Durian Montok

Didapur, saat Wanda sedang masak, Wahyu yang datang dari kamar langsung bertanya.

Wahyu : “Wan, lo suka durian?”
Wanda : “Suka, kenapa?”
Wahyu : “Beli yok”

Wahyu : Didaerah gue, di Pekanbaru. minggu ini lagi musimnya durian. gue itu suka banget durian, wanginya, kulitnya, dan daging isinya. semunya menggairahkan. Gue udah jarang banget makan durian, karena emak ga tahan. nyium bau durian aja dia mau muntah, apalagi ada durian di bus. makin muntah dia.

Dipinggir jalan, nampak Wiji sedang duduk di dekat mobil bak yang bermuatan durian, sambil mengobrol dengan orang yang ada disitu.

Wiji : Musim durian gini gue paling suka. bukan karena buah durian itu enak, tapi karena gue jadi ada kerja. tetangga tempat cewek gue jualan durian, dan mereka ngajak gue untuk ikut jualan. Masalah keuntungan, gue paling sering dikasih durian, dan sebungkus rokok. lumayanlah *nyengir kuda*

Selesai memasak, Wanda keruang tamu, terlebih dahulu mengambil laptopnya dikamar, dan internetan. Wahyu yang melihat Wanda belum juga bersiap – siap, bertanya.

Wahyu : “Wan, ayok beli durian”
Wanda : “Tunggu, ini lagi nyaritau jenis durian yang udah masak”
Wahyu : Manggut manggut

Wahyu mengambil Blackberrynya, dan lalu mendengar kicauan twitter. Kemudian dengan tiba – tiba Wahyu teriak.

Wahyu : “Waaaah”
Wanda : “Kenapa Yu?” *Wanda terkejut*
Wahyu : “Ini, Shireen Sungkar akad nikah sama Teungku Wisnu, baru tau”
Wanda : menepuk jidatnya dan bergumam “Astaga”

Di tempat Wiji berjualan, orang semakin ramai saja yang berdatangan. memang begitu saat musimnya, buah ini sangat diminati.

Wiji : “Yang itu 25 mbak, ambil dua bisa 45”
Pembeli : “Kurangin dong mas, kan gak montok juga”
Wiji : “Mbak, kalo mau montok, suruh operasi aja mbak. jadi beli gak nih?” *agak sewot*
Pembeli : “Jadi mas, 3 durian 75 ya”
Wiji : “Wah, gak bisa mbak. 65 aja,”
Pembeli : “75 lah mas”
Wiji : “Mbak…”
Pembeli : “Mas.. tu juuh lima a ya” *slowmotion mode*
Wiji : “Oke deh mbak, angkut dah”

Wiji : Negosiasi gue keren kan.*Naikkan dagu* iya dong, mahasiswa Komunikasi. Oh iya lupa, jangan ngomongin perkuliahan, gue lagi males. iya, pasti lo semua udah tau di bab sebelumnya. jangan dibahas please 😦

Wanda dan Wahyu sudah bersiap akan pergi untuk membeli durian. bermodalkan pengetahuan yang baru saja didapatkannya dari internet, Wanda pun bertanya dengan gagahnya kepada penjual.

Wanda : “Bu, durian berapaan?”

Saat Wanda sedang bernegosiasi dengan penjual tiba – tiba, handphone Wahyu berdering. Melly, pacