Keluar Bentar · Kuliner

Aku, Kamu, dan Bikers Cafe

Lupakan soal kuliah dan magang, karena ini weekend. Yuk ngopi.

Weekend minggu lalu gue sama Melly mencurahkan segala kerinduan kita di malam minggu nan syahdu dan air hujan yang deras. Kita kehujanan dan berhenti di depan ruko beserta beberapa orang lainnya. Apa yang kita lakuin setiap malam minggu juga hampir sama. Kulineran, nyari tempat baru untuk foto – foto. Kalo ada foto yang bagus, di share ke media sosial dan pamer sama orang kalo gue udah kesini.

Malam minggu kemaren alhamdulillah cuaca mendukung kita untuk bersama lagi. Gak hujan, gak ada badai, dan gak ada jomlo yang nyanyi ‘Aku mah apa atuh’ di zebra cross traffic light. Kegiatan kita? sama seperti yang lalu, kita kulineran, mencoba mengeksplor lagi kuliner yang ada di Pekanbaru. Gue sama Melly memang gak mengusung tema tentang kuliner asli daerah Pekanbaru, kita lebih sering berkunjung ke tempat yang punya akun Instagram.

Kenapa? biar bisa tag dia kedalam gambar yang kita upload. Intinya, mau pamer aja :D.

Waktu menunjukkan pukul 17:06 WIB, gue udah sampe di depan kos Melly. Nungguin Melly beberapa menit sebelum dia menyelesaikan urusannya dengan segala penampilannya yang selalu buat gue bersyukur bisa menjadi bagian dari perjalanan kehidupannya. Wanita cantik satu ini yang telah mengubah separuh kehidupan gue dari kelas 1 SMA. Dari gue yang cupu, botak, dan itam menjadi Wahyu yang lebih baik dari semua itu. Meskipun soal kulit yang agak gelap, gue belum bisa mengubahnya secara penuh.

Tapi, apa yang gue rasain tentang Melly, gak pernah di pengaruhi warna kulit. Ini soal hati.

Kita pergi menuju Bikers Cafe.

Dari namanya aja udah ketauan kalo nanti dekorasi dari cafe satu ini akan di isi dari komponen bikers. Ternyata benar, pertama kali masuk ke dalam cafenya, kita udah disambut sama Vespa biru yang mejeng cantik menyambut tamu. Gue gak tau kalo ada tempat penitipan helm di dalam cafe, jadi helm masih di atas motor, untung aja masih aman.

Tempatnya asik, keren dan bagi gue terkesan romantis. Memang bukan dengan candle light dinner yang menjadi andalan di cafe ini. Gue ngomong romantis dari warna lampu yang dipasang. Tidak begitu terang namun gue masih bisa melihat indahnya pancaran tatapan mata Melly. Dalam waktu yang bersamaan, menatap mata Melly gue merasakan kebahagian yang mendalam.

Gue memilih meja kecil di sebelah kanan cafe. Ada kursi yang terbuat dari kotak kayu lalu dilapisi dengan kain berbahan jeans, gue duduk disana. Di tengah ruangan, ada alat permainan catur yang nangkring dengan tenangnya, menunggu orang untuk mengambilnya. Kalo di tengah rak tadi di tambahkan beberapa aksesoris pasti akan menambah manis interior Bikers Cafe.

Pelayanan di bikers cafe juga ramah, nyaman, dan yang lebih asiknya mereka gak mandang gue aneh karena gue terlalu asik motret makanan dan minuman. Setiap mau motret hasilnya gak semenarik yang gue mau. Gue milih angle yang baik, jadi motretnya itu berkali – kali. Berkali – kali motret akhirnya membuahkan hasil yang lumayan bagus. Skill motret gue masih di bawah rata – rata. Maklumlah, gue cuma pemotret pemula dan kamera yang masih menggunakan lensa standar.

