Mozaik Blog Competition 2014 – Tujuanku Menulis

Event Mozaik Blog Competition sponsored by beon.co.id.

Menulis itu jika dilihat dari kacamata orang ‘awam’ mungkin hanyalah sebatas nulis dan tidak menghasilkan apa – apa. Mungkin mereka gak tau kalo J.K Rowling itu milyarder didunia yang pendapatnnya dari hasil menulis.

Gue itu masih terbilang ‘pemula’ didunia literasi. Puisi? gue gak ngerti itu. Dulu, gue itu hanya orang yang melanggengkan artikel copy paste untuk sebuah makalah ataupun karangan ilmiah. Menurut gue? gak pernah ada. Yang ada, hanya lah menurut ini, menurut itu.

Gue juga aktif diblog baru (Liat aja diarsip). Nah, masih pemula toh. Jelas. Gue itu masih dalam tahap pembelajaran. Ibarat bayi, gue ini masih merangkak. Kita semua tentu butuh pembelajaran setiap hari, butuh perubahan, meski kita gak pernah tau, kapan perubahan itu akan terlihat. Tapi, semua pasti berubah.

Tujuan gue menulis diblog ini gak muluk kok. Cuman sekedar nuangin hobi nulis yang terbengkalai (sekaligus ngabisin kuota modem). Gue itu orangnya pemalu, jadi ketika gue nulis di Ms. Word, gue malu untuk nyuruh abang gue, temen gue, atau bahkan pacar gue untuk jadi proofreader. Gue gnerasa, ditulisan gue itu gak pantes dibaca, sekedar menjadi draft kotor yang mungkin suatu hari bisa gue bersihkan. Kalo gue mau.

Sebagai penulis blog, gue juga kadang kepengen banget tulisan gue itu bisa dijadikan buku. Kita tau bg Raditya Dika, yang bukunya ‘Kambing Jantan’ best seller, karena dia lebih dulu dikenal lewat blog pribadinya, yang isinya adalah diary tentang dia. Gue juga terinspirasi dari dia dalam menulis.

Tapi, yang gue gak tau adalah. Menulis itu adalah bagian dari kebiasaan. Mebiasakan menulis akan mendapatkan hasil tulisan yang baik.

Saking labilnya gue. Gue pernah ngirimin tulisan ke penerbit, yang ketika gue baca lagi tuh tulisan, gue malah ngantuk, dan bilang “Ini siapa yang nulis, bukan gue nih”. Iya, tulisan gue pertama kali yang gue kirim ke penerbit, bisa dibilang.. hmm.. ANCUR.

Yah, itu akhirnya gue ngerti kenapa naskah gue ditolak.

Karena kegagalan itu, gue sempat down, dan gak mau lagi nulis untuk beberapa minggu. Namanya juga masih labil, pasti gak terima ditolak. Karena perihal itu, gue jadi mikir “Untuk apa gue nulis naskah panjang – panjang kalo akhirnya gue telantarin didalam hardisk?”, dan itulah awal mula blog ini tercipta.

Gue mau melihat perkembangan tulisan gue setiap bulannya. Kalo didraft, gue yakin kita tuh males ngeliatnya.

Dan lagi, gue memilih untuk menulis ini juga sebagai penulisan sejarah. Tentunya sejarah kehidupan gue. Hampir serupa dengan bg Raditya Dika, gue juga kadang menulis berdasarkan apa yang gue alami, tapi gak dalam bentuk diary. Gue cuma menulis diblog jika gue mau, gak setiap hari.

Gini loh, orang yang sejarahnya bakalan diingat itu hanyalah orang yang terkenal, orang yang berjasa, lah kita sebagai orang yang biasa saja dapat apa? siapa yang bakal nerbitin biografi tentang kita? Gak bakalan ada, kalo gak kita sendiri. Kalo mau dibuatkan biografi, mulailah untuk berjasa, ataupun terkenal. Coba ikutan X Factor biar dibikinin biografi kek Fatin.

