak bisa nulis cerita yang menarik.”

Sebulan gue menulis cerita yang jumlahnya judulnya sama dengan umur gue tahun ini. 20 judul dengan durasi cerita yang minim. Walaupun judulnya banyak, ceritanya itu cuma 5 – 6 lembar doang. Gue buatnya seperti untuk manggung standup comedy aja. Ketika tulisan gue udah memenuhi jumlah halaman minimal di penerbit Medpressfiksi, gue pun mengirimkan naskah itu.

Belum ada pernyataan kalo naskah gue diterima. Mas Gari (Editor Medpressfiksi) ngomong kalo naskah gue terlalu singkat ceritanya. Jadi pembaca baru aja mau nikmatin, eh ceritanya udah abis. Mas Gari minta gue untuk memikirkan dan menulis ulang ceritanya. Judul gak perlu banyak – banyak, tapi ceritanya yang dibanyakin.

Dan ternyata slogan ini benar “Write is rewriting”

Gue diamin naskah itu selama seminggu. Gue masih capek menulis dan mengingat lagi masa – masa yang pernah gue lakuin untuk gue tuliskan. Novel pertama gue ini semuanya berasal dari pengalaman pribadi dengan bumbu tambahan yang membuatnya makin enak untuk dinikmati. Setelah hibernasi selama seminggu, barulah gue jamah kembali laptop dan gue utak atik lagi naskah yang masih sampah ini, tapi kali ini sampahnya bisa didaur ulang.

20 judul tadi gue kerucutkan jadi 10 judul dengan durasi cerita 9-10 halaman. Halamannya gak nambah banyak sih :D, tapi okelah. 2 minggu tahap revisi, gue lalu mengirimkan lagi naskah itu ke mas Gari. Dalam 2-3 hari kedepan gak ada kabar dari mas Gari perihal naskah gue.

Sekali lagi, gue pesimis. Cemen.

Yaudahlah, semakin gue memikirkannya, gue akan semakin berharap naskah itu diterbitkan. Gue gak mau berharap banyak sama naskah itu, yang penting gue udah usaha tapi belum beruntung. Gue gak memusingkan lagi tentang naskah itu, gue tetap semangat ngeblog sambil sekali – kali mencoba menulis komedi lagi di ms.word tanpa sinopsis dan kerangka cerita, jadinya tulisan itu tulisan sampah lagi.

Jumat yang syahdu di bulan November 2014 disore yang sedikit mendung karena asap, hp gue ditelpon sama nomor yang tak dikenal. Biasanya gue akan mereject telpon dari nomor yang gak dikenal kalo dia gak sms duluan kecuali yang nelpon itu nomor telpon bukan nomor kartu yang biasa kita pake di hape. Jadilah gue angkat, gue yang baru bangun tidur gak begitu mendengar apa yang diucapkan sama penelpon.

“Halo Wahyu, saya Gari Rakai Sambu dari Medpressfiksi mau ngasih tau kalo naskah kamu diterima dan akan diterbitkan…….” gue langsung memotong pembicaraan

Efek dari bangun tidur adalah gue gak yakin gue sedang di dunia nyata, “Gimana mas Gari?”

“Gini, naskah yang kamu kirim ke saya diterima medpressfiksi dan akan diterbitkan.”

“Ini seriusan mas?” gue langsung duduk, ngeliatan temen gue yang lagi asik main game di hapenya dan gue ngucek – ngucek kepala……temen gue.

“Iya.” Kata mas Gari di seberang telpon sana, dan dia menjelaskan lagi apa – apa yang harus gue lakukan untuk tahap selanjutnya. Sementara itu…

“Woy udah dong, jangan acak – acakin kepala ku lagi, kampret”

Gue mencari asal suara, dan ternyata itu suara temen gue “Hehe maaf Wanda, aku lagi senang soalnya”

*********

Novel pertama gue juga udah ada di beberapa toko buku online dan offline (Gramedia). Untuk online ada dibeberapa toko dibawah ini.

