Aku Muda dan Gak Takut Pensiun

Pensiun?

Kata yang bakalan lu temui ketika lu udah gak berada diusia kerja. Sekitar usia 70 sampai udah kembali kepada-Nya. Usia kerja itu dari 17 tahun sampe 60 tahun (gak semuanya nyampe 60 tahun, trgantung perusahaan). Pensiun itu gak enak, walaupun ada dana pensiun, tapi itu gak seberapa, dan paling hanya bisa untuk bertahan untuk diri sendiri. Sementara keluarga yang lain gimana? istri deh, soalnya istri orang yang paling dekat.

Manusia itu hidup dalam 4 masa. Pertama sewaktu bayi kita sedang berada dimasa perkenalan, kita mengenal dunia untuk pertama kalinya. Kedua dimasa pertumbuhan, kita mengenal dunia yang lebih dari sekedar permainan belaka, kita sudah kenal namanya kehidupan bebas dan pendidikan. Ketiga masa dewasa, dimasa ini kita sudah dipastikan sedang berusaha bertahan hidup dan berjuang untuk mencapai cita – cita. Keempat adalah masa penurunan kita, masa saat kita sudah tidak bisa lagi bekerja, dan harus menikmati masa itu seperti masa kita sedang bayi, yang hanya mengenal dunia permainan.

Seperti yang gua bilang diatas, usia tua seharusnya bisa dinikmatin, bukan malah jadi beban. Maksudnya gini, sewaktu muda seharusnya kita udah ‘menabung’ guna usia tua nanti, untuk apa? untuk menghindari kemiskinan dihari tua. Udah tua, masa iya cuman tinggal dirumah doang, main catur sama pak satpam, gak mesti begitu juga kan. Yang gak mainstream tuh, kalo udah tua kita bisa jalan – jalan keluar kota kalo berkecukupan keluar negeri, menikmati masa tua kita yang tidak lagi memikirkan kerja.

Nah, maka dari itu, kita harus “Mempersiapkan Dana Pensiun Sejak Muda”.

Selagi masih muda, jangan menghabiskan waktu dan uang untuk masalah yang gak penting. Kalo bisa ditabung atau bahkan bisa untuk Investasi. 2 minggu yang lalu gua mengikuti pelatihan tentang saham di Bursa Efek Indonesia, Kantor Perwakilan Riau. Gua belajar bagaimana memilih perusahaan yang profitnya bagus untuk beberapa tahun kedepan, dan beberapa pilihan lain untuk investasi selain saham. Bisa dengan diversifikasi, yaitu kita membeli beberapa surat berharga yang berbeda dan tidak terfokus sama 1 surat berharga. Misalnya kita punya saham, punya deposito dan juga punya obligasi.

Ada pertanyaan “Investasi itu kan resikonya besar, dan gimana kalo ada investasi bodong?”

Kalo pertanyaannya gitu, gua bakalan jawab “Iya, investasi memang beresiko, kalo nyimpan uang di bawah baju memang gak beresiko besar, dan uangnya juga gak nambah – nambah. Iya kan?. Invetasi bodong itu karena investornya aja yang gak meramalkan dulu, atau dia asal masukkan dana karena hasutan.”

Resiko itu berbanding lurus dengan keuntungan, high risk high profit. Semakin besar resiko biasanya akan diikuti dengan keuntungan yang juga besar. Sama aja kayak lu mau naik motor, karena naik motor resikonya kecelakaan itu besar, makanya lu pake helm, jaket, bodypack, namun perjalanan ke kampus jadi lebih cepat karena bisa nyelip diantara macet. Jadi ada titik Ekuilibrium atau keseimbangan antara resiko dan keuntungan.

Namun kenyataannya, masyarakat Indonesia lebih dominan melakukan konsumsi, konsumsi, dan konsumsi. Jadi, diusia tua gak salah kalo kita temui beberapa orang yang dulunya kaya tapi tuanya miskin. Itu karena mereka lebih mengutamakan konsumsi sekarang, tanpa berencana untuk masa depan yang lebih baik. Sebenarnya itu juga karena pengetahuan mereka tentang investasi itu sedikit, jadi mereka menganggap investasi itu terlalu beresiko dan susah dipahami.

Misalnya temen gua yang tinggal serumah, gua jelasin begini gak ngerti – ngerti. Malah dia bingung dan nanya “Kita kan memang harus beli ini, beli itu, butuh ini dan butuh itu.”

Gua sebagai teman yang baik pun menjelaskan “Iya, tu konsumsi namanya, tapi itu bisa disiasati dengan memilah yang mana kebutuhan, keperluan dan keinginan, karena gak semua yang kita konsumsi sekarang itu kita butuhin atau kita perluin. Misalnya, lu punya beras dan lauk tempe dirumah, tapi lu kepengen makan nasi + ayam di rumah makan, itu kan satu hal konsumsi yang tidak lu perluin karena udah ada barang subtitusinya dirumah, dan itu cuma keinginan untuk konsumsi yang bisa berakibat susahnya untuk menabung, gitu”. Temen gua itu kuliah juga loh, tapi pengetahuan mengenai investasi gak ada, apalagi masyarakat kita yang tinggal dipedesaan. Makanya itu perlu adanya sosialisasi tentang investasi untuk masyarakat umum.

