Komedi · Novel dan Film

Review Manusia Setengah Salmon

Film Manusia Setengah Salmon.

Mungkin lo dah gak asing lagi dengan judul film ini. Film yang kembali ditelurkan dari buku penulis Raditya Dika, yang sebelumnya sudah ada dua film juga yang dibintanginya (Cinta Brontosaurus dan Cinta Dalam Kardus), yang sama – sama masih dalam genre yang sama, yaitu komedi, romance.

Beberapa tahun silam, kita juga disuguhkan dari film pertamanya, juga dari bukunya, yaitu Kambing Jantan, yang bercerita tentang “hubungan LDR” antara Dika “Kambing” dengan pacarnya “Kebo” (gak tau sapa namanya).Sudah 4 film yang dikeluarkan, dan gue udah nonton 3 film diantaranya.

Ulasan sedikit mengenai Cinta Brontosaurus. Cinta Brontosaurus film komedi yang bercerita tentang Dika yang tak percaya bahwa cinta itu bisa datang lagi padanya. Dia merasa semua cinta itu bisa kadaluarsa, dan ujung – ujungnya putus. Tapi sebenarnya, dia hanya ingin mencari orang yang beda, orang yang ketika dia ngeliat, itu gak kebayang gimana putusnya.

Memang sedikit berbeda dengan film Manusia Setengah Salmon ini, mulai dari alur, latar, dan masalah yang lebih membuat kita bisa tertawa. Mulai dari adegan yang biasa ada, adegan yang kadang kita gak nyangka itu bisa dibuat film. Tapi menurut gue alurnya dengan film – film terdahulunya itu sama aja.

Film pertama, Kambing Jantan, disana diceritakan Dika pisah dengan Kebo karena Dika harus kuliah di Adelaide, universitas pilihannya, namun atas paksaan orang tuanya. Dia harus menjalani hubungan jarak jauh dengan Kebo. Masalah tidak hanya terjadi di bagaimana mereka menjalani hubungan jarak jauh itu, tapi saat Dika bertemu teman SD nya, dan terlihat lebih akrab dengan temannya itu. Lalu, Dika dan Kebo putus.

Film Kedua, Cinta Brontosaurus. Hampir sama alurnya, namun ada konflik yang beda disini, Dika masih takut akan cinta yang kadaluarsa, meski dia sudah bersanding dengan Jessica dia merasa pernikahan belum tentu. Jessica yang mendengar itu, sedikit keksalan, dan mereka pun putus.

Sedangkan di film Manusia Setengah Salmon ini, Dika kembali bertemu dengan teman SMP nya, Patricia (hampir mirip dengan Kambing Jantan. Tapi, di film ini Dika diceritakan akhirnya berpacaran dengan Patricia), ketika mereka harus pindahan rumah, saat orang tua Dika ingin tinggal lebih dekat dengan ketenangan. Dika disibukkan dengan mencari rumah baru, dan tidak memikirkan pacar baru, meski temannya ingin segera menikah.

Ketika sibuk mencari rumah, Dika seperti enggan meninggalkaan rumah lamanya, yang sudah membuatnya nyaman. Tapi kepindahan itu memang harus selalu ada. Begitu pula ketika dia bertemu dengan Patricia, ingatannya masih untuk Jessica (pacarnya di Cinta Brontosaurus), dan membuatnya tidak nyaman berada didekat Patricia.

Waktu terus berjalan, semua orang memang susah untuk move on, tapi mereka harus move on. Jika Dika masih saja mencari orang yang bisa membuatnya nyaman, mungkin dia gak akan mendapatkan itu. Kenyamanan itu gak bisa didapatkan gitu aja, harus beradaptasi dengan situasi. Konflik disini, masih soal mantan.

Ending dari cerita ini Patricia kembali menerima Dika menjadi pacarnya. Yah, walaupun Dika itu cuman seketek Patricia.

Kamu itu kek rumah buat aku. Kamu ngizinin aku tinggal disana gak.?

Yang buat gue bilang alur film Dika itu sama adalah, semua film, selalu ada mantan Dika. Berikut alur yang gue dapat dari beberapa film Dika yang gue tonton -> Pengenalan (bisa bertemu cewek baru, atau hanya bertemu teman lama), Konflik (Pacarnya cemburu karena Dika lebih dekat dengan mantan / teman cewewknya), Ending (Dika kembali pacaran/ Dika hanya menjadi kenangan pacarnya). Tapi disitu juga terletak keistimewaannya, semua filmnya mengalir, seperti hidupnya ketika dia menjadi blogger, lalu Manusia Setengah Salmon melukiskan bahwa Dika sudah menjadi penulis. Seperti memang film ini secara tidak langsung menceritakan hidupnya.

Setelah ini, gue baca diblog Dika, ada 2 filmnya yang akan rilis ditahun 2014. Marmut Merah Jambu dan Movie dari Malam Minggu Miko. Kita tunggu aja film barunya, film yang disutradarai, diperankan, dan skenario ditulis Raditya Dika.

Sebelum nonton film Marmut Merah Jambu, coba baca bukunya dulu, biar dapet feelnya.

Advertisements

2 thoughts on “Review Manusia Setengah Salmon

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s