Mulut Zombigaret

Kata orang aku ini udah kayak mayat hidup yang isinya asap. Hidupku udah seperti mumi, kurus kering, kulit tipis, dan badan bau busuk dari asap rokok yang ku hisap sendiri. Beberapa pihak yang tidak bisa menerima kehadiran perokok seperti ku akan berusaha mencari alasan untuk menjauh. Bahkan ketika aku tidak menyalakan garet ku sama sekali, mereka akan merasa risih denganku. Seperti asap garet atau rokok itu sudah mengepul didalam mulutku, dan setiap aku membuka mulut, mereka langsung menjauhkan kepala supaya bisa menghindari baunya.

Aku sekarang tinggal bersama adik dan teman adikku di Pekanbaru. Kami bertiga serumah, rumah ini dibelikan untuk kami karena kami berdua kuliah di Pekanbaru. Mereka berdua tidak merokok, bahkan sangat menjauhkan diri dari yang namanya asap. Apalagi ketika di Riau waktu itu sedang dilanda bencana asap. Mereka selalu menjauhkan diri dariku saat aku menyalakan rokok di ruang tamu. Kalau pun mereka juga ingin menonton, mereka akan menghidupkan kipas untuk mengusir asap.

Nama ku Wiji. Aku sejak SMA sudah mencoba rokok. Dimulai dari rasa penasaran yang kata orang garet itu nikmat, dan bisa membuat kita menjadi cowok banget. Aku pun mencobanya, dan sampai aku menjadi Zombigaret. Berat tubuhku tak pernah bertambah, selain karena garet, aku juga sering begadang. Garet membuatku susah tidur. Garet juga sebagai peneman ku saat aku kesepian. Meluapkan kekesalan dalam hisapan garet yang manis, dan asap yang keluar dari mulut serta hidung.

Rasanya itu hmm… Delicaci kalo kata chef.

Dikeluarga ku sebenarnya tidak diperbolehkan untuk menikmati garet. Orang tua ku tak ingin anak – anaknya menghabiskan uang karena garet. Ayah ku, dahulunya juga seorang perokok, namun karena dia pernah mengalami tumor pada giginya, dia menyudahi menikmati garet, lagipula waktu itu ibu ku sedang mengandungku. Daripada aku menjadi cacat karena asap garet, ayah ku pun berhenti menjadi penikmat garet.

Sejak SMP aku sudah tinggal jauh dari orang tua untuk menempuh pendidikan. Aku berusaha sendiri untuk bertahan hidup, orang tua ku hanya tau bahwa aku sudah menerima kiriman uangnya. Untuk apa aku gunakan, kemana aku gunakan, atau aku gunakan untuk halal atau haram mereka tidak akan memikirkan itu. Mereka juga punya tanggungan 1 lagi di kampung. Yaitu adikku.

Karena hal tersebut, aku jadi beradaptasi dengan orang yang salah. Orang yang mengajarkan ku garet. Mungkin karena aku masih labil waktu itu, dan aku juga dikategorikan anak yang keras kepala, nakal. Aku mengikuti dunia yang salah. Tidak adanya yang mengatur, dan tidak adanya pengawasan dari orang tua. Aku semakin terjerumus, dan …. ketagihan.

Akulah Zombigaret dikeluargaku.

Padahal sudah banyak tanda bahwa aku mengalami kanker mulut. Seperti bibir selalu kering, napas bau, dan kadang sariawan yang menjangkit itu lama sembuh. Tapi ya bagaimana lagi. aku sudah menjadi zombigaret yang harus melalui meditasi berkala untuk bisa sembuh. Aku merasa setengah dari tubuhku sudah mati. Garet bagiku bukan sekedar kenikmatan lagi, tapi juga penyambung kehidupan. Aku merasa kehilangan arah saat mulutku tak berasap.

“Karena separuh aku…. sigaret”

sumber

Disisa kehidupanku, aku akan tetap menjadi zombigaret. Bisa berubah, jika nanti situasi aku harus menjauhkan jarak dengan garet. Ketika istri ku sakit, istriku mengandung anak kami. Aku sadar, aku akan seperti ini, jika bukan kesadaran sendiri. Saat menulikan ini pun, aku sedih. Kenapa aku masih saja menikmati garet dan asapnya. Padahal jelas itu menjauhkan ku dari orang tercinta. Keluarga.

Inilah cerita ku tentang ketagihan ku pada garet. Jika kalian tidak ingin menikmati sisa hidup dalam perasingan ataupun merasa dijauhi, jauhi garet. Jangan mencobanya, kehidupan kalian berharga. Karena harta yang paling berharga adalah keluarga.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba ‘Diary Sang Zombigaret’

Advertisements

2 thoughts on “Mulut Zombigaret

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s