Jadi, hasilnya ya masih di bawah standar juga πŸ˜€

Sejak menginjakkan kaki di Erber Coffee dan menikmati aroma coffee, gue jadi semakin suka sama aroma coffee. Bagi gue, ada ketenangan yang gue rasakan saat menghirup aroma kopi. Untuk saat ini gue sering memesan Latte. Seperti di Bikers, gue juga memesan itu dengan nama yang ditambahkan kata ‘bikers’. Jadi namanya Bikers Coffee Latte.

Bikers Coffee Latte: 20K

Latte artnya sedikit rusak. Terlalu penuh sepertinya. Gue juga menikmati setiap art di latte ini, selalu timbul rasa ingin mengabadikan momen saat melihat latte art. Mau belajar cara membuatnya, tapi gue belum berani mengajukan diri ke beberapa cafe yang telah gue datangi untuk mencoba membuat coffee latte, takut gak dibolehin. Gpplah kalo gue masih jadi penikmat.

Sayang buat Melly yang harus merasakan kopi. Melly memesan Frappe Oreo. Ya, bagi gue rasa kopi di Frappe Oreo ini sedikit dan lebih banyak rasa manis. Lalu, gue suruh Melly mencicipi Coffee latte yang gak ada rasa dan pahit menurut Melly. Gue berharap dia merasakan manis di Frappe Oreo, tapi tetap aja menurutnya Frappe Oreo itu cenderung pahit. Karena itu, gue akhirnya memesan air mineral untuknya.

Frappe Oreo: 27K

Kita berbeda, karena itulah kita bisa bersama.

Chicken Strips dan Siomay jadi pilihan kita untuk makanan.

Dengan pengeringan yang baik, tampilan Chicken Strips ini terlihat sangat krispi dan gurih. Namun setelah digigit, dagingnya lembut. Saos yang disajikan bersamaan dengannya jadi pasangan yang cocok, walaupun tanpa saos juga sudah enak. Gigitan pertama menimbulkan pesan untuk segera mencoba gigitan berikutnya dan menghabiskan chicken stripsnya. Enak sih.

Chicken Strips: 18K

Untuk siomay, gue suka di saosnya. Tekstur dari siomaynya lembut di luar dan dagingnya juga terasa setelah menggigit sampai ketengah. Kenyal dari siomaynya juga menambah kenikmatan saat mengunyahnya. Sekali lagi, gue pengen tau yang terjadi di bagian dapur saat proses masak makanan ini. Semoga lain kali boleh melihat – lihat, biar gue tau lebih banyak soal komposisi apa yang ada di makanan yang gue pesan.

Siomay: 17K

Untuk menikmati suasana romantis, membaca tentang sejarah bikers ataupun hanya sekedar menikmati pemandangan motor yang di pajang di cafe ini, silahkan datang aja ke Bikers Cafe. Lokasinya bisa lo liat di IG Bikers Cafe (link sebelum kalimat ini), atau langsung aja ke Jl. Durian no. 25.

Overall, malam minggu kemaren jadi malam minggu kesekian kalinya yang membawa kebahagiaan untuk Melly dan gue.

Gue baru bisa mereview dari apa yang dirasakan lidah, untuk berbicara soal komposisi dan bahan yang terdapat di dalam makanan dan minuman yang gue nikmati, gue belum bisa. Belum berani untuk bertanya lebih lanjut mengenai hal itu ke tempat yang kita datangi. Ini jadi tingkat yang harus gue capai, biar review gue lebih baik dari sebelumnya.

Gue Wahyu Yuwono, terima kasih.

Advertisements

41 thoughts on “Aku, Kamu, dan Bikers Cafe

  1. mas.. wahyu mesti postinganya bikin ngiler. tempatnya nyaman banget. kalo di daerah sini sih. masih jarang ada cafe ato sejenis kayak gitu. hiks. btw ignya folbek ya

  2. Ahh, dari awal kata ada pespa yang mampang apik di depan. Gue udah kebayang sama tempatnya. Karena gue mengurangi asumsi makan. Makanya, jajanan di Pekanbaru ini, gak gue jamah. Terlalu rumit untuk dijelaskan.

