Pekerja Yang Tidak Perlu di Bully Lagi

Haloo semuanya..

Sorry judul postingan gua kayak intimidasi. Tapi sebenarnya, Bully yang gua maksudkan disini adalah mempermasalahkan lagi kinerja dia. Gua yakin lu yang nyasar kemari udah dewasa, dan gak mudah terpengaruh sama kata – kata yang biasanya digunakan untuk mengintimidasi. Postingan kali ini memang gak ada kaitannya sama tema bulan ini. Gua cuma takut, ide ini hilang begitu aja. Ya sapatau postingan ini memberi informasi, supaya lebih menghargai sesama.

Semenjak R.A Kartini memproklamirkan ‘Emansipasi Wanita’, sekarang wanita bisa melakukan pekerjaan apa yang dilakukan pria. Derajat wanita tidak dibawah, tapi sudah sejajar dengan pria, tapi kodrat wanita tetap harus mematuhi suaminya. gua juga sering ngedapatin wanita yang sudah menjadi leader di instansi tertentu, seperti perusahaan BUMN, Pertamina, dan gua yakin banyak perempuan diluaran sana yang berhasil menjadi leader sebuah organisasi.

Tapi, gua juga sering ngelihat, wanita yang kadang malah dibully lagi setelah dia lelah bekerja. Hanya karena tidak ingin merusak citra pribadi serta perusahaan dimana dia bekerja, dia harus melupakan egonya. Ditambah lagi SOP (Standar Operasi Perusahaan) yang mengharuskan dia untuk tersenyum kepada konsumen. Ya, dia harus benar – benar mengurung egonya untuk tidak terbakar amarah.

Berikut menurut gua beberapa pekerja yang tidak perlu untuk di bully lagi, gua bahas wanita aja, karena masih dalam suasana Hari Kartini.

1. Pekerja Wanita di SPBU
Sumber

Selain pria, pekerjaan mengisi bbm di SPBU juga sudah dilakukan wanita. Mereka juga gak luput dari bully-an konsumen. Konsumen banyak yang kecewa karena antrian begitu panjang dan banyak yang mengeluhkan pekerja wanita itu lambat. Gua disini cuma mau ngasitau kenapa pekerja pengisian bbm itu gak secepat lu ngedownload mp3. Dan kalo konsumen lagi rame – ramenya sampe antri 15 meter, dia harus nunggu sampe selesai. Trus kapan istirahatnya? Jam 1 – 2 aja masih ada konsumen yang ngisi BBM. Ya kan.

Beberapa hal yang harus dilakukan pekerja pengisian BBM :
a. Merapikan uang yang diberikan konsumen : Disini gak bisa asal susun, dia harus memperhatikan nilai uang, dan harus merapikan uang yang terlipat. Belum lagi kalau banyak yang beli pake ribuan, tangan kirinya tuh gak akan muat untuk ukuran banyak, jadi dia butuh waktu untuk menyusunnya. Gua aja salut sama mereka, kalo ngembaliin uang tu, milih – milih uangnya cepat banget.
b. Ramah : Dia bakalan nanya dulu sama lu, lu mau ngisi minyak berapa. Gua yakin itu harus diucapkan terus ketika ada konsumen. Dia harus senyum juga dalam mengucapkan itu. Belum lagi kadang ada konsumen yang ngucapin dengan suara pelan. Egonya? dikurung lagi. Dia bisa aja marah, tapi pekerjaannya lebih penting daripada marah.

2. Teller Bank
Sumber

Bagi cowo, ngeliat teller cewek itu juga jadi satu alasan semangat untuk menabung. Iya, wanita yang jadi teller juga harus ngelakuin hal seperti pekerja pengisian bbm. Mengatur urutan uang, uang gak boleh terbalik, dan gak boleh terlipat, dan juga harus sangat ramah.

Pertama lu nyampe didepan teller, dia bakalan ngucapin salam dan nanya “Selamat siang pak, ada yang bisa saya bantu?”. Mungkin lu bosen ngedengernya, tapi dia bisa apa?, memang itu yang harus diucapkan untuk mepositifkan citra perusahaan. Ya semoga aja gak keterusan dirumah. Waktu suaminya dikasur, ngebelai dia, trus dia ingat SOP dikantornya , ngomong deh “Selamat malam pak, ada yang bisa bantu?”. Karena suaminya juga konsumen bank dia ngebales “Saya mau investasi untuk 9 bulan kedepan mbak”

Gua pernah seantrian sama ibu – ibu yang marah karena teller bank itu katanya kerja lelet. Dia gak nyadar mungkin, kalo dia itu antri di 10 jt keatas, sementara teller cuma ada 4. 2 untuk 10 jt keatas, dan 2 untuk 10 jt kebawah. Kita ngomongin deh, kalo ngantri di 10 jta emang nabung berapa? 5000 rupiah? jadi bisa cepat, mikir dong keleus. itu pun bukan cuman nabung, ada yang mau ngambil uang dalam jumlah banyak, perlu KTP lah, KK lah, dll. Trus, kenapa dipemasalahkan lagi sih kerja teller bank? They do, what they have to do.

