(Apakah aku) Amnesia?

Gue suka warna biru.

Kata pembuka yang gak jelas. Gue lagi berusaha jadi orang antimainstream, tapi gagal karena gue suka warna biru yang banyak disukai orang, sampe dua perusahaan besar seperti facebook dan twitter juga make warna biru. Katanya sih warna biru memberikan kenyamanan tersendiri bagi yang melihatnya. Awu ah.

Skip aja.

Liburan gue singkat banget, cuma seminggu. Tapi gue merasa lebih berkesan liburan kali ini. TV hadiah dari LelangBejo gue kasi ke oom gue, gue udah punya tv yang sama, jadi gak begitu membutuhkan itu tv. Nah, ketika gue ke rumah keluarga gue, gue gak akan pernah lepas dari omongan mereka tentang gimana gue waktu kecil.

Gimana soal kenakalan gue, omongan gue yang nyakitin hati mereka tapi dianggap lucu, dan penyakit gue. Yang gue ingat, gue adalah anak yang penyakitan, setelah itu gue gak ada ingat lagi apa yang terjadi ketika gue masih kecil.

Gue amnesia.

Padahal sering mereka mengingatkan gue dengan menceritakan kepanikan mereka karena gue yang dianggap mau meninggal karena sakit tifus, karena ketidaktauan mereka tentang penyakit itu. Gue hanya menggeleng mendengar cerita mereka, karena memang gue gak pernah ingat itu terjadi kapan. Apa itu pernah terjadi ke gue aja gue gak begitu yakin gue mengalami.

Cerita mereka membuat gue ngerasa gue masih diperhatikan.

Lain lagi dengan orang tua gue yang sering bercerita gimana susahnya mereka untuk beliin susu pertumbuhan untuk gue yang selalu sakit-sakitan. Masa kecil gue memang sakit-sakitan, dan seperti yang gue bilang diatas, gue udah dipasrahkan. Tapi, karena keteguhan dan kesabaran orang tua gue akhirnya gue bisa hidup sampe sekarang dan jadi anak paling ganteng mereka versi gue sendiri.

sumber

Kalian mengingat segala hal mengenai masa kecil kalian gak?

Masa kecil gue kurang bahagia, sangat tidak bahagia. Dari cerita orang tua gue, katanya dulu kami tinggal di hutan yang tepinya berbatasan dengan sungai, kok gue gak jadi tarzan ya, malah sakit-sakitan. Kalo gue jadi tarzan bisa nih jadi atlet parkour.

Gue akrab banget sama kata ‘sakit’ waktu kecil. Sekarang sih gue kurang akrab sama sakit, gue sekarang gak begitu suka bermanja diri dalam kesakitan. Kalo gue kehujanan, badan panas dan kepala mulai pusing gue akan keluar malam, menikmati angin malam. Gue terbiasa seperti itu dan yap besoknya gue bisa kembali bugar. Beda kalo gue manjain diri, gue kehujanan, trus tidur-tiduran dirumah, sampe besok pagi gue akan tetap pusing dan lemas.

Aneh, gue.

Gak banyak cerita masa kecil yang gue ingat. Hanya beberapa cerita yang menjadikan gue lebih semangat untuk hidup dan lebih semangat meraih cita – cita. Salah satu cerita penyemangat gue untuk meraih kesuksesan adalah perjuangan orang tua gue yang susah untuk membelikan susu pertumbuhan buat gue walaupun gue penyakitan. Cerita itu seakan menyiratkan pesan ke gue untuk menjadi anak yang tidak pernah putus asa.

Keknya buat kalian yang baca ini akan bingung mau komen gimana. Yaudah gausah komen, karena ini sekedar curhatan asal tulis.

Advertisements

12 thoughts on “(Apakah aku) Amnesia?

  1. waktu kecil aku juga sering sakit,katanya sih, gara-gara pindah rumah dan yang nungguin hinggap di badan. jadinya sakit-sakitan,deh. coba hinggap di jendela, bakalan temenan sama burung kakak tua.

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s