Martabak Asam Manis

Sebentar lagi mau Valentine.

Ada yang mau ngasi hadiah buat pacar? Kalo ngomongin hadiah, dulu gue bingung banget mau ngasi hadiah apaan untuk pacar, apalagi waktu gue pertama kali punya pacar. Gue mana tau tuh Valentine, ataupun perayaan monthsary (percayalah, ketika lo punya pacar, jangan sekali – kali melupakan tanggal penting, kalo lo gak mau ngejomlo lagi). Ngomongin soal hadiah, pilihan buat cowok itu sedikit, tapi sebaliknya untuk cewek yang banyak banget piihan. Cowok terlihat simpel hanya mengenakan kaos pilihannya dilemari, sementara cewek bisa berlama – lama didepan kaca karena baju, celana, dan sepatunya gak matching.

Dan sebagai cowok, dikasi hadiah apapun gue bakalan terima. Baik itu t-shirt, celana, jam tangan, sepatu bahkan novel yang notabenenya hanya sebuah bacaan. Nah, karena tahun 2014 kemaren gue sibuk mewujudkan resolusi ditahun 2013 yang pengen punya novel komedi dengan nama gue sebagai pengarangnya, gue membeli beberapa novel yang sesuai dengan genre apa novel gue nanti. Dari pertengahan 2014 gue mulai beli novel sedikit karena gue banyak kulineran bareng pacar.

Ada sesuatu yang harus dikorbankan untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan.

Baik, di awal 2015 ini gue beli lagi satu novel dari komika yang menetas dari SUCI 3, sebagai runner up. Here we go..

Fico Fachriza begitu nama yang tertulis di bukunya. Gue tau nama ini waktu nonton SUCI 3 itupun yang di youtube, bukan langsung di Kompas TV, karena memang dulu gak dapat Kompas TV.

Materi Fico di SUCI absurd, segala panggung mau di peluknya. Nah, materi absurdnya itu kebawa didalam buku ini. Total ada 10 bab didalam buku absurd ini yang bercerita tentang masa kecilnya sampe dia jadi runner up SUCI 3. Ceritanya bikin gue ketawa miris. Ternyata semua itu gak seperti yang terlihat. Di atas panggung Fico terlihat lucu dengan tubuhnya dan materi absurdnya, tapi didalam buku ini gue baru tau kalo dia itu mantan siswa yang suka tawuran.

Ya, cocok sih karena badannya begitu.

Ada beberapa bab yang berhubungan namun berbeda tema. Cerita dimulai ketika dia memiliki 3 cita – cita yang ingin dicapainya. Cita – citata pertamanya adalah punya banyak teman, kemudian punya pacar dan terakhir Fico mau jadi jagoan. Kalo gue baca sampe akhir, ketiga cita – cita fico ini tercapai.

Setiap bab di dalam buku ini dinamakan dengan bahan makanan, mungkin ingin mengambil ‘sound’ yang berbeda dari Raditya Dika yang semua bukunya disematkan nama binatang. Strategi yang menarik gue pikir, karena ketika lo udah menemukan ‘sound’ diri lo itu apa, maka orang akan lebih mengenal lo dengan apa yang lo citrakan. Dari banyak artikel yang gue baca untuk mencari sebuah inovasi adalah dengan tekhnik ATM (Amati-Tiru-Modifikasi).

Kisah percintaan Fico juga diceritakan disini. Gue berpikir apa yang terjadi ke Fico itu seperti sebuah anugerah. Cerita di masa SMP nya dia pacaran sama cewek yang hampir saja kena bola yang dia tendang. Bermula dari… Keknya gue gak begitu pandai menceritakannya, jadi gue kutip aja beberapa paragraf di bab yang gue maksud.

——

Bola mengenai tembok kelas meninggalkan noda hitam.

“Iiiiy, iiiih”

Tiba – tiba terdengar suara takut – takut manja gitu di telinga gue. Gue nengok ke sumber suara. Mata gue menemukan kilau cahaya yang memantul dari kilatan mata seorang cewek, tengah berdiri di pinggir lapangan. Gue terpaku karena pesona bibirnya yang basah merekah.

Damn! she so beautiful! Maniiis banget.

——

Nah, itu micro cuplikan dari sepenggal kisah cinta tragis seorang Fico Fachriza. Apakah dia akan dia bisa move on dari mantannya, jangan kemana – mana, tetap di Siluet. Sehitam Siluet.

