Komedi · Serba - Serbi

Pertama Kalinya Ke Bioskop

Kenapa judulnya? Mau bilang gua itu alay, gua kudet, udik. Iye? Mainlah kita yok, di fm supersoccer. Hih

Mau gimana lagi, gua memang baru 2014 ini ke bioskop. Karena dulu waktu SMA di daerah gua gak ada yang namanya bioskop, harus keibukota provinsi dulu. Kan susah, bukan susah sih, memang gak ada uang waktu aja.

Gua ke bioskop pun karena mau nonton comic 8. Gua penikmat komedi, film ini kan jelas memakai aktor yang sudah sering nampang di layar radio tv. Apalagi, kebanyakan mereka itu komika, beh, gua ini pengen jadi komika, makanya gua suka banget nonton komika lagi stand up comedy. Tapi ya itu, sekarang agak kurang menyukai karena perilaku “oknum” disini. bisa baca juga ulasannya disini.

Ada hal meng-geli-kan waktu pertama kali mau ke bioskop ini. Ya, itu antara gua dan Melly. Karena Melly itu udah jadi partner gua kemana – mana. Wisata Kuliner, gua bawa dia, ikut lomba stand up comedy gua bawa dia. Soalnya kalo bawa temen gua utk wisata kuliner, itu gak enak. Temen gua (Wanda, red), makannya bunyi, gua jadi agak lain gitu kalo makan. Eh, gua mau tanya, gimana sih ngomong ke orang yang makannya bunyi biar dia menutup mulutnya waktu makan, tanpa menyebabkan kantuk, eh tersinggung?.

Gua kalo mengingat tanggal 30 Januari silam,gua jadi ketawa sendiri. Eh serius. Gua waktu itu kayak anak kecil yang maunya gak diturutin. ngambek. Gpp kan gua ngambek? yang penting sama pacar sendiri, gak ngambek sama pacar orang. Eh jomblo diam aja, jangan ngaku punya pacar. Pacar dunia maya mah iya. Maap broo, becanda kok. Gitu aja marah, kayak jomblo 😀 .

Kan comic 8 itu rilis di bioskop tangal 29 Januari. Nah, Melly gak bisa nemenin gua nonton tanggal itu, karena jadwal kuliahnya sampe maghrib. Gini, memang ada yang midnight show atau yang jam 8-an ya. Tapi kan Melly itu kosnya tutup jam 10 malam. Lah, jarak rumah gua sama rumah Melly itu jauh, belum jarak kita ke bioskop. Udah ngabisin waktu sejam juga akhirnya. Kan jadi ketinggalan, gak enak.

Karena Melly gak bisa nemenin, tanggal 29 Januari gua ngambek bro. Hahaha, sumpah malu kalo Melly bakalan ngungkin gua yang ngambek ini. Gua gak ngerti kuliahnya dia, malah gua jutek sama dia hanya karena masalah ini. Kekanak – kanakan banget gua waktu itu. Ini serius, ngapain juga gua bongkar aib yang palsu.

Bakalan terkenal juga enggak. Kalo mau cerai mah cerai aja, jangan ke infotemen muluk, bosen liat mukanya. Ada lagi tuh, yang di asukan eh diisukan pacaran sama adiknya revo, pacaran mah macaran aja broo, jangan ke infotemen, lu gak berani nyatain perasaan, harus pake infotemen yang ngulik – ngulik.Perasaan itu bukan tragedi hilangnya tisu dalam genggaman pesulap mas bro, jadi gak perlu di investigasi. fiuh

Gua ngambek sejadi – jadinya, JYadi Sembako. Entah kenapa, gua malah kayak anak kecil. Gua orangnya itu harus dapat, jadi kalo gua mau mainan, gua harus dapat gimanapun caranya. makanya dulu gua jarang diajak ke pasar. Takut ilang.

Alasan gua ngambek, karena gua pengen ngeblog dan materinya itu adalah review comic 8. hanya karena hal sepele itu, gua malah mengorbankan hubungan baik gua sama Melly. Am i fool? i think so.

Masalah absurd itu akhirnya mengajarkan gua untuk selalu berpikir bahwa Melly itu lebih baik daripada keinginan untuk nonton. Entahlah, kalo ada laci menuju masa lalu, gua mau masuk, dan mau ngulangin waktu itu. Dan memperbaiki postingan kali ini. Kalo bisa diulang, pastinya postingan kali ini romantis, gak absurd.

Doraemon san, わたしには、あなたが必要です (Watashi ni wa, anata ga hitsuyōdesu), baru nyoba di google translate. 😀

Tanggal 30 Januarinya gua akhirnya nonton. Disini, Melly udah menatap gua dengan tatapan aneh, tatapan seperti ingin menertawakan tampang gua yang mulai senyum sendiri bak senyum gadis desa yang dilamar laki – laki dari kota ala FTV. Gua yakin, dia menertawakan gua yang seperti anak kecil. Biar ajalah, karena gua memang begitu, disaat gua begitu, Melly harus bersikap dewasa, dan sebaliknya.

Kita nonton di 21. Wuhuuu…

Disalah satu mall yang udah kedua kalinya gua masukin. Masih aja sama, paha banyak beterbangan, dibagian atas ada juga yang menggugah, lu pasti tau kan. Karena Melly tau kalo di 21 tiket nya mahal untuk dompet kalangan gua, yang makan aja cuma pake telor dilapisi emas 18 karat, sayur bayam dengan kuah berliannya, dan sambal teri dengan minyak zaitunnya. Kita bawa makanan dari luar. Iya, karena didalam theater gak ada orang jualan batagor, ataupun siomay.

Setelah masuk bioskop dan beli tiket yang mahal, kita pun mencari nomor kursi yang sudah ditentukan. Gua ngeliat barisan paling atas itu paling penuh, padahal kan gelap, jauh lagi dari layar, kok mau ya. aneh kan. Manusia suka di gelap – gelap. Ikutan uji nyali gak berani. hih

Dibioskop juga buat gua kesal. Suaranya kuat banget, pengen gua kecilin, remotnya gak ada. Trus gelap lagi, padahal gua mau makan cemilan. Ntar salah makan, ngambil cemilan, taunya dapet dompet orang yang duduk sebelah. Kan enak. Hahaha

Sekian cerita gua tentang bioskop. Semoga ada manfaatnya untuk anda, kalo gak ada, ya bilang aja ada. Biar tidak ada dusta diantara kita. Itulah inspirasi juri Indonesian Idol, Anang Hermansyah dalam membuat lagu yang bejudul “Aku dan Kamu”. Kenapa dia menghabiskan malam tanpa bintang? karena dia lagi dibioskop, nonton film, langit gak nampak, hanya wanita disebelahnya yang tetap indah. Assek assek Plak

Aku dan kamu, selalu bersama
Habiskan malam, walau tanpa bintang.
Aku dan kamu, saling berpelukan
Membunuh malam, hingga pagi menjelang
Bersama selamanya

-Anang Hermansyah-

Advertisements

4 thoughts on “Pertama Kalinya Ke Bioskop

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s