Di Situ Kadang Saya Merasa Senang

Bahagia itu sederhana.

Senyum yang kita lontarkan ke orang di sekeliling kita akan membuat mereka senang dan kita bahagia. Sangat sederhana, tapi dampaknya besar. Senyum, satu kegiatan yang menyadarkan kita bahwa kehidupan ini perlu untuk disyukuri dan di manfaatkan sebaik – baiknya. Inilah yang dikatakan Wikipedia tentang senyum, “Senyum itu datang dari rasa kebahagian atau kesengajaan karena adanya sesuatu yang membuat dia senyum, Seseorang sendiri kalau senyum umumnya bertambah baik raut wajahnya atau menjadi lebih cantik ketimbang ketika dia biasa saja atau ketika dia marah.”

Jadi, masihkah kita dapat berbagi senyum?

Sebagai blogger yang gak jelas kapan gue mau buat postingan baru, gue selalu bahagia ketika pageview tidak berubah. Itu memberi sinyal ke gue bahwa masih ada orang yang akhirnya tersesat di blog ini karena google menyarankan mereka membuka blog ini. Pageview yang tetap termasuk satu kebahagian yang gue rasain ketika membuka dashboard blog.

Meskipun pageview kebanyakan dengan pencarian yang sama, dan dari banyak postingan hanya beberapa saja yang tetap menjadi idaman para pembaca di luar sana. Bukankah itu memang sudah hukum alam yang tak dapat diubah? Kita, bukanlah siapa – siapa di antara banyak orang diluaran sana kalo kita tidak unik ataupun bersinar. Para selebriti yang mukanya sering nongol di TV, mereka itu contoh dari hukum alam yang terjadi dengan beberapa postingan di blog ini.

Gue tau kalian juga merasakan hal yang sama, beberapa postingan baru yang kalian buat tidak bisa menjadi terkenal dibanding dengan postingan yang sudah lama. Kenapa? Karena remaja sekarang suka dengan sesuatu yang instan. Nilai yang instan, kepintaran yang instan, dan keindahan yang instan, namun sebentar. Indonesia terkenal dengan pengguna internetnya yang perkembangannya sangat cepat. Karenanya, beberapa orang cenderung ingin mendapatkan secara cepat atau instan tadi. Segala infromasi yang dibutuhkan ‘harus’ didapatkan secepat mungkin.

Ya, kita menyukai hasil daripada proses.

Padahal, proses itu membangkitkan semangat kita untuk terus mencapai hasil yang maksimal.

Bahagia itu mudah, asal kita udah bisa untuk tidak iri dengan keberhasilan orang lain. Hidup bukan soal bagaimana kita membicarakan keburukan orang lain, dan menganggap kita baik. Tapi, hidup adalah cara untuk membuktikan bahwa kita mampu menjalankan tugas dari Sang Maha Pencipta, dan menjadikan kita lebih baik serta bermanfaat bagi sekitar.

Gue senang ketika ada orang yang membaca blog gue lalu memberi komentar. Pageview hanya segelintir kebahagian buat gue. Kenapa? karena pageview hanya orang yang kesasar lalu pergi lagi. Berapa kali blog gue di akses, itulah yang dicatat menjadi pageview. Gue juga senang, ketika orang tau gue karena postingan di blog ini.

Di situ kadang saya senang.

Jam 2 jum’at siang, gue masih duduk santai di kursi yang di tinggalkan pemakainya. Jika kursi punya perasaan, dia pasti sudah menangis tersedu karena tau pedihnya perpisahan. Waktu terasa begitu lama saat kebosanan merasuki hati dan pikiran, sampe Raisa juga tau menunggu itu tak ada artinya. Gue mamainkan smartphone, membuka aplikasi Instagram lalu sekedar like beberapa foto yang gue anggap bagus dan mengkomentari foto yang gue suka.

Meskipun lo temen gue, kalo foto yang lo unggah ke Instagram menurut gue adalah foto asal yang tidak harus diberikan like, gue gak akan ngelike. Kenapa? Karena kebohongan tak selamanya indah.

Selesai gue komentar, ada notifikasi di akun Instagram gue. Sebuah balasan komentar dari orang yang fotonya gue komentarin. Akun Instagram tersebut milik satu tempat nongkrong yang pernah gue tulis reviewnya di blog ini. Erber Coffee tempat yang menjadi destinasi wisata kuliner gue bulan desember tahun lalu. Yang membuat gue senang adalah Erber Coffee tau gue dari postingan di blog ini. Postingan itu tahun 2014 di bulan Desember tepatnya tanggal 22. Sekarang, mereka masih mengingat gue.

Kenapa? terdengar biasa saja? Kan udah gue jelasin dari awal, bahwa bahagia itu sederhana.

Karena tolak ukur bahagia bukan harta yang berlimpah, tapi sedikit ingatan dan perhatian bisa membuat kita mengerti bahwa kebahagian itu milik semua orang.

Gue Wahyu Yuwono, selamat berakhir pekan sambil mencium aroma wangi kopi.

