Negara Asap Menguasai Riau

Setelah bertahun tahun negara api menguasai bumi, akhirnya negara asap menyerangnya, dan negara api hanya menjadi minoritas. Apaan sih, emangnya avatar the legend of aang?.Enggak, gue lagi ngomongin kondisi Pekanbaru terkini. Yap, Pekanbaru dengan bencana paling langganan, paling sering, yaitu

Jeng jeng ………. Kebakaran hutan.

Bencana ini paling pokok terjadi di Pekanbaru. Antara mei sampe juni 2013 lalu kalo gak salah ini juga terjadi. Gue inget banget, karena waktu itu gue pertama kali mencoba menulis, dan mengirimkannya ke penerbit. Gue pikir diwaktu itu adalah akhir dari bencana ini, bencana yang mengakibatkan aang tidak bisa memberantaskannya, karena aang sibuk dengan negara api.

¬†Asap yang terjadi di tiga kabupaten di Riau (katanya), sudah menyebar di hampir seluruh Riau. Koran yang gue lihat, halaman depan selalu aja soal asap. Pernah beli Riau Pos yang halaman utamanya ’25 ton garam disebar untuk ciptakan hujan buatan’. Berarti solusi untuk mengatasi ini (asap, red) sudah ada, hanya belum sepenuhnya clear.

Tapi bencana ini masih ada dan belum sepenuhnya hilang. Di tambah lagi dengan tidak adanya guyuran hujan di Pekanbaru Februari kemarin. Ini kalo ada ninja gak perlu pake tepung untuk ngilang, dengan bencana asap begini, ninja paling suka.

Katara, dimana kau? Hujani Riau, cepat.

Bencana asap juga mengakibatkan gue males ngampus. Alasan aja sih, sejujurnya juga males ngampus. Eits, ini males ngampusnya gimana? Males ngampus jam setangah 7 pagi, kalo ngampus diatas jam segitu, gue datang kok. Tapi telat, kadang cuma absen, trus tidur dibelakang, trus ditegur dosen, dan terkenal deh. Bro..

Bukan masalah jamnya, di semester 3, gue juga ada 2 matakuliah yang masuk jam setengah 7 pagi, dan fine aja. Kenapa? karena asap gak ada, gue bisa merasakan dinginnya pagi, sejuknya embun, dan ngeliat tetangga gendong anaknya tetangga. Tapi sekarang, suasana itu hanya angan – angan semut didinding saja.

Di semester 4 ini, gue punya 3 jadwal mata kuliah di jam setengah 7. Dengan embun yang berubah jadi asap, udara yang dingin tapi menusuk tenggorokan, dan penglihatan yang pendek, karena jarak pandang juga pendek. Hari ini ( 8 maret 2014, red) aja, gue gak kuliah jam setengah 7, karena males menghirup udara tidak sehat itu.

Menggunakan masker cuma membuat udara masuk sedikit, dan tidak mencegahnya masuk. Kalo mencegah udara masuk, lo gak akan bisa bernapas. Karena asap ini juga, jadi banyak para caleg yang mulai berkampanye dengan membagikan masker di persimpangan lampu merah. Tapi gue kasian, kadang dia gak diperhatiin. Makanya coba berpakaian superhero. kayak sibuta dari goa gelap gitu. Atau bisa nyewa SPG, dengan pakaian sexy, pasti banyak yang mau.

Karena bencana ini pula, akhirnya terjadi banjir. Banjir penjual masker di jalanan. Buka mulai jam 7 pagi, dan tutup, kalo udah gak jualan. Ya gpp sih, kan pekerjaannya masih halal. Yang penting dia gak jualan ditengah jalan, atau jualan sambil ngunyah sirih.

Dan waktu itu, gue ngebaca spanduk yang berisikan tentang benda yang lebih efektif dipakai ketika banyak asap selain masker. Namanya gue lupa, tapi bentuknya itu berupa spons kecil yang muat diletakkan didalam hidung, dan akan membuka ketika bernapas. Spons tadi lebih efektif menyeleksi udara yang masuk. Lu kata Indonesian Idol pake diseleksi. Dan yang buat gue gak akan menggunakan benda ini adalah, diantara lubang hidung kita akan ada semacam pipa lentur yang berguna untuk mengambil tuh spons. Tau gak, kalo pake begituan, kita sama aja kek sapi, yang hidungnya ada tali.

Gue mau tanya. lu ngerti gak sama paragraf diatas, jujur…. gue… enggak.

Daripada panjang lebar, gue mau kasi beberapa tips supaya tidak banyak menghirup asap.

1. Keluar Seperlunya
Pasti sudah sering dinasehati beginian sama pemerintah, “Usahakan keluar rumah seperlunya”. Tapi ka kalo untuk orang kerja dan sekolah mau gak mau pasti keluar. Ini berlaku untuk orang – orang yang memang tidak bekerja. IRT, anak kecil atau orang manula. Dan kalo ada suami istri dirumah berduaan, keluar juga seperlunya, entar anaknya kembar kalo banyak keluar, atau takutnya yang keluar gak kompeten.

Hayoo, pada mikir apa?.

2. Gunakan masker
Kalo masalah ini sebenarnya gak perlu dijelaskan lagi. Naluri kita sebagai manusia adalah kita akan menutup hidung dan mulut ketika ada hal yang tidak enak untuk dicium. ketika lo semua keluar rumah, usahakan untuk menutup saluran pernapasan dengan masker. Dan buat perempuan beejilbab jangan menutup hidung dengan jilbab, takutnya bagian leher keliatan, kebawah lagi.. dan….

Ah, sudahlah.

3.Jemur Pakaian didalam rumah
Karena asap yang meraja lela diluaran sana, udah kayak penjual masker. Kita juga harus melindungi kebersihan pakaian kita dari asap. Ditakutkan ketika kita menjemur pakaian diluar, dan kita bawa kerumah, asapnya masih ngikut. Dan ketika dipake, kita pasti menghirupnya. Kena asap juga deh. Buat aja jemuran portable dirumah, bisa dengan mengikatkan tali di ventilasi jendela/pintu.

4.Meningkatkan Makan Makanan Sehat

Bukan karena asap aja kita harus makan makanan sehat. Saat tidak ada bencana asap bukan berarti kita mengabaikan makanan sehat. Kita harus meningkatkan makan makanan sehat, karena tubuh kita sudah banyak menghirup udara yang tidak sehat, dan di pastikan, kita bisa sakit. Karena sudah banyak penduduk Riau yang sakit ISPA. Kita harus menjaga kondisi tubuh disituasi bagaimanapun. Makanan sehat paling dianjurkan untuk orang yang rentan penyakit pernapasan, dan untuk pencegahan bagi orang umum. Tapi jangan makan buah – buahan terus, entar jadi herbivora.

Makanan sehat tidak harus mahal.

Iyaap..

Segini dulu cerita gue mengenai provinsi yang dikatakan kaya akan minyak ini. Sebagai rakyat yang berusaha ikut mencerdaskan bangsa padahal gue gak cerdas – cerdas banget, gue akan berbagi informasi mengenai kota ini. Sebagai bahan promosi juga, karena Pekanbaru orang tidak terlalu mengenalnya.

Selamat Pagi.

Advertisements

2 thoughts on “Negara Asap Menguasai Riau

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s