Akuntansi ‘Biaya’ Hidup

Akuntansi?

Mata kuliah yang ngebaut eh ngebuat gue sempat ditertawakan. Udah gue telat, duduk didepan, disuruh ngerjakan tugas akuntansi, dan salah lagi. Apes banget kisah gue waktu berdiri didepan itu, dengan pakaian yang kecil, untuk celana gak melorot. Kalo melorot, ah sudahlah.

Di jurusan gue, managemen, cuma semester 3 yang gak belajar akuntansi. Di semester 4 ini gue belajar lagi akuntansi, tapi ditambahkan dengan biaya, jadinya akuntansi biaya. Intinya sih sama aja. Kita juga bakalan ngitung neraca, pengeluaran, laba, dan biaya operasional perusahaan.

Tapi, perlu penjelasan sedikit tentang biaya dan akuntansi biaya menurut catatan yang gue rangkum dari penjelasan dosen.

Biaya : Anggaran untuk sesuatu yang dimanfaatkan.
Akuntansi Biaya : Akuntansi yang memberikan informasi untuk manajemen.

Disemester baru ini, semuanya gak jauh beda dari sebelumnya. Iya, gue masih kebingungan mengikutinya. selama beberapa minggu pertama, gue akan menjadi pendengar sejati. Ditambah lagi, ini akuntansi biaya, pasti lebih sulit.

Tapi ada yang lebih sulit daripada akuntansi biaya perusahaan. apa?

Akuntansi biaya hidup.
Lu pernah mikirin gak, berapa biaya yang lu keluarin seharian. Anggap lu perusahaan, berapa biaya lu untuk operasional, biaya angkut barang, biaya administrasi, atau biaya sekretasi seksi?. Iya, semua lu perhitungkan, mulai dari pagi sampe lu tidur lagi. Itu cuma soal pengeluaran biaya, kalo masalah harta dari Pencipta, pasti lu gak bakal bisa mengakuntansikannya. Jangankan ditulis, dipikirin aja bisa gila.

Mau coba? Itungin aja nafas yang lu hirup dan buang seharian. bisa?

Selain perusahaan, biaya hidup sebenarnya perlu diakuntansikan. Apalagi yang lajang, yang mau menikah dulu baru bulan madu, harus ada pencatatan laba/rugi selama masih lajang. Biar, laba itu bisa membeli investasi masa depan. Iya, wanita yang menjadi seorang istri itu kan investasi paling menjanjikan masa depan. Kita udah tua siapa yang ngurus? istri kan. Nah…

Biaya hidup gak melulu laba, biaya hidup pasti sering rugi, dan akan laba dengan jumlah besar, ketika semuanya tepat waktu. Tapi sayang, sebagai orang Indonesia, kita selalu jam karet. Mudah diulur, mudah mengulur, dingin dikit tidur, dirumah sekretaris seksi lagi, eh ada suaminya. apaan sih.

Karena biaya hidup gak melulu laba, kita harus tahan benturan. Ingat selalu teori Archimedes “Setiap benda yang berada di dalam suatu wadah dengan air, maka benda itu akan mengalami gaya ke atas (yang disebut gaya apung) seberat zat cair yang muncrat”, pengertian disamping menurut bahasa sendiri, biar mudah dimengerti. Jadi, ketika lu terjatuh bakalan banyak orang disekeliling lu yang menjauh. Apaan sih, gak nyambung banget.

Sebenarnya, biaya hidup itu gak perlu dipersulit. Karena kita gak perlu mencatat semuanya secara terinci, mulai dari pengeluaran — pendapatan. Kita cuma perlu ngeliat bill restoran aja. Nah, segitulah pengeluaran lu, trus itung deh berapa uang didompet. Dan satu lagi, cara paling cepat untuk mengetahui lu laba atau enggak, tes ke pasangan lu. Kalau dia gak marah karena gak pernah diajak makan direstoran, berarti lu masih laba. Tapi kalo dia udah marah, lu rugi.

Simpel kan.

Ngomongnya simpel, prakteknya susah.

Intinya adalah, selain kita harus mengatur akuntansi biaya perusahaan, kita juga harus bisa mengatur biaya hidup. Kalo bisa kita harus bisa lebih banyak mengatur biaya hidup, karena biaya perusahaan udah di atur sama sekretaris seksi, mentang – mentang seksi trus jadi caleg. Woo…

Udah ah, daripada makin ngelantur dan ngawur, mentang – mentang udah pagi.

Advertisements

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s