Hopeless Sama #KAMFRET

Haloo..

Ini hari kedua gua ke kota, dan ya bisa ngeblog lagi. Tapi, tetap gak bisa untuk blogwalking, karena ini diwarnet. Gua gak begitu suka online diwarnet, karena gak ada warnet yang go green, asap rokok dimana – mana, dan keyboardnya udah banyak bekas jari yang untuk ngupil, ngupilin idung orang di kompi lain.

Ya gua gak tau jugak, kan gak pernah ngintip.

Gua aja udah nulis ini dari kampung. Biar tinggal copas, dan akhirnya tinggal edit. Makanya gak ada gambar kan, karena gua males search dan lama – lama diwarnet. Maap yee..

Gua mau membahas mengenai kamfret yang bulan kemaren gua omongin.

Entah memang ini adalah sebuah tradisi, atau mitos bahwa semakin sedikit membaca, maka akan makin sedikit kreatifitas menulis.

Gua ngerasain itu. Selama disini, kreatifitas menulis gua ilang. Gak ada bacaan dari dunia virtual, seperti blog, website, atau yang lainnya, juga dari buku, seperti novel. Karena itu, jari gua gak begitu luwes menari diatas keyboard laptop. Jadinya, target yang gua tetapkan untuk menulis #KAMFRET gak tercapai.

Sampe tanggal segini yang sudah mendekati deadline, #KAMFRET gua Alhamdulillah udah sampe halaman 2..
Gak ada sambungannya.

Iya, sampe halaman 2. Ide – ide gua udah hilang begitu aja.

Gua kan masih penulis pemula, penulis yang butuh bacaan. Karena penulis yang baik, adalah pembaca yang baik juga. Gua kurang bacaan, kurang kosa kata, dan kurang kreatif. Meskipun gua pernah mencoba stand up comedy yang sedang di minati banyak orang. Tapi stand up comedy itu berbeda sama nulis novel.

Nulis novel butuh hati, dan alur yang jelas, serta kesabaran. Kalo aku butuh kamu #aih. Sedangkan kalo perform stand up comedy, itu terserah aja, alur gak perlu jelas kecuali ada tema. Tapi, ada tema pun kadang materi nyerempet ke hal lainnya. Kalo ada yang gak ngerti apa yang gua omongin barusan, kita mentionan aja, biar gua jelasin lebih jauh #Nyepik

Selain itu, gua nulis masih berpikir.

Apakah tulisan gua pantas? Apakah tulisan gua sopan? Komedi segar dan baik? Gua masih perhatikan itu semua. Padahal, penulis – penulis senior selalu bilang “Menulis cepat, menulis buruk”.

Karena saat menulis cepat dan buruk, semua ide itu malah tertuliskan. But, I can’t.

Gua gak bisa begitu . Gua hopeless sama #Kamfret , gua hopeless. Hiks hiks hiks

Baim sedih ya Allah.

#Kamfret gak gua lanjutin, tapi gua malah nulis cerita pendek komedi atau lebih dikenal dengan Personal literature. Seperti Multikamfret Level Marketing kemaren itu satu bab dari PELIT yang gua rencanain. Masih ada 4 bab lagi, yang juga cerita pendek seperti itu.

Hmm.. lucu gak sih yang kemaren ?

Oh iya, disini gua juga minta maaf karena belum bisa kembali untuk blogwalking, you know me so well lah ya. Setelah lebaran, barulah gua akan lalu lalang di blog kalian. Semoga blog kalian selalu terbuka untukku.

Dan untuk teman – teman yang ikut #KAMFRET semangat ya. Satu pesaing kalian udah mengundurkan diri. Itu gua.

Jadi, selesaikan naskah kalian, dan “Menulislah dengan cepat dan buruk”

Selamat pagi 

Advertisements

4 thoughts on “Hopeless Sama #KAMFRET

  1. Yah sama ini mah. Cuma berakhir sampai desain cover, draf bab, sama satu halaman bab prolog.
    Emang bener kudu pake hati. Dan kayaknya ga sesuai hati tentang tema ini.

  2. Aku jugak akhir-akhir ini ngerasa gitu, Yu.. 😦 Penyebabnya adalah skripsi dan galau yang deritanya tiada akhir. Capek sendiri jadinya.. Blog ku jadi kurang ceria lagih..

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s