Masalah Ekonomi Saat TB Menyerang

Gak ada orang yang mau sakit. Selain karena sakit itu gak enak, juga karena efek yang ditimbulkan dari sakit bisa bermacam – macam. Ada ekonomi yang berkurang, dan juga performa tubuh yang jadi kurang fit. Apalagi kalo penyakit itu adalah penyakit parah, yang bisa merenggut nyawa. Kanker, ataupun Tuberkolosis.

Apapun penyakitnya, pasti ditimbulkan karena kurang mawas diri, atau kurang menjaga diri, dan tidak memperdulikan kesehatan. Padahal, investasi paling mahal itu adalah kesehatan. Apartment bisa lu beli, tapi kesehatan, gak dijual. Makanya, selalu ingat “Gunakan Masa Sehatmu Sebelum Datang Masa Sakitmu”.

Masyarakat Indonesia mayoritas masih berada di level menengah kebawah, mungkin terlihat banyak pengguna sepeda motor dan mobil, tapi itu semua hanya demonstration effect yaitu keinginan dilihat orang lain, atau meniru sesuatu dari orang yang sudah kaya supaya terlihat sejajar dengan mereka yang kaya. Karena effect ini, masyarakat Indonesia banyak melalaikan kesehatan yang seharusnya dijaga.

Perilaku konsumsi yang tidak seharusnya itu atau konsumsi yang melebihi kemampuan ekonomi seseorang, mengakibatkan masyarakat Indonesia kebingungan membayar biaya pengobatan Rumah Sakit karena tidak adanya simpanan uang, dan timbullah hutang yang semakin memberatkan permasalahan si orang yang sakit. Apalagi tentang penyakit Tuberkolosis (TB), penyakit yang memiliki Angka kematian di dunia mencapai 1,3 juta jiwa per tahun, 410.000 pada wanita dan 74.000 pada anak-anak. Di Indonesia saja, setiap tahun terdapat 67.000 kasus meninggal karena TB atau sekitar 186 orang per hari. Tapi, masyarakat Indonesia masih saja memikirkan gengsi supaya bisa dilihat orang lain namun tidak mengimbanginya dengan memperhatikan kesehatan tubuhnya.

Dampaknya ya itu, penyakit pun menyerang karena pola hidup yang tidak sesuai.

Karena hutang, beban ekonomi penderita penyakit TB atau yang lainnya menjadi lebih banyak. Kalo orang golongan kaya yang mungkin dia tidak akan berhutang. Bagaimana dengan masyarakat Indonesia yang masih dalam level bawah. Simalakama buat mereka. Berhutang mereka menambah beban, tak berhutang, tak akan bisa membeli obat.

Hidup adalah pilihan.

Gua menyarankan, untuk kita semua supaya menyisihkan sebagian uang/harta untuk mengantisipasi segala jenis kecelekaan yang terjadi. Kecelakaan dalam arti luas, seperti sakit.

TB banyak menyerang orang yang hidupnya tidak sehat, lingkungannya kotor, dan kurangnya pengetahuan mereka tentang penyakit dalam artian mereka masih terbelakang pendidikannya.

Kenapa di Indonesia masih banyak orang yang mengidap penyakit ini?

Karena tingkat gizi mayoritas penduduk Indonesia masih rendah, dan ini semua dipengaruhi tingkat kemiskinan yang masih tinggi. Semakin tinggi kemiskinan di suatu negara, itu akan mempengaruhi tingkat penderita gizi buruk di negara tersebut.

Jadi, kalau begitu, orang yang tingkat gizi baik dan kaya tidak terkena penyakit TB?

Belum tentu, para medis yang bertugas melayani penderita TB juga beresiko menjadi penderita selanjutnya jika mereka tidak benar dalam berinteraksi dengan penderita, para perokok aktif, pemakai suntik obat terlarang, juga peminum/pecandu alkohol. Selain itu, penyakit ini juga bisa terjadi karena bawaan genetik dari keluarganya.

Bermacam hal yang menyebabkan penyakit TB berkembang. Di Indonesia sendiri, pecandu rokok itu banyak, kematian akibat overdosis obat terlarang juga banyak, tapi yang paling dominan adalah karena garis kemiskinan di Indonesia yang masih belum juga teratasi. Lingkungan kumuh, dan pola hidup yang tidak sehat.

Gimana mengetahui penderita TB, jika kita tidak tau?

Penderita TB susah jika dilihat hanya sebatas dari gejala. Tapi, ada kemungkinan bisa terlihat, jika kondisi berat badanya menurun, atau dia memiliki penyakit paru – paru yang sudah lebih dari dua minggu. Untuk lebih jelasnya, lebih baik memeriksakannya ke dokter. Karena semua penyakit bisa disembuhkan, jika tau cara pencegahannya.

Seperti yang udah gua jelasin di atas. Gaya hidup itu mempengaruhi munculnya virus yang menularkan TB. Karena ketidaktauan kita mengenai penyakit ini, bisa saja penyakit ini gak lagi berada di kawasan kumuh, ataupun lingkungan dengan perokok aktif dan pecandu alkohol. Tapi juga ada di sekolah, mall, dan tempat umum lainnya.

Tetap perhatikan makanan yang di konsumsi, perhatikan gizi nya, bahan yang terkandug dalam makanan tersebut, walau makanan yang dikonsumsi hanya faktor predisposisi dari penyakit ini. Meskipun tingkat perekonomian kita tinggi, untuk apa jika kita menderita penyakit yang akhirnya membuat harta yang kita miliki jadi habis. Kita mencari harta untuk kesenangan, jangan sampai kerja keras kita habis karena kelalaian kita akan kesehatan tubuh.

Harta itu bisa di investasikan, tapi kesehatan adalah investasi termahal. -Anonim

Gimana? udah siap untuk menjaga asupan gizi dan berpola hidup sehat supaya terhindar dari penyakit mematikan seperti TB? #SembuhkanTB #IndonesiaBebasTuberkolosis

Advertisements

18 thoughts on “Masalah Ekonomi Saat TB Menyerang

  1. Lagian orang kita juga banyak sepele.. Tetangga ku banyak tuh yang batuk-batuk tapi ngiranya batuk biasa, tau-tau makin parah baru ke rumah sakit. Yah kadang-kadang gitu deh, ada oknum yang suka memberatkan biar dikasih ‘upah’ terima kasih, makanya mempersulit orang-orang kurang mampu buat berobat.

    Uda kayak lingkeran setan aja nih, semuanya berhubungan. 😦

  2. Bener juga sih. Penyakit kek gini emang bahaya. Btw, mudah-mudahan menang lombanya. Yang bikin lomba juga positif banget dengan tema sosialisasi kayak gini 😀

  3. Ya, TB itu penyakitnya negara dunia ketiga. Beruntungnya, Indonesia masuk kategori negara miskin ini. Jadi harus terus waspada, udara kita memang dicemari si Mycobacterium Tuberculosis ini.
    Ngelurusin aja, TB itu penyakit yg menyerang sistem respirasi, makanan itu cuma faktor predisposisi. 😀

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s