Tahun Baru, Katanya

Hari ini, tanggal 31 Desember 2013, semua orang di media sosial, mulai dari Facebook, Twitter, BBM, sibuk ngomongin tentang tahun baru. Tentang resolusi di tahun 2014, atau bahkan hanya kegiatan apa saja yang sudah terjadi, dan sudah dia lakukan di tahun 2013.

Apa untungnya gitu? cuman ingat, tapi gak dilaksanakan. percuma kan.

Semua orang mulai sibuk nyiapin apa yang mau dibakarnya nanti malam. Mulai dari kentang, jagung, ayam, sampe foto mantan mungkin bakal dijadikan bahan untuk bakar nanti malam. Tapi, bagi gue, gak ada bedanya hari esok dengan sekarang, sama aja kek minggu yang lalu, tanggal 24 dan 25 Desember. Tetap rabu dan selasa.

Iya kan? Tapi gak perlu juga kan, ngeliburin diri dari aktifitas kampus, hanya karena mau pulang kampung dan tahun baru. WTF ??

Semua itu sama aja, kecuali kita nganggap itu spesial. Gue bingung mau pergi kemana nanti malam bareng Melly. Gue gak suka berada dalam kemacetan, tapi Melly mau jalan – jalan, gue kasi dia pengertian, akhirnya dia dengerin gue. Kalo cuman mau ngerasain macet mending gue ke kota besar.

Kata penulis Lontang – Lantung, Roy Saputra “Bukan dimana kita ngabisin waktu yang spesial, tapi sama siapa kita menghabiskannya”. Jadi intinya, gue lebih memilih pergi sama orang spesial gue, Melly. Karena sama dia terasa spesial, dia yang buat semuanya jadi spesial.

Tahun Baru, Katanya…

Tahun baru ini juga, gue semakin tua, umur semakin hilang terenggut waktu. Sementara gue belum bisa berbuat banyak untuk orang tua gue, buat gue juga belum ada. Kita gak pernah mikirin ini gue rasa. Kita selalu bersuka cita, pesta pora, euphoria di malam tahun baru bersama teman – teman kita. Padahal sebenarnya ini waktu yang sangat tepat untuk berkumpul dengan keluarga, menghabiskan masa libur, dan merasakan indahnya kekeluargaan.

Gue kangen ngumpul bareng keluarga gue. Moment dimana gue bisa ngumpul sama keluarga itu cuma saat Lebaran idul Fitri. Selebihnya, gue dikampus, gue dirumah jauh dari orang tua. YAp, resiko gue sebagai pelajar.

Gak penting kalian mau menghabiskan malam tahun baru dimana, ngitungin berapa jumlah api dalam kembang api, atau ngerasain macet yang jarang terjadi di kota ini. Terserah, yang penting kalian merasa spesial dimalam itu, merasa semuanya itu penting, merasa ini moment yang paling baik.

Gak butuh waktu spesial untuk bilang sesuatu itu spesial. Sesuatu itu akan spesial jika dia dianggap spesial.

Selamat Tahun Baru 2014

Semoga resolusinya tercapai, hitung dosa dan kurangi, jangan tambah. Semoga semua hal yang berkaitan dengan kita menjadi spesial, seburuk apapun bentuknya, itu milik kita. Kita harus membanggakannya, karena semua yang milik kita, pasti spesial.

Advertisements

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s