Comic 8 Review

Sorry buat pembaca yang budiman. Sebenarnya ini jadwal untuk gue ngepost tentang review novel. Tapi karena kemaren uang untuk novel dipake buat nonton dibioskop, jadinya gue bakalan ngereview tentang film yang gue tonton. Bukannya gak konsisten nih ya. Beneran, gue gak ada beli novel. Gue bukan orang yang lebih dari cukup, cuman cukup doang keuangan gue.

Udah pada tau dong, film apa yang rilis 29 Januari 2014 kemaren? Yang dapat  65 ribu penonton dalam hari pertama tayang?

Hah? belum tau? Itu loh, yang lucu – lucu itu. Yap, benar, #Comic 8.

Mari kita baca review film tersebut ala gue. Oh iya, tapi sebelum lo ngebaca tentang review gue, lebih baik lo baca dulu sinopsisnya, yang gue dapetin dari 21cineplex.com. Cekidot

COMIC 8 adalah film Comedy Action segar yang bercerita tentang delapan anak muda dari berbagai macam background dan kisah hidup masing-masing, yang secara kebetulan merampok sebuah bank dalam waktu bersamaan.

Terdiri dari 8 Stand Up Comedian yang masing-masing membawa character yang unik ke dalam cerita, serta masing-masing mempunyai alasan dan motif yang berbeda-beda. Ada yang merampok karena Galau, Hobby, Iseng, Adrenaline Sport, bahkan ada yang Merampok untuk menghidupi panti asuhan dan rakyat miskin.

Ke 8 Perampok tersebut akan terbagi menjadi tiga team dengan kemampuan dan jam terbang yang berbeda-beda. Cerita pun berkembang dari perampokan yang awalnya terlihat seperti kebetulan yang aneh, terkepung oleh pasukan polisi dengan AKP nya yang super cantik, sampai akhirnya mereka harus saling bekerja sama dan menemukan jawaban dari teka teki yang ada serta mencari jalan keluar terbaik untuk semua.

Situasi yang tidak lazim, Heavy Hard Hitting Actions dengan berbagai scene adu tembak berbagai senjata seperti, pistol, machine guns bazooka, granade and dynimte – serta twist-twsit Unpredictable yang tidak akan pernah terpikirkan penonton dalam cerita ini, akan membawa hiburan seru dan kelucuan tingkat tinggi yang pastinya akan mengocok perut penonton.

Film ini dibintangi oleh Mongol Stres, Mudy Taylor, Ernest Prakasa, Kemal Palevi, Bintang Timur, Babe Cabiita, Fico Fachriza, Arie Kriting, Indro Warkop, Nirina Zubir, Nikita Mirzani, Pandji Pragiwaksono, Boy William, Candil , Coboy Junior, Jeremy Teti, Kiki Fatmala, Agus Kuncoro, Joe P Project, Cak Lontong, Henky Solaiman, Laila Sari, Agung Hercules, Ence Bagus, Ge Pamungkas.

Nih Trailernya 

Udah baca kan. Nah, berikut review gue tentang film ini.

Ketika pilem baru mulai, gue kira itu ada didalam film itu (yg nyandra tawanan). Adegan awal ternyata sama dengan yang ditrailer, Waktu liat trailernya, gue pikir ini film para kumpulan hacker, yang ngerampok bank dengan jaringan. soalnya mereka pake topeng anonymous sih. Tapi, mereka keren pake topeng, jangan dibuka ya.

Mulai dari ernest masuk dengan gagahnya, lalu nembak asal – asal, ngabisin peluru si koh ernest. Kan bisa sekali aja nembaknya, biar keliatan keren aja tuh. Peace bro..

Pilem ini kek kembali kezaman Warkop DKI. Komedi yang diceritakan dengan cara yang berbeda. Yang gue ingat sih, judul film tentang superhero dizaman itu yang “Manusia 6 Milyar” atau apalah gitu. Kalo secara alur, film ini kek make alur yang maju – mundur – maju – mundur – maju – dan mundur lagi.

Jadi, selain nonton, kita tuh disuruh mikir. Si perampok tujuannya apa, kok bisa tiba – tiba datang. Apalagi om, eh tante mongol yang tiba – tiba datang dari belakang. Padahal kan diruangan itu semua udah pada tiarap. Tiba – tiba datang, dengan kain itam seperti sayap, trus nendang – nendang perampok lainnya. Apa dia baru dari toilet? atau dia udah ada di lorong AC dari sebelum Ernest datang? Atau dia memang pengisi acara di Bank INI.

Setelah polisi datang, kita langsung balik ke belakang, saat orangnya baru ngerencanain itu semua. Kan, kalo yang cuman nonton, dan gak mikir pasti bingung. Untungnya gue nonton dihari kedua, jadi abang gue udah cerita dulu soal tuh film, dan alhamdulillah gue gak bingung.

Yang gue salut dari pilem ini, katanya, semua senjata yang dipake itu asli. Trus gue pernah nonton diyutub, waktu Nikita Mirzani diwawancarai tentang pilem ini, dia ngomong kalo tangannya aja nyampe pegel megang senjata, trus selongsong pelurunya ngenaiin lengannya. Gue tau, itu bukan senjata baru. Mungkin senjata yang udah dimuseumin. Bulpup yang dipegang koh ernest keren tuh, trus magnum yang dipegang Kemal juga keren, walau isinya cuman 7 peluru (dapat dari game Counter Strike).

Perampok seharusnya begini, bisa ngebuat orang tertawa. Masa iya ada perampok yang suka ngisi acara alay, tembaknya tembak air bekas cucian piring lagi. Jalan ceritanya itu, lebih mirip kayak detektif, tapi yang jadi detektifnya tuh penonton. Coba bayangin, kapan om Indro ngeletakin GPS (Gak Penting Say), kapan pula om/tante mongol bawa tempat gitar yang ternyata Bazooka, Udah gitu yang dibioskop semuanya tertawa. Gue, termasuk. Padahal kan itu kurang realistis. Apalagi pas mobil polisi diledakin, masa polisinya cuman cemong kek perang gerilya, aturannya berdarah – darah, trus jalannya merayap. biar realistis gitu.

Dan, endingnya bener – bener gak ketebak banget. Gue jujur dari awal nonton, gak mikir kalo om Indro itu pusat kegaduhan dari semuanya, trus di lanjutkan dengan anggota rumah sakit jiwa (Pandji, Nikita Mirzani, dan Agung Hercules) yang dijadiin umpan sama om Indro. Sampe Pandji ke tangkep, gue juga gak ngeh, dan mikir. Jadi siapa yang salah? trus kemana comicnya?

Setelah the truth baru deh, gue ngeh. Kalo ternyata om Indro itu bosnya. Keren banget cerita film ini. Overall, film ini lebih dari kata menghibur, tapi menghibur bangeeeetttt. Setiap scene gue itu ketawa, padahal kadang gak lucu, cuman ngeliat muka orangnya aja gue ketawa, apalagi si Fico, mukanya lugu banget. Si ernest keren euy (untung gue cowok, kalo gue cewek, ngefans sama lu koh ernest). 

Comic 8, keren dan lucu banget.

mau nanya nih :

1. Nirina Zubir kok cantik ya?
2. Nikita apa gak berat udah megang senjata laras panjang, trus pake baju kayak cat woman begitu?
3. Mongol sama Ernest kenapa gak jadian?
4. Comic 8 season 2 ada gak nih?

Sekian review gue tentang film #Comic8

Advertisements

One thought on “Comic 8 Review

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s