BELBUK.COM = http://www.belbuk.com/cinta-gagal-paham-p-41756.html
PARCELBUKU.NET = http://www.parcelbuku.net/fiksi/cinta-gagal-paham/
KUTUKUTUBUKU.COM = http://kutukutubuku.com/open/47532/cinta_gagal_paham
GRAZERA.COM = http://www.grazera.com/fiksi/cinta-gagal-paham-38982.html
BUKUKITA.COM = http://www.bukukita.com/Humor/Umum/133647-Cinta-Gagal-Paham.html
BUKABUKU.COM: http://www.bukabuku.com/browses/product/9789794050064/cinta-gagal-paham.html

Ayo ayo silahkan PHPin gue dengan ngomong kalo kalian akan membeli novel ini 😀

Advertisements

79 thoughts on “Akhirnya, Resolusi Itu Terwujud

  1. Ciyee.. Selamat ya bang Wahyu. Akhirnya resolusinya bang wahyu tercapai, bisa mengeluarkan buku sendiri. Kayaknya sudah jadi impian semua blogger buat bikin buku sendiri

    Dilihat dari itu terlihat sih walau pesimis tapi ada semangat buat ngerevisi. Terus baca-baca novel buat tambah refrensi. Salut sama usahanya

    Semogq sukses ya bang bukunya..

    • Alhamdulillah 🙂

      Sepertinya iya. Blogger belajar menulis dari komentar yang ada. Semangat dan jangan mneyerah karena masalah kecil.

      Amin semoga saja 🙂

  2. Wih, satu lagi kisah blogger yang udah mewujudkan impiannya yang sangat menginspirasi gue untuk terus nulis dan nulis.
    Satu hal yang gue pelajari dari Abang. Bahwa kita harus konsisten nulis. Gagal, lalu menjadi pesimis, tapi karena konsisten, akhirnya bisa berhasil menerbitkan bukunya sendiri. Congrats bang!!
    Semoga gue juga bisa nyusul lu. Mewujudkan impian gue yang masih belum terwujud ini. 😀

    • Lanjutkan!!

      Tetap semangat untuk menulis. Sapatau ada editor kepincut. Iyaap, harus konsisten kalo menulis, karena menulis adalah proses bukan hasil.

  3. Wih, keren, selamat bang :)) salut sama semangatnya. Ini semakin bikin aku greget untuk menyelesaikan novel yang baru beberapa halaman aja, haha (tapi gmn jalan cerita awal untuk tiap babnya insyaAllah uda beres). doain ya bang wahyu. sekali lagi, congratulation ! omedetou ! selamaaaaat XD *ikutseneng

    • Tengkyu Fauziah..

      Haha selesaiin naskahnya dong biar gregetnya terobati. Amin, semua orang memiliki kesempatan.

      Ohayo Gozaimasu *Kenapa selamat pagi coba*

  4. Congrats yak. Impian itu emang perlu diperjuangin. Tanpa menyerah. 🙂
    Huhuhu. Resolusiku belom terwujud. Ini masih digarap. Masih proses. Bikin buku juga. 😀

    Dan semangatmu itu perlu aku tiru. huaaa…

  5. wah. Perjuangannya panjang juga ya…
    Dapet info dari editor aja kalo gw udah jingkrak2 seneng bnget tuh. Apalagi kalo diterima. Moga suatu saat kenyataan. Selamat ya mas wahyu. Moga tetep produktive.

  6. Kereeeen Yu 😀 Kemarin waktu kuliah, gue mbangga-mbanggain lo didepan temen-temen gue sekalian mpromosiin buku lo 😀 hebat banget lo Yu 😀

    Nanti kalau jalan ke gramed, pasti gue beli Yu 😀

  7. keren nih pengalamannya, akhirnya bisa menerbitkan buku. Menurut gue pelajaran yang bisa dipetik banyak banget, salah satunya adalah jangan mudah menyerah. Gue jadi terinspirasi mengikuti lu bang, keren banget bisa nerbitin buku, mantap 🙂

  8. Cie… udah punya buku, selamat ya 😀

    Lain kali pesimis sama cemennya dikurangin tuh, kali aja nanti punya buku sebanyak Radit 😛

  9. Wohhh gokiiillll lu yu… Diem-diem udah nerbitin buku aja, gue kirain cuma fokus ke food blogger doang. Kerenn.. Kerenn.. 😄

    Nanti gue PHP-in beli bukunya deh. *eeh gak..gak.. Nanti deh kalo ada rezeki. Doa’in aja. 😀

  10. Akhirnya 😀
    setelah melalui perjuangan yang panjang dan revisi yang ribet, kini sudah berbuah manis.. haha
    Inspiratif bgt bro buat saya yang kini sedang mencoba menulis buku juga, meskipun bukan novel 🙂
    Mohon doanya bro, semoga nanti saya juga bisa nerbitin buku sepertimu 😀

    desain cover dari medpressfiksi keren juga, wah cuma terima naskah fiksi doank yang di sana 😮

    • Semanis senyuman pacar.

