Komedi

Marah – Marah Melly

Wanda yang sedang telponan dengan seseorang dilantai dua, awalnya suaranya tak terdengar sampai lantai satu, tapi lama kelamaan suaranya semakin jelas, dan membentak.

“Yaudahlah, terserah kamu mau ngomong apa. Yang penting aku gak kenal dia”

Wanda : Saya lagi ada problem sama pacar saya. gak taulah, katanya saya lebih mencintai alam, dibandingkan dia. seharusnya dia tau, saya itu punya gubuk kecil dihati ini untuk tempat tinggalnya. tapi, saya rasa dia tak akan pernah tau. cemburu dibutakan.

Wiji : gue masih jualan Durian. lagi laris – larisnya disini. dan alhamdulillah gue udah dapat sedikit uang dari penjualan ini. semoga setelah ini, gue bisa mengerjakan skripsi. semoga. doain ya teman – teman.

Wanda turun, kemudian menuju kamar, dimana ada Wahyu yang sedang internetan. Wanda masih berbicara sendiri dengan nada yang agak keras.

Wahyu : “Kenapa Wan?”
Wanda : “Biasalah”
Wahyu : “Gara – gara wanita?”
Wanda : “Entahlah Yu..”
Wahyu : “Oh, gara – gara entah”

Wanda memabaringkan tubuhnya dikasur lantai berlapis tiga. saking tipisnya makanya dilapis tiga. lebih buruk dari kasur pembantu yang kebanjiran. sedihnya hidup ngekos.

Saat sedang berbincang dengan pemilik durian ini. handphone Wiji berdering. telpon dari temannya, yang juga sedang mengurus judul skripsi.

Teman Wiji : “Dimana lu Ji?”
Wiji : “Biasalah, dagang durian”
TemanWiji : “Oh, gimana skripsi”
Wiji : “A-a-pa? Ja-r-in-ga–an h-iila-aaa-ng”

Wiji menekan tombol untuk mengakhiri percakapan.

Wiji : JANGAN TANYA TENTANG SKRIPSI GUE. KALO MASI LO TANYA, GUE MAKAN NIH KULIT DURIAN *gigitin kulit durian*

Karena melihat Wahyu yang hubungannya dengan sang pacar baik – baik saja. Wanda bertanya kepada Wahyu, tentang bagaimana supaya hubungan itu tetap baik – baik saja.

Wanda : “Yu, gimana sih cara mu baik sama Melly”
Wahyu : “Saling ngerti aja”
Wanda : “Kalo dia yan gak ngerti?”
Wahyu : “Jangan nyalahin orang, coba salahin diri sendiri. mau gak?”
Wanda : *bengong* “Yaudah, makasih ya”

Disaat Wiji sedang duduk santai, karena tidak ada pembeli, handphonenya berdering, pacarnya menelpon, dan minta dijemput.

Pacar Wiji : “Jemput dong yank”
Wiji : “Maaf ya, lagi sibuk nih yank”
Pacar Wiji : “Ah, kamu kebiasaan, gak sayang sama aku lagi ya, iya ya!!”
Wiji : “Kan kamu tau aku….”
Pacar Wiji : “Udah, gak usah, makasih”
Wiji : *Melongo*

Komunikasi pun diputuskan pacar Wiji. Wiji hanya bisa melongo mendengar jawaban pacarnya.

Wiji : Salah gue apa. Ah, wanita itu susah dimengerti, maunya menang terus. *banting durian*

Malam semakin menjemput petang yang merah. Wiji pun pulang dulu, untuk sekedar membasuh diri, dan kemudian pergi kembali ke penjualan durian. melakukan shift malam.

Sesampainya dirumah, Wiji langsung mengambil handuk dan mandi. Wanda masih menonton tivi. sebelumnya dia memindah kasur berlapis 3 keruang tamu. ubinnya terlalu dingin, sedingin sikap pacarnya, yang beku.

Wahyu yang bosan internetan, kemudian menelpon pacarnya. memastikan apakah tugas yang dibuatnya itu sudah benar.

Wahyu : gue pagi tadi ngerjakan tugas cewek gue. dia katanya gak ngerti, karena gak ada internet. jadi gue cariin bahannya, dan tadi siang udah gue kasi. semoga dia makin sayang sama gue. *senyum ganjen*

Wiji sudah selesai mandi. dia melihat muka Wanda yang kusut kayak kutang nenek – nenek. lalu duduk disebelah Wanda sambil menonton Angry Bird di tivi.

Wiji : “Kenapa Wan? Muka lo kusut banget”
Wanda : “Gimana gak kusut, pacar marah – marah aja.”
Wiji : “Lah emang kenapa?”
Wanda : “Gini bang…”

Wanda bercerita tentang percakapannya tadi dengan sang pacar. Yang akhirnya berbuntut pada persalah-pahaman.

Pacar Wanda : “Kamu kenal Sisi?”
Wanda : “Enggak, siapa dia?”
Pacar Wanda : “Ah, kamu pasti bohong, gak sayang lagi ya sama aku, pake bohongi aku”
Wanda : *bingung* “Bohong apa?”
Pacar Wanda : “Dia aja kenal kamu, gak mungkin kamu gak kenal dia”
Wanda : *semakin bingung* “Serius aku gak tau”
Pacar Wanda : “KAMU BOHONG”
Wanda : “Yaudahlah, terserah kamu mau ngomong apa. Yang penting aku gak kenal dia”
Pacar Wanda : “Oke, terserah”

Wanda selesai bercerita, lalu membuyarkan lamunan Wiji

Wanda : “Gitu bg..”
Wiji : “Oh, rumit ya. Sama dong, gue juga lagi ada masalah sama pacar gue. maunya menang aja tuh cewe.”
Wanda : “Iya bg, cewe gak mau kalah, cewe sama aja”
Wiji : “iya Wan” *manggut – manggut*

Wahyu yang mendengar percakapan itu tertawa, dan meledek Wanda serta Wiji.

Wahyu : “Sabar ya Wan, mas. hehe”

Tiba – tiba pacar Wahyu marah, karena ternyata tugas yang dicari Wahyu itu salah.

Melly : “Kamu gimana sih, kan aku bilang cari tentang apa itu kalimat persuasif dalam bahasa inggris”
Wahyu : “kan itu..”
Melly : “Apa ini, ini cuman contoh tauk. cuman, contoh kalimatnya”
Wahyu : “Ya trus, apa bedanya”
Melly : “Aku minta pengertian kalimat persuasif. Ah, kamu gak sayang lagi sama aku, nyariin tugas aja nyampe salah”
Wahyu : “Tapi.. itu kan” *tampang dongo*

Tuut tuut tut. Telpon diputus Melly

Wahyu : Iya, semua cewek memang sama. suka marah gak jelas, dan nyalahin cowoknya. *tampang sedih*Wahyu yang juga mengalami hal senasib dengan kedua orang penghuni dirumah ini. kemudian duduk dengan Wanda dan Wiji, menonton Angry Bird

Advertisements

2 thoughts on “Marah – Marah Melly

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s