Saatnya Memilih Cerdas

Gue terlalu muda gak sih untuk ngomongin soal politik?

Gue yang masih anak 18 tahun, ngomongin politik? Kalo aneh gue minta maaf deh. Anak baru kemaren ngomongin politik? apa kata Raisa?

Soalnya gue resah banget dengan partai yang mencalonkan selebriti untuk jadi anggota legislatif. Kalo yang sering nonton sinetron selebriti mungkin bakalan ngomong “Tuh baik tuh di sinetron ini, dia juga dijahati terus, pilih aja dia”, emang gitu ya? Apa sekarang semudah itu untuk nentuin siapa yang bakalan jadi leader?.

Sekarang gue rasa semua organisasi mengandung unsur ‘marketing’ organisasi. Semuanya membutuhkan orang yang bisa membuat organisasi itu maju, tapi dengan menggandeng orang yang sudah dikenal. Kan gak semua orang bakalan mengerti tentang hukum, apalagi ini soal negara, bukan rumah tangga. Kalo rumah tangga aja gak bisa diatur, gimana negara?

Lu kira negara cuman kayak permainan monopoli, lu masuk penjara trus bayar pake kartu bebas penjara?. Nginap ditempat orang tinggal bayar uang, agak lebihin dikit untuk tip. Atau lu punya puluhan kesempatan untuk ngebeli rumah dengan harga sewa termahal?. Damn

Gue rasa ini semua masuk dalam unsur ‘MATERIAL atau UANG

Gue rasa semua juga udah pada tau, ada muallaf yang diajak masuk partai dan dicalonkan? Lu mikir darimana dia bisa mimpin? di tanya Visi Misi Partai aja gak tau, pake ngeles banyak banget. Emang bisa ikut rapat,? gue sih takutnya cewek cantik yang mencalonkan diri itu cuma jadi benda antik dipemerintahan.

Benda antik = Harganya mahal

Bahasa gue sarkas? emang gitu kan keadaannya.

Coba deh lebih selektif lagi milih orang yang mau dicalonin. Apa perlu diundang Ahmad Dhani, Raisa, dan Anang Hermansyah untuk seleksi? Enggak gitu juga kan. Ini soal negara, bukan soal mainan monopoli.

Gue kasi beberapa tips untuk orang yang mau ngikutin pemilu, cekidot :

1. Jangan pilih (hanya) karena good looking
Orang kayak gini biasanya cuman ngandalin penampilan. Kita semua bisa lihat dari kinerja dia. Pak Dahlan Iskan, kalo tampil di tv pakaiannya bagus kan? tapi gimana dia diluar, gue pernah baca artikel dia pernah ditegur karena selalu pake sepatu cats. Sepatu yang buat dia bisa sampe kek sekarang. Semoga dia selalu bisa sederhana, dan gak suka selfie. Masa upload foto diinstagram, dicoment jawabnya ketus. Kalo gak mau dicoment gak usah buat akun media sosial. Gak jauh beda sama penonton musik pagi.

2.Kalo bisa telusuri jejak kariernya
Ya, gak mutlak sih ya. Kebanyakan kita sih mikirnya “Untuk apaan sih cari tau siapa calon presiden/anggota legislatif, gunanya buat gue apa?” , yaelah bro, premium sape yang ngatur? orang demo karena apa? daging yang lu makan siapa yang ngatur?. Trus ada anak alay lewat “Trus gue mesti bilang WOW sambil minta folbek ya kak Radithh?”

3. Jangan Golput
Di Illucinatinya koh Ernest Prakasa dia bilang “Coba deh untuk gak golput, minimal datang aja ke tempat milih, mau milih atau enggak terserah lagi, yang penting datang”, setelah gue pikir, iya jugak ya. Kita udah dapat kesempatan milih, kenapa gak dipake. Kalau memang gak pengen milih, ya coret aja kertas bergambar caleg itu, atau gambar apa gitu sesuka lu. Ya, itu semua karena kita (udah) susah ngasi kepercayaan sama orang yang phpin kita.

SAATNYA MEMILIH CERDAS.

PEMILU 2014

Advertisements

2 thoughts on “Saatnya Memilih Cerdas

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s