3. Sales
Sumber

Dengernya mungkin udah buat gak ngeh ya. Sales sering buat kita kesel karena dia sering narik tangan kita untuk ngedengerin presentasi dia. Biasanya ada di halaman depan mall atau supermarket, sambil ngeliatin konsumen mall yang mau masuk mall, kemudian ngdeketin orang yang datang, sambil nawarin produknya.

Bagi perusahaan, sales itu aset penting loh. Lu gak bisa tau ini produk siapa, produk dari mana, kalo gak ada sekumpulan orang yang nawarin barang tersebut. Gua juga gak suka sih sama cara mereka yang narik – narik tangan kita untuk dengerin tawarannya. Tapi, sekali lagi, dia bisa apa?.

That’s her job.

Mereka cuma bisa itu, mereka cuma mau ngelaksanain perintah. Mereka gak bisa ngatur mau diletakin di mall mana, mereka cuma nurutin perintah broo. Dan mereka harus bisa mendapatkan konsumen. Iya kalo dia udah dibayar walau gak ngedapatin konsumen, kalo gak dibayar gimana? Tapi keknya mereka akan dibayar dari seberapa konsumen yang mau make produk tersebut. Kalo mereka udah dibayar, trus gpp gak ngedapetin konsumen, enak banget. Bisa makan gaji tuli tuh.

Jadi, hargai aja broo, tolak dengan halus dan jangan bully mereka. Okeeh

4. Pramugari
Sumber

Untuk bagian ini, sebenarnya gua kurang paham sih. Gua belum pernah naik pesawat. Tapi dari artikel yang gua baca, pekerjaan pramugari itu gak semudah yang dikhayalkan. Terbang kesana kesini gratis, gaji oke, dan estimasi lainnya tentang nikmatnya jadi pramugari.

Di artikel yang gua dapetin di kaskus, seorang pramugari itu gak hanya harus cantik, enak dipandang, pandai berkomunikasi. Tapi dia harus berada didalam pesawat dalam keadaan apapun, mau terjadi guncangan, hilang dari radar, atau lainnya. Dia juga harus bisa nyelamatin penumpang kalo andai pesawat kecelakaan. Dibalik cantiknya mereka, mereka harus belajar survive didalam hutan, berenang, dan kegiatan militer lainnya. Supaya apa? supaya mereka bisa nyelamatin semua penumpang jika terjadi insiden.

Tapi masih aja ada penumpang yang usil. Yang gangguin pramugari, godain pramugari, tapi pramugari tetap senyum kan, dan ramah. Iya, itu aturan perusahaan broo.

Mereka aja harus nungguin semua penumpang udah makan baru mereka nikmatin makanan mereka. Lu kira enak makan setelah lelah, enggak broo. Kalo udah lelah mah maunya tidur. Dan mereka tidur itu gak selama kita tidur sampe 6 jam, 5 jam, mereka paling tidur dalam hitungan menit, karena mereka harus kembali memperhatikan penumpang. Mereka juga tersiksa, tapi mau gimana. Itu pekerjaan mereka.

Ditambah lagi mereka selalu ngelintasi daerah – daerah berbeda. Ngumpul bareng keluarga? Itu keinginan yang harus mereka tunda, tunda, dan tunda sampe mereka benar – benar diberikan cuti. Mereka juga sedih kalo ngeliat ada keluarga yang naik pesawat bareng, didalam pesawat saling berpelukan. Mereka merindukan itu broo, tapi gak bisa, karena pekerjaannya mewajibkan dia untuk bisa jauh dari keluarga.

Terimaksih sudah membaca. Gua disini cuma mau kita saling menghargai sesama. Kita mungkin pernah merasa lebih dan hebat, tapi ingat, kita pasti membutuhkan orang lain.

Advertisements

2 thoughts on “Pekerja Yang Tidak Perlu di Bully Lagi

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s