Meski sejatinya gue gak ngerasain apa yang dirasain Fico, gue bisa mendalami dan mengkhayalkan apa yang dia tuturkan dalam setiap tulisan. Baik itu dalam keadaan sedih, senang, maupun galau. Kata – kata romantis dan motivasi juga tak luput dari perhatian gue kepada tulisan Fico ini. Dia benar – benar bisa mengambil manfaat dari setiap kejadian yang terjadi.

Contohnya ketika mereka mau lulus SMP, dan mereka diajak sama Pak Jaka (Guru BP) berenang, karena gak tau apa maksud dari pak Jaka, mereka pun bertanya. Setelah pak Jaka menjelaskan maksudnya, Fico menarik kesimpulan, “Cerai kan hidup orang tua, hidup gue harus tetap maju”.

Gue juga mengambil kesimpulan bahwa “Hidup akan dan harus terus maju, apapun masalahnya”

Cerita di bab terakhir tentang perjuangan Fico menjadi jagoan keluarga. Dia mengikuti SUCI di Kompas, dan menetas sebagai runner up di SUCI 3, karena jadi runner up dia jadi jagoan keluarganya. Ada sedih, ada senang, ada canda dan tawa, dan ada pula kegalauan didalam buku ini. For all, gue terhibur sama buku ini dan gue gak ngerasa rugi untuk membelinya.

“Meski tutup dan botol selalu bersama, jika air di dalamnya sudah habis maka sudah tak ada artinya” – Fico Fachriza

——

Udah ah, gue bingung gimana review sebuah buku. Tulisan gue aja masih kacau dan karena itu gue juga punya novel dengan nama gue sebagai pengarangnya. Buat Fico, buku lo bagus, maaf kalo ada kata yang buat lo tersinggung dalam tulisan diatas. Gue gak bisa begitu pinter mereview buku orang.

Tengkyu..

Advertisements

38 thoughts on “Martabak Asam Manis

  1. gw udah baca bih bukunya.
    ternyata dibalik keceriaan seorang fico tersimpan masah didalam rumahnya, tapi masalah itu malah jadi materi menarik yang akhirnya dibuat buku. Setelah baca buku ini, gw baru tau kenapa muka fico beda sama abangnya yang sesama jebolan SUCI.3, mereka ternyata beda ayah

  2. udah baca sebagian, yang bab pertama tentang telur itu.koplak sih, bener-bener fico banget. tapi masih gak mau beli bukunya :D..
    kadang buku bisa jadi media buat cerita sisi lain dari diri kita. Aseek 😀

  3. Fico. Manusia ajaib dari suci 3. Itu sebutan gue buat dia.

    Kemaren gue sempet baca buku ini. “Iya, punya temen.” Nah, dari situ, gue lumayan mengerti cerita yang fico sampaikan. Secara keseluruhan emang bener kata lu yu. Fico udah nemu ciri khasnya dan itu modal yag bagus banget menurut gue. 😀

    4 Jempol buat fico. 🙂

  4. kirain emang tentang martabak beneran loh,, udah ngira bakal ngeliat foto martabak, eh nyatanya buku toh xD

    udah lama gak ke gramed jadi gak tau ada buku baru, termasuk fico ini, mukanya si familiar, suka nonton di standup, baru ngeh namanya fico 😀

  5. Mas wahyuuu, ada yang typo tuh di cuplikan pertama. Hihihi.
    Bukunya si Fico emang keren ya. Gue aja belum baca tapi udah dirusuhin temen-temen katanya bagus. \:D/

  6. kayaknya bukunya menarik.aku belum sempet baca.
    entah kenapa aku kalo abis baca review buku atau novel di blog temen pesti abis itu pengen beli hemmm.
    kayaknya aku ini tipikal orang indonesia banget. Mudah terpengaruh.

  7. Ngga papa. Ngga pinter bukan berarti ngga bisa kan ya? Yang penting kan mau belajar.. 😀 Aku belom pernah baca buku ini, tapi sering denger.

  8. Belum baca bukunya, tapi kayaknya bagus ya.. Jadi pengin punya…

    Reviewnya lumayan bagus. Dikasih kutipan dari bukunya juga.
    Soalnya aku aja belum pernah bikin review buku. Nggak mudah kyaknya, ya. 🙂

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s