Novel dan Film

Review “Oom Alfa”

Gambar diambil saat editing post

Sebuah buku pasti dihasilkan dari pengalaman penulisnya sendiri. Ibarat makanan, yang masak nasi goreng pasti penjual nasi goreng, bukan penjual bakso. Kalo mereka berdua join mungkin bisa tukar profesi kek acara ditipi.

Oom Alfa, novel komedi keluaran Bukune agustus 2013 lalu ini mengambil kisah persahabatan manusia dengan benda mati. Sebuah motor butut berwarna merah, kehadirannya sering membuat jengkel pemiliknya. Mulai dari pistonnya yang rusak dan harus diganti, sampe karburatornya yang selalu aja ngeluarin bensin, didalam kamar yang udah kayak gudang. Tapi kadang juga membantu ketika harus menjemput adik pemiliknya, atau lari dari gempa. Lebih baik dari sepeda bututnya terdahulu.

Komedi didalam buku ini gak mutlak membuat ketawa. Ada pesan tersirat yang tercantum dinovel ini. Sebagai orang yang kadang menganggap remeh orang lainnya, dan tentang penyesalan akan waktu yang bisa dilakukan, tapi ditunda. Editor dari buku ini seperti paham betul, bahwa komedi bukan saja alasan kenapa pembaca ‘tertawa’ tapi juga alasan apa yang bisa membuat pembaca mengingat hal penting dalam buku.

Jujur, ketika gue ngebaca, otak gue ngomong “Mana komedinya?”. Bagi gue sih, ini semi komedi, bukan novel komedi, bisa juga disebut novel tanpa embel komedi. Dan yang komedi itu cuma judulnya doang ‘Si odong – odong merah’. Agak blur sih pas ngebaca dari awal sampe pertengahan. Ini orang gila kali ya, ngomong sama motor. Sempat bingung pas dialog antara tipi butut (anaco), semen segitiga, motor merah butut(Alfa), dan pemilik benda butut itu semua.

Dan gue rasa untuk novel (semi) komedi novel ini terlalu panjang (sorry, menurut gue, maaf gue masih newbie). Karena dibab pertengahan itu jujur ga ada komedinya. Kalo dipersentasekan hanya sekitar 25% dari keseluruhan, itulah komedinya. Gue kegramedia, ngeliat nih buku, mikirnya, “Wah tebel nih, pasti lucu”, tapi setelah dibaca gak begitu lucu. Karena gue itu Komedi Addict (emang ada gitu pecandu komedi?), jadi gue bisa bilang lucu atau enggak. Padahal newbie sok – sokan lo Yu

Gue kalo ngebaca novel komedi itu gak ngantuk, tapi beda sama ‘Oom Alfa’ ini. di pertengahan nguap – nguap, untung gak ada lalat, coba kalo ada. Gue embat, gue sikat, gue oles pake mayones, gue kunyah terasa renyah, eh rupanya bawang merah.

Itu sedikit masukan aja sih ya. Kalo gak suka juga gpp, gue cuman nilai sebagai pembaca.

Tapi, quote sebelum pembukaan bab itu yang gue suka. Ada yang nyindir, ngasi ilmu, dan kadang bener. Seperti di Bab “Wali Murid Unyu” dengan quote nya ‘ternyata mudah membantu orang tua kalau pintar’. bener banget kan, kalo kita pinter orang tua pasti seneng. Kita dapat beasiswa, dapat prestasi, penghargaan. Siapa coba orang tua yang gak mau anaknya sukses.

Alur novelnya maju – mundur – maju dan gak mundur lagi. Novel ini mengajarkan kita bahwa, teman spesial itu banyak, tapi teman istimewa tidak. Karena teman istimewa itu bukan teman yang sering mengunjungi kita, tapi teman yang selalu bersama kita. Penulis mengekspresikannya dengan motor bututnya itu, si Oom alfa, sebenarnya lebih tepat disebut Kakek Alfa.

Novel ini lebih kepada menginspirasi.

Sukses untuk Bukune sebagai penerbit untuk media anak muda. Semoga ikut mencerdaskan bangsa. *Nyepik nih ceritanya, biar bisa diterima naskah disana*

Advertisements

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s