Serba - Serbi

Rumpa Rumpi

Hemm…Uhuuuk..

Gue lagi batuk nih, bisa tolong belikan gorengan gak.

Lupakan.

Kembali lagi kita di postingan saya yang membahas sedikit banyaknya (labil, udah sedikit, kok banyak), tentang temen – temen gue, orang yang gue kenal, yang bakalan kena gosipin disini. Meski ini bukan infotemen, tapi yang jelas kami disini tidak nikung temen.

Bacaan disini semuanya tidak penting, jadi jangan marah ketika tidak mendapatkan informasi yang penting.

Sore kemaren, gue dan Melly beserta kedua temannya pergi ke tempat nongkrong. Hanya minuman gitu tempatnya, gak ada makanan, ataupun hanya cemilan lainnya. Gue juga baru tau tempatnya, karena kalo bukan Melly yang ngajak gue juga gak bakalan mau.

Ada yang gak ngenakin dari tuh tempat. Temennya Melly digodain tukang parkir, yang lebih parahnya, tukang parkir udah bapak – bapak. Gue geli ngeliatnya. si tukang parkir selalu mencoba mencari perhatian temen Melly, kita sebut aja namanya Dini. tukang parkir itu ngekodein Dini dengan kedipan mata yang menjijikkan. Ya jelas, si Dini geli.

Omegod. Lo ngebayangin gak sih reaksi Dini ini digituin sama bapak – bapak tukang parkir. Untung aja Melly gak digituin, kalo digituin mending kita pergi dari tuh tempat, dan gak bakalan kesana lagi.

Lupakan soal bapak – bapak ganjen tadi.

Melly dan kedua temannya kemudian bercerita panjang lebar, yang gue gak tau apa maksud mereka, mungkin hanya bangsa mereka yang menngetahui bahasa itu. Gue tetap jadi pendengar yang baik, tersenyum ketika ditanya (karena gak tau apa yang harus dijawab).

Yang gue heranin, kenapa setiap ada 2 atau lebih cewek ngumpul, itu pasti ribut?

Ribut kalo bahasanya gue ngerti gpp, ini gue gak ngerti tadi. Yaiyalah gue gak ngerti, mereka kan ngomongin pelajaran mereka, pelajaran bahasa inggris, lah gue, bahasa inggris aja nyontek pas ujian. Stay with me aja gue kira artinya tetaplah bersama ku, padahal kan (isi sendiri).

Rumpa – Rumpi

Keknya itu hal yang wajib diselingi didalam pembicaraan cewek. Kalo gue buat polling, mungkin dari 10 responden cewek, 7 diantaranya menjawab “Ya, rumpa – rumpi itu harus ada dalam perbincangan, karena itu pemecah suasana menjadi blur” (Apaan sih, gak penting banget deh).

Dari data yang gue peroleh dari got dibelakang rumah, sepertinya bahasa cewek itu sudah dienkripsi menjadi bahasa yang hanya dimengerti dikalangan mereka, seperti layaknya DOS (Disk Operating System) hanya akan dimengerti bagi kaum yang mengerti bahasa DOS, lalu mereka mengembangkannya. itulah jawaban gue.

Kita tinggalkan bahasan mengenai mengapa wanita punya bahasa sendiri dalam rumpa rumpi. Karena gue punya berita lain yang lebih gak penting.

Malam tadi, gue ke kos Melly, dan kita berbincang panjang lebar. disebrang nun dekat disana, ada juga temen kos Melly yang sedang kedatangan pacarnya, bukan kedatangan bulan. Mereka asik berbicara, sebelumnya mereka makan terlebih dahulu. Gpplah, gue juga sering gitu.

Tapi, gue kasian banget ngeliat cowoknya, setelah ada 3 orang (2 laki, 1 cewek) datang dan nimbrung di pembicaraan mereka. Si cowok yang tadi lagi asik pacaran pun menjauh dari pacarnya (temen Melly), dan sedihnya lagi, dia menyudut ditembok pembatas, dan temen Melly itu malah asik bercerita dengan 2 cowok dan 1 cewek itu.

Heii girls.

Lu kira cowok lu bakalan senang kalo kencan diganggu. Cowok itu kadang permintaannya simpel banget “Cuman mau banyak ngobrol”. Cowok itu pengen banget waktu yang sebentar ini, yang dia cuman kadang – kadang ketempat lo, bisa jadi sesuatu yang spesial. misalnya aja makan malam bareng. gak penting apa yang lu makan, mau bakso harga 5000, atau hanya nasi goreng harga 7000. itu gak penting, yang penting kebersamaan.

Gue sendiri sama Melly, berusaha menghindari kontak dengan smartphone ketika sedang berbincang, kita butuh waktu lebih lama sebenarnya untuk nunjukin rasa sayang kita. Tapi waktu yang kita punya hanya sebentar, trus kenapa kita sia – siain. Jangan kek pemerintah dong, yang ada banjir, baru got dibersihkan. Sebelumnya kemana gitu?.

Cowok itu keliatannya tegar, tapi dia sedih. Ketika lo cuekin dia, karena ada temen lo, dia bakalan ngerasa kalo dia “gak terlalu penting”. Dia ada disini cuman berharap lo senyum sama dia atau sekedar merespon candaannya yang garing. Dia butuh senyuman lo, untuk sekedar bilang “Terimakasih buat ngobrol malam ini”.

Jadi, buat cewek yang suka cuekin cowoknya ketika ada temen, ketika sedang asik rumpa rumpi dengan temen cewek, coba deh, sesekali ketika kalian sedang rumpa rumpi, perhatiin wajahnya, pasti lesu. Dan cara satu – satunya supaya dia bisa ngilangin kejenuhannya, dia buka smartphone, dan lo tau, dia palingan buka foto kalian berdua.

Lagian, kalo lo sayang dia, lo gak bakalan cuekin dia. Jangan sampe deh, dia ngebuka smartphone dan chatingan sama cewek lain, yang lebih perhatian sama dia. lo juga yang rugi.

HOAAMMM….

Kan udah gue bilang, postingan gue itu gak ada pentingnya. Yaudah, capek – capek aja ngebacanya, nanti juga ngantuk, karena semuanya garing dan absurd banget. Iya, gue yang garing dan absurd.

Advertisements

4 thoughts on “Rumpa Rumpi

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s