Naskah pertama gue ditolak, naskah kedua gak jauh beda.

Yang lebih parahnya adalah, naskah kedua gue ini ditolak 2 penerbit. Pertama gue kirim kepenerbit, karena ditolak gue kirim kepenerbit lain, bukan sekaligus. Gue rasanya pengen ngundang Ayu ting – ting untuk sekedar ngomong “Duaaaaaaaaa” biar lebih jleb. Gue makin down, 2 naskah yang gue kerjakan, akhirnya ditolak.

Untungnya gue ini keturunan Thomas Alfa Edison, tidak akan menyerah sebelum ada pencerah. Gue stop dulu untuk ngirim naskah ke penerbit. Gue gak pengen ketololan gue yang berulang kali ini terulang. Gue lebih milih untuk nulis diblog dulu, karena gue gak perlu ngatur margin, gue gak perlu ngatur sampe berapa lembar tulisan ini, gue gak perlu repot – repot baca berulang – ulang karena takut ada typo. Karena sejatinya tulisan diblog untuk pengembangan tulisan gue.

Sampe sekarang gue itu malah nungguin jam 12 malam untuk nulis di blog, bukan untuk ketemu cinderella ya. Padahal sepanjang siang dihari libur ini banyak waktu untuk nulis di Ms. Word, guna menambah draft gue. Tapi, entah kenapa, gue selalu aja males. Hati kecil gue bicara “Tunggu aja jam 12 malam, lebih enak nulis diblog, gak perlu ngatur margin ataupun spasi.”, dan itu benar, gue ngikutin kata – kata itu.

Desember 2013 kemaren, gue ngajak temen gue untuk nulis cerpen. Gue berencana ngumpulin cerpen untuk akhirnya dikirim kepenerbit yang nerima kumcer. Yah, seperti mengulang kesalahan yang sama, atau menambal lubang yang telah menjatuhkan. Tapi, yang gue anut itu, kenapa kita mesti menyerah, kalau ternyata yang kita impikan tinggal dipetik. Why?

Gue, gak akan pernah takut untuk mencoba terus.

Jadilah Januari kemaren gue kirim naskah keperbit lagi. Ini penerbit keempat yang gue kasi naskah amburadul gue. Ntahlah gimana jadinya, tapi gue gak akan berhenti mencoba. Kegagalan kita itu karena kita takut untuk mencoba. Kalo dicermati lagi gue itu udah 9 kali gugur dalam lomba menulis, 1 di Pekanbaru, dan lainnya lomba dari penerbit.

Tapi gpp, bukankah itu sebuah pembelajaran dan pengalaman. Yang nantinya menjadi acuan kita untuk lebih baik.

Sok bijak banget lo Yu.

Sebagai (calon) penulis yang sudah (sangat) sering gagal, gue gak akan pernah berhenti untuk menembus penerbit yang gue mau. Dimulai dari blog ini sebagai pembelajaran. Semoga apa yang gue impikan tercapai. Gue cuma pengen ada sepenggal kisah yang bisa gue ceritakan untuk orang dari sebuah buku. Buku yang penulisnya gue sendiri.

Intinya adalah : Terus berusaha dan yakin semua akan indah pada waktu yang tepat.

Atau ada yang mau bergabung untuk sama – sama nulis cerita bareng? dikumpulin dan dikirim ke penerbit? mentionan aja πŸ˜€

Oke, see yaa πŸ™‚ Β πŸ˜€

FYI : Kalo mau naskahnya diterbitin, buat sinopsis yang bagus. Karena editor bakalan nilai dari sinopsis dulu. Jangan pernah sembunyiin cerita disinopsis, jelaskan semuanya. lebih ideal lagi, kalo semua bab dijelasin hanya dalam 2 lembar A4.

.

Advertisements

6 thoughts on “Mozaik Blog Competition 2014 – Tujuanku Menulis

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s