Kalo gua sih lebih memilih investasi dan asuransi sebagai penjamin hari tua yang lebih baik. Gua gak mau hari tua gua jadi beban untuk orang terdekat gua. Investasi gak mesti langsung besar, kita bisa menggunakan tahap dari investasi terkecil sampai kita berkecukupan untuk diversifikasi.

investasi-indonesia-130503c

Nah, gua mau ngasi 4 tips menghindari penipuan berkedok Investasi, cek this out :

1. Jangan terjebak dengan janji palsu, bahasa gaulnya jangan mau di-PHP-in. Di poin pertama ini, lu jangan pernah sekali – kali tergoda sama investasi yang hasilnya sangat tinggi tanpa diikuti resiko yang tinggi. Sebelum menentukan perusahaan untuk investasi, selalu ingat prinsip investasi “High Risk, High Profit”.

2. Jangan terjebak penjual yang memaksa. Investasi itu kan kayak kita beli barang, hindari penjual yang memaksa lu untuk berinvestasi di perusahaannya, karena dengan paksaan lu bisa mengambil keputusan dalam situasi terdesak, dan keputusan daam situasi terdesak itu buruk.

3. Waspadai penjual dengan bujuk rayu. Poin ketiga ini menjelaskan bahwa lu harus benar – benar memilih perusahaan untuk tujuan investasi karena memang itu yang lu inginkan, bisa dilihat dari profit yang akan dihasilkan, laporan keuangan perusahaan dan faktor lainnya. Jangan asal menerima tawaran untuk investasi karena lu kenal sama orang yang menawarkan. Bukannya gak boleh, tapi lu harus menganalisisnya terlebih dahulu.

4. Hindari perusahaan yang tidak jelas. Nah, poin ke empat ini lanjutan poin ke tiga. Ditakutkan, ketika lu ditawarin investasi ke suatu perusahaan sama orang yang lu kenal dan lu gak tau apa – apa tentang investasi, kita gak bisa ngejamin informasi perusahaan yang ditawarkan itu jelas. Nah, jadi ketika ditawarin investasi, perhatikan juga izin dari badan pengawas.

Itu aja tips dari gua, semoga aja bermanfaat. Kalo ada tambahan buat dikolom komentar aja.

Jadi, apakah sudah mempersiapkan dana pensiun untuk hari tua? Kalo lu semua memang peduli sama masa tua, gua saranin untuk mengikuti program layanan dari BNI46 yaitu “BNI SIMPONI”.


Q: Kenapa sih harus di BNI Simponi Yu?

A:Karena di BNI SIMPONI gak cuma orang yang udah kerja aja yang bisa menabung, gua sebagai mahasiswa juga udah bisa, asal gua benar – benar niat mempersiapkan masa tua yang baik. Selain itu iuran awal juga terjangkau, yaitu hanya Rp.250.000, dengan iuran yang terjangkau tersebut kita sudah menjadi peserta dari BNI Simponi. Jangan kawatir, karena BNI SIMPONI ini udah ada sejak 1994, jadi pastinya udah aman. Karena kalo gak aman, gak akan bertahan sampai 20 tahun. ya kan?

Daripada gua jelasin semuanya disini, sekarang yuk melihat tata cara, fitur, dan manfaat DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) dari BNI46 atau sekarang dikenal dengan BNI SIMPONI. Baca lebih lanjut di http://bit.ly/BNI_Simponi

Advertisements

47 thoughts on “Aku Muda dan Gak Takut Pensiun

  1. Wuah bener banget ini, nanti gue kalo udah kerja mau nabung, investasi, deposito, dll pokoknya mempersiapkan hari tua yg lebih terjamin

    • πŸ˜€ Tapi liat mana yang bisa mendatangkan profit bagus juga. Jangan sampe kena investasi bodong gan. itu penipuan yang sering terjadi.

    • Ngikutin lomba menulis artikel lebih tepatnya gan.

      Itu dulu, dan sekarang udah ada saham syariah, atau sukuk. Jadi penulis aja gan, ngikutin Raditya Dika.

  2. Haha iya bener, saat tua nanti masa kerjaannya cuma di rumah doang atau mungkin gak bisa menikmati masa tua karena harus kerja terus untuk memenuhi kebutuhan. Mempersiapkan dana pensiun bisa jadi solusi agar masa tua nanti bisa dinikmati. πŸ™‚

  3. Tp inget bro, hemat bukan pelit yaa.. terkadang beberapa orang menganggap hemat padahal itu pelit, contoh untuk makanan sehari2 pastikan kecukupan gizi dan kualitasnya. Jangan karena ingin menghemat dan menabung untuk masa depan, makan asal makanan yg gizinya ga jelas, kebersihannya tidak terjaga, yg ada hal itu menimbun penyakit. Mungkin disaat muda penyakit itu tidak muncul karena kekebalan tubuh pemuda lebih kuat dari bakteri2 dan masih ada cadangan gizi yg bisa dipakai, tetapi ketika tua bisa tiba2 muncul berbagai penyakit karena “bom waktu” yg ditimbun disaat muda. Jgn sampai cita2 menikmati masa tua menjadi gagal karena bom waktu itu. Alhasil tabungan yg asalnya untuk menikmati masa tua terpakai untuk biaya pengobatan.. investasi bukan hanya rupiah saja tapi kesehatan dan pendidikan juga merupakan investasi yg penting.

    Apa pun yg anda lakukan saat ini akan berdampak di masa depan anda karena semua ada waktunya. http://haidarahmad.wordpress.com/2014/05/11/semua-ada-waktunya/

    • Iya, investasi memang bukan soal rupiah saja. Kesehatan itu investasi yang lebih bagus daripada rupiah.

      Kalo makan makanan yang tidak memperhatikan kebersihannya itu bisa dibilang menyia – nyiakan masa muda juga.

    • Iya, tapi sayangnya waktu kuliah keuangan cuma mampu untuk bertahan hidup, yaitu gak ada untuk menabung.

      Break Event Point lah gitu kalo bahasa ekonominya. :))

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s