      Apapun yang ditulis, jangan berhenti sebelum tercapai.

      Iya, medpress fiksi menerima buku fiksi aja. Bentang Pustaka nerima non fiksi keknya itu, banyak juga penerbit yang nerima nonfiksi.

  11. Wah kalo ada di gramed kayaknya gua bakalan beli nih. Tentunya setelah gua bayar domain blog gua dulu. Bwehehe..
    Selamat meeen!! Gua jadi punya temen yang bisa dibanggain kalo jalan ke gramed sama orang lain. ‘Eh tuh liat ada buku temen gua!’
    Yoi kan.

    • Haha urus aja dulu masalah domain, biar gak balik ke WordPress(dot)com lagi.

      Tengkyu meeenn. Yoi banget, tapi gue masih pemula banget, belum pantes dibanggain dah.

  12. Wah selamat ya udah berhasil nerbitin buku pertamanya.
    diliat dari ceritanya walaupun pernah ditolak, lo orangnya,terus berusaha dan berjuang,dan walaupun lo sempet ngalamin, yang namannya pesimis. tapi pada akhirnya perjuangan dan usaha lo menjadi kenyataan juga bisa nerbitin buku. gue salut sama lo sekali selamat ya.
    dan berkat lo gue jadi lebih termotivasi lagi untuk membuat buku.

  13. Inikah yang disebut hasil dari usaha yang keras. Perjalanan nerbitin buku, emang sering banget ngebuat orang kagum akan tingkat kesulitannya. Malah, kadang cerita kita diremehkan. Dan yaa begitulah. Dunia masih menguji kita.

    Semoga, dengan adanya terbit buku lu, yu. Bisa makin semangat jadi food blogger, dan semua2nya, deh.

    Asli, anak BE makin pada keren2 ni. Semoga, ya. Banyak yang beli.

    • Iya “Kerja keras tak akan menghianati” kata JKT48.

      Ceritanya sih gak begitu banyak, tapi proses menulis ceritanya memakan waktu yang begitu lama.

      Amin, semoga banyak yang beli. Betul banget, member BE pada keren – keren.

  14. Lumayan banyak hambatannya ya mas pas mau nerbitin. Beberapakali sempat pesimis juga gara-gara lama enggak dihubungin. Tapi emang usaha keras itu enggak menghianati. Kalau kitanya niat dan terus berusaha ya jadinya gini. Selamat ya mas 😀

    Nanti deh mas, kalo dikotaku tiba-tiba dibangun gramedia pasti aku beli :p

  15. Ternyata dugaan gue bener nih. Pas gue liat ni buku di bukabuku.com, gue kok kayak kenal nama penulisnya ya.. ini wahyu yuwono anak BE bukan ya? Sayangnya gue enggak ngelanjutin kekepoan gue.. iya, karena gue pikir nama Wahyu itu pasaran banget hahaha

    Setelah baca ini ternyata ini beneran tulisannya elo, 😀
    btw, mungkin pembaca blog lo perlu dikasih sedikit isi dari buku lo, minimal kasih alasan kenapa pmbaca harus beli buku lo.. sukses ya! keren udah jadi penulis beneran! Semoga yang lain bisa segera nyusul!

    • Nama gue memang terdengar pasaran bang :(, kalo tertulis @wahyuyuwono_ itu cuma gue yang punya. Gpp bang Edotz, namanya juga gue jarang promo di BE jadi kurang diingat 😀

      Iya bang Edotz, postingan berikutnya gue mau bahas sedikit mengenai isi dari buku itu. Ya, semoga menambah rasa penasaran dari pembaca sehingga menimbulkan rasa ingin membeli 😀

  16. wuahhhhh keren bro perjalanan karir menullis yang mantap. usaha keras selalu selalu tak pernah mengkhianati hasil. jadi terinspirasi gue buat nyelesaiin novel gue sendiri yang gak pernah sampe selesai hahaha

    • Alhamdulillah 🙂

      betul banget, tetap berusaha dan berdoa untuk kelancarannya. Haha harus menyelesaikan sesuatu yang sudah dimulai bro..

      Semangat!!

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s