    Tapi jujur, coffe lattenya dengan lukisan itu, bikin kita selain aromanya gimana… gitu, ukir tangan yang apik juga, rasanya gak pengen minum tu coffe. *Seruputttt* Nyesss jelas enak yu.

    Oke, kali ini lu berhasil buat gue laper lagi setelah makan. “Nyari cemilan, ah..”

  3. wah, gile. unique banget bro cafe nya.
    harga makanannya juga besahabat..

    serius tuh pelayanannya ramah dan nyaman?
    kalau gitu, tempat ini pasti asik banget buat dijadiin tempat tongkrongan.

  4. kok yang gue lihat di fotonya bukan vespa ya ? keliatanya itu kaya moto gp warna merah. hehehe

    Frappe Oreo mahal banget ya,padahal katanya rasanya pait. apa yang mahal karena ada oreonya hehehe

  5. Kopi, somay, trus ada makanan apa lagi tuh keliatannya enk tapi mahal euy. Hhe kalo di traktir mau nih. #lagiNyariGratisan hahaha

  6. Niat banget ya makannya di tempat yang ada IGnya hehehe

    btw, mas wahyu ini hobinya bikin para jomblo iri aja ya, postingannya tentang kencan mulu, ati ati ntar putus banyak kenangannya loh hehehe

    itu siomay 17k ajib banget, depan kostan gue cuman 5K padahal haha

    1. Haha, biar bisa pamer aja bro…

      Makanannya mahal karena suasana tempatnya aja bro. gue juga sering kok beli batagor pinggir jalan. Kek gini kalo ada duit aja. πŸ˜€

      Tengkyu udah mampir

  7. Konsep cafe nya unik banget,
    penggemar motor ky nya bakal sering nongkrong di situ πŸ˜€

    wow kopi :3
    Jadi pengen nyicipin menu yang berbau kopi di sana, ehehe

    Btw harga minumannya di atas rata-rata nih,
    harga makanan nya malah lebih murah masa, wkwk tp saya jamin kualitas minumannya pasti oke banget tuh πŸ˜€

    1. Sering jadi tempat gathering juga sih di cafe ini.

      Gak harus di sini nyicipinnya :D, kalo ada coffee shop di tempat lo pasti lebih enak, karena dekat.

      Hahaha iya, gue aja kalo lagi bosen dan ada uang baru kulineran.

      Tengkyu udah mampir

  8. Frappe oreo nya kelupaan dikasih gula apa beneran pait ya… jadi penasaran. Sebagai penggemar siomay, itu siomay tergolong mahal hahaha. Tapi tempatnya boleh lah, rekomen buat nongkrong dan pacaran disana πŸ˜€

    Eh iya, makasih udah ikutan GA nya!

    1. Gak kok kak, lidah Melly aja yang ngerasa itu pait karena dia gak suka kopi. menurut aku sih manis rasa Frappe Oreonya.

      Hahaha iya, memang mahal. Iya, aku kan mau pamer aja trus tag IG cafenya deh πŸ˜€

  9. Itu caffenya kesannya beneran romantis? Bukan macho-macho gimana gitu?
    Keren banget caffenya. Jadi pengen main kesana, tapi jauh banget di pekanbaru.
    Seru kayaknya ya, bisa nikmatin kulineran berdua sama orang yg kita sayang πŸ˜€

  10. Ya uda ku masukkan lagi lah yaaaa ke dalam list.. Jadi pas ke Pekanbaru bisa maen ke sana.. Hihihi πŸ˜› *lalu ditodong kemek-kemek sama Wahyu en Melly* *glek!*

    Siomaynya emang kecil apa efek foto sih, Yu? Tapi kalok rasanya oke sih ngga papa. ._.

  11. Selalu suka sama resto dengan nuansa vintage, cocok buat nongkrong pas awal bulan emang.
    Mau jadi barista juga? Latian aja bikin latte pake kopi sachet. :mrgreen:

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s