Keluar Bentar · Kuliner

Churros Licious

Cemilan paling sering gue beli kalo berkunjung ke tempat hangout ya kentang goreng.

Kegiatan gue sama Melly setiap bulan (atau setiap ada uang) yaitu kulineran. Ntah apa yang memotivasi gue, postingan di blog malah pengen dibuat jadi foodblogger, tapi belum kesampaian, karena masih sedikit banget ngereview tempat hangout ataupun restoran. Kalo Foodblogger selalu posting foto makanan dan minuman dari berbagai tempat, kalo gue yang seringnya posting foto dari tempat hangout/cafe apa cocok disebut foodlbogger juga? Lagian lidah gue sama kek perasaan, sama – sama gak peka.

Awu ah, gue ganteng.

Tanggal 28 Desember gue sama Melly berkesempatan juga untuk datang ketempat hangout baru di Pekanbaru. Tempatnya di Jl. Ronggowasito didekat nasi Goreng Mafia. Kalo lo tau dimana nasi goreng mafia, lo pasti tau dimana Churros Licious.

Seperti biasa, Melly tau tempat ini dari Instagram (cek aja di @churros_licious). Tempat ini memang ditujukan untuk tempat nongkrong aja, karena hannya ada dua meja dengan 8 kursi yang disediakan diluar ruangan. Secara sekilas ini seperti pedagang kaki lima. Tapi, bentuk dagangan kek gini lagi jadi sesuatu yang berkembang di Pekanbaru. Mungkin di kota metropolitan udah biasa seperti ini. Yah kita tau, pembangunan kota diseluruh indonesia gak merata.

Menunya cuma ada dua, yaitu Original Churros dan White Chochoreo, karena kita berdua ya kita mesan dua – duanya. Kita datang agak telat, jadi kita berbagi meja dengan orang lain. Sampe akhirnya orang yang sama kita 1 meja duduk diteras toko baju di samping Nasi Goreng Mafia. Soalnya dia sendiri, jomlo mungkin.

jadilah kita berdua aja di meja itu.. akhirnya gak ada orang ketiga di meja.

Liat disebelah kanan Melly, itulah standnya.

Porsi yang ditawarkan sedikit, karena memang ini cuma cemilan, bukan makanan pokok. Waktu gue tanya ke penjualnya, dia bilang ini cemilan khas spain (tapi gue ngerasa bentuknya familiar, apalagi kalo lebaran) sayangnya waktu gue tanya “Kak, bahan – bahannya apa aja ya?”

“Tepung terigu, hmm… banyaklah, kenapa emang?” jawabnya

“Gak ada kak, mau review tempat hangout aja”

“Oh.. intinya tepung terigu gitulah” Kakak itu tertawa kecil

Oke, mungkin muka gue gak cocok untuk nanya kek gitu, ucap gue dalam hati. “Makasih kak” gue tersenyum kecewa, tapi ya sudahlah, gue masih bisa bertanya sama google bahkan sampe cara membuatnya.

Oke lanjut ke cemilannya..

Setiap porsi di kasi 4 potong churros dan ada yang disajikan dengan coklat cair dana ada juga yang disajikan dengan coklat tabur. Gue memilih dengan coklat cair, enak aja gitu nyocol, apalagi nyocol sambil nyolok mata bear di masha and the bear. harga yang ditawarkan terjangkau, gak jauh beda sama kentang goreng. Kentang goreng biasa dihargai sekitar 10 ribu sampai 15 ribu. Dan churros yang ada disini, 2 menu itu dihargai 10 ribu masing – masing.


Ini churros dengan coklat cair yang bisa dicocol, coklatnya enak, sayang dikit πŸ˜€ (coklat mahal bro)


Nah, yang ini dengan coklat tabur. Sama – sama enak untuk dijadiin cemilan. MASA SIH? yaiyalah, namanya juga cemilan, pasti enak dijadiin camilan. Bego banget gue.

Cemilannya bikin haus. Di meja gak disediain minuman, jadi kalo kalian mau minuman kalian bisa minta ke kakak penjualnya. Gue baru search cara buat churros sendiri, gue dapat rekomendasi disini http://baltyra.com/2012/06/28/homemade-churros/ . Silahkan buat sendiri teman kalo mau menghemat biaya :D.

Advertisements

29 thoughts on “Churros Licious

  1. Kayaknya lo emang harus terus nulis tentang makanan atau tempat-tempat nongkrong gitu deh.
    Dari foto-fotonya menarik bikin lapar πŸ˜€
    Kalo di Pontianak lagi menjamur cafe atau warung kopi, bahkan ada jalan yang hampir disepanjangnya dipenuhi warung kopi. Walaupun hanya di pinggiran jalan. Bahkan kadang ada juga yang siangnya toko, malamnya berubah jadi warung kopi :))

  2. Ulalala, kayaknya imut banget itu camilan. Lagi laper, nih. Lempar ke Kalimantan bisa kali, ya. Hahahahaha.

    Entar kalau mau review tempat hangout ada baiknya lo bawa kertas sama kamera biar kayak wartawan gitu, dan penjualnya jadi yakin terus mau bagi resep. Hahahahah.

  3. Kalok mau jadi foodblogger ya lebih fokus foto ke makanannya, Yu.. Trus lidah jugak mesti peka, enaknya apa, kurangnya apa, bla bla bla. Apalagi kamu sering nongkrong sama Melly kan. Siapa tau bisa jadi penghasilan. Seenggaknya makan gratis. πŸ˜€

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s