Foto ini gue capture dari postingan Erber Coffee di Instagram

Advertisements

28 thoughts on “Di Situ Kadang Saya Merasa Senang

  1. Emang, sih sederhana. Lu udah ngereview dan ternyata blog dibaca sama mereka. Sebagai blogger ragional Pekanbaru, gue ikut seneng punya temen kayak lu, yu.

    Semoga pageviewnya tetep netral, meski jarang post. Lu pasti punya populer post yang jelas membuat pembaca baru ataupun lama menjadikan tulisan itu menjadi top view.

    Sukses, ya yu. πŸ™‚

    • Ah masa sih bg? Yakin nih seneng punya teman kek aku πŸ˜€

      Gak netral bangetlah, ada naik dan turun, tapi gak drastis. Amin, sukses juga bang Heru.

  2. bener bahagia itu sederhana,dengan memberikan kita senyum dan orang kita berikan senyum merespon kita dengan senyum balik,itu juga udah membuat kita bahagia. πŸ™‚

    bener juga walaupun pageview kita meningkat,tapi yang memberikan komentar tak sebanding dengan jumlah peningkatan pageview,disitu kadang saya merasa senang πŸ˜€

  3. Emang ada sih postingan yang selalu jadi tempat nyasar para pengguna google.. dan biasanya sih postingan yang itu-itu mulu. Kayak postingan di blog blogger energy yang ‘tipe cowok keren…’ yang apa gue lupa, bahkan pageview-nya udah nyampe 25ribuan… sadis.

    sama kayak nulis review buku dan penulisnya ternyata komentar, bukan karena mention tapi karena iseng2 search di googel.. itu aja udah bikin bahagia sih.

    Oh iya, gue juga kadang bahagia. kalo member BE pada pasang banner BE di blog.

    • 25 ribu, keren banget bisa rame begitu ya.

      “Tipe cowok keren yang mirip Wahyu Yuwono” gitu gak judulnya bang Edotz?. Gue belum ada review buku Lelaki Gagal Gaul nih, kali aja bisa dikomentarin penulisnya ya πŸ˜€

      Gue udah pasang bang, mari berbahagia.

  4. Ibarat kata, pageview itu nyawanya blogger (untuk beberapa orang). Kalo pageview sedikit, niat buat nulis udah susah muncul. Gua juga gitu, paling seneng kalo pv udah naik, minimal stabil lah. Semoga makin sukses ya bang

  5. haha ,emang bahagia itu sederhana banget. kalo orang jawa istilahnya, nggak neko-neko. yaa apa yang lo bilang itu bener sih, kalo senyum itu dapat membuat wajah makin ganteng dan cantik. apalagi ada yang bilang juga kalo senyum itu bisa menambah umur, dan senyum itu ternyata ibadah.

    waahh, pageview blog yaa. dari situ sih kadang gue juga merasa bangga kalo pageview blog gue bisa stabil nggak turun mulu ketika nggak ada postingan.

  6. iyaa bener sih, walaupun hidup sulit seharusnnya tidak melulu diisi dengan kesedihan. Masih banyak hal yang bisa membuat saya harus merasa senang πŸ˜€

  7. bntar, yu… gue kok masih ga paham sama, hubungannya antara hal instan sama postingan lama -,,,-

    yah, gue sndiri bahagia ketika tulisan gue dibaca orang lain. dia nggak komen blog gue, tpi bilang lgsg ke gue, seneng banget. apalagi klo dia ikutan komen juga, tmbah seneng tuh. tpi prnah sih, gue mikir, ‘kok yg komen postingan gue yg baru, lbih dikit dari postingan gue yg lama ya’. ini fikiran sesat, krena wktu itu gue mentingin komenan org ktimbang isi tulisan. wlaupun tulisan gue sampe skrg ga berbobot, tpi gue msih usaha supya kliatan keren gitu kok. ngejhehe

    gue blom pernah tuh nulis review kyak gitu. klo gue diundang trus dibayar, pengen deh gue tulis reviewnya. hahah

    • Hahaha udah gak usah dipikirin, gue asal tulis aja kok πŸ˜€

      Wah, kalo yang bilang gitu kebanyakan temen – temen gue aja. Pernah ada yang bilang “Udah kulineran kemana aja Yu?”, mungkin karena dia ngeliat postingan mengenai kulineran.

  8. Jujur, aku gak ngerti sih ini postingannya tentang apa. Di awal tentang senyum, lanjut ke pageview dan lanjut lagi ke coffee shop. Entah ku yang error bacanya gitu ya-__-

    Tapi ya emang sih, bahagia itu sangat sederhana. Aku liat foto kopi di ig itu aja bahagia. Hmm… look so delicious sekali yaaa. Nom nom nom!

    Maaf kalo komentar aku rada gak nyambung ya-_-

  9. Kalok mau diseriusin, mending buat blog yang khusus review makanan aja, Yu.. Jadi nichenya oke.. Kan kamu bisa dapet pendapatan dari iklan mandiri.. :3

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s