Menikmati Susu di D’Neneners

Gue suka nyari tempat baru untuk sekedar menghabiskan waktu berdua sama melly..

Kuliah membuat kita butuh merehatkan pikiran minimal seminggu sekali. Sebenarnya kuliah gue sih gak berat – berat amat, paling angkat batu trus nyusun bata blog, eh tunggu itu kuliah apa kuli ah?. Kuliah yang berat ada di Melly sih sebenarnya, tugasnya banyak, sering deadline, dan dia sering pusing sama tugasnya. Gue, sebagai orang terdekatnya di perantauan ini gak mau dia stress, kita pergi ketempat baru yang bisa menghilangkan kepusingan Melly terhadap kuliahnya.

Kita sih palingan ke kafe atau tempat nongkrong biasa, selain masalah keuangan, tempat hiburan keluarga kek Trans studio Bandung atau Dufan di Jakarta gak ada di Pekanbaru. Riau bukan tempat wisata, Riau kek tempat bisnis, ya you knowlah Riau itu dekat sama Batam dan Singapore.

Tanggal 5 kemaren kita pergi ke tempat yang udah lama kita incar, tapi setiap kita kesana pasti udah tutup. Tau banget gue bakalan lama – lama disana cuma untuk foto – foto doang. Untuk ketiga kalinya gue kesana, akhirnya itu tempat buka. Sebelumnya tempat itu tutup jam 7 malam, namun setelah banyak pengunjung sekarang tutup jam 10 malam.

Oke, here we go…

Nama tempat tersebut adalah D’Neneners.

Tempat itu menyediakan minuman yang semuanya dicampur dengan susu. Ada 2 ukuran minuman dingin yang bisa dibeli disini. Ada minuman 1 liter yang harganya Rp 10.000 dan 1,5 liter dengan harga Rp 15.000. Masih dalam kategori terjangkau untuk kantong mahasiswa, cuma tempatnya aja yang agak jauh dari jangkauan mahasiswa UIN.

Nah, ini yang 1,5 liter dinamain porsi gembrot

Karena gak mau kejadian seperti sebelumnya, gue datang setelah sholat maghrib. Jadwal sholat sekarang makin cepat, di Pekanbaru sholat magrib jam 18:05, jadi jam 18:15 gue udah bisa jemput Melly. Kunjungan pertama dan kedua juga pergi setelah sholat maghrib, tapi maghribnya jam 18:35, makanya telat mulu.

Maghrib banyak orang baru pulang kerja, jadi jalanan masih macet dan D’neneners masih sepi. Tempatnya cukuplah untuk sekedar nongkrong. ada 5 meja dengan 18 kursi yang tersedia. Tempatnya kalo gue bisa bilang cuma sebesar ruko yang dibagi dua, tapi dengan adanya AC membuat tempat itu jadi lebih nyaman.

Kita milih meja dibawah lampu biar ngambil potonya lebih terang. Gak berapa lama, pramusajinya datang sambil ngasi buku daftar menu makanan dan minuman.

“Mbak, D’Neneners Oreo satu sama Kentang goreng, kamu apa sayang?” Tanya Melly

Gue bingung mau mesan apa, pengen nyobain 1,5 liter susu tapi gue lagi kedinginan, dan menu minuman hangat juga gak banyak, “Mbak, D’Neneners coffe satu”

“Suka banget sama kopi, mau begadang ya?”

“Enggak kok, quota modem juga gak ada”

“Kirain. Yaudah yuk take a picture”

Kita pun poto – poto.

———

Setelah minuman datang, gue nyempetin foto dulu minumannya. Bukannya mau pamer, gue cuma bingung mau nulis tentang apa lagi diblog, jadi ketempat seperti ini gue nyari bahan tulisan. Gue juga bukan orang yang ‘baik’ dalam menuliskan review tempat – tempat yang gue kunjungi. Yap, gue belum jadi penulis yang baik.

Gak berapa lama ada lagi pengunjung yang datang sampe 5 meja gak ada yang kosong. Seperti yang gue bilang, ini cuma tempat nongkrong, jadi ya semua orang yang kesini penuh dengan curhat yang diomongin atau omongan basa basi, kalo gue sama Melly penuh dengan humor yang lucunya cuma yang kita ketahui.

Ini yang kita pesan

D’Neneners Oreo yang dipesan sama Melly menurut lidah gue sih enak, manis, tapi oreonya kurang kerasa karena udah dihabisin Melly. Sementara rasa kentang goreng sama seperti tempat nongkrong lainnya. Dan minuman yang gue pesan gak begitu terasa kopinya, lebih terasa susunya. Ya, semua minumannya dominan terasa susu. Setelah minuman abis, kita masih nyempetin poto – poto

Penutupannya

Karena gak pesan banyak makanan dan minuman, jam 9 malam kita pulang. Setelah nganterin Melly sampe kedepan kosnya, gue pegang tangannya, gue liat kematanya dan bilang “Terimakasih untuk jalan – jalan malamnya, I Love You”

Mengenai tempat Dneneners bisa lebih lanjut liat di twitternya di @DneneNers atau datang aja ke D’Neneners, Jl. Dahlia No.99, Sukajadi, Pekanbaru. Tengkyu telah membaca  🙂

Advertisements

40 thoughts on “Menikmati Susu di D’Neneners

  1. Di Bandung ada banyak tempat nyusu-nyusu gitu. Dari PKL sampe cafe2 gitu. Biasanya bukanya sore sampe subuh, saya gak terlalu tertarik karena banyak asap rokok. Hehehe.

  2. Ish… Udah lama enggak main ke sini masih aja isinya hal-hal mengerikan seperti ini. Tidakkah anda memahami hampir kami setiap hari memeras air mata? Menatap nanar mereka yang bergandengan tangan? Tersenyum bahagia? Yang ngaku-ngaku dunia milik mereka berdua? Hah.. Tidak tahukan kanda hal ini sungguh menyiksaaaaaaa T_T

    oke skip.

    Kayaknya meskipun Riau bukan kota wisata, tapi tempat makannya, cafe-cafenya, bagus-bagus. Bikin betah. Dan juga, meskipun kalo dateng ke cafe setiap hari bisa memaksa mahasiswa jadi tukang cuci piring dadakan, harganya tetep terjangkau.. kalau aja di Bangkalan juga gitu..

    • Blog ku mengerikan ya :(. TIDAAAAAAAAAK!!!

      Gak sih, banyak kok kafe yang mahal dan tempatnya kurang nyaman. Masalah kafe yang murah kek gini sih, gue aja yang milih – milih, sekalian hemat.

  3. Astaga nama cafenya sesuatu banget.

    Itu alibi banget ya jalan-jalan buat ngilangin stres, padahal mau ngedate, tapi kok pesenannya… Gak modal ya? Waks

    kayanya inti cerita ini bukan buat nyeritain susunya, tapi emang niat mau pamer gandengan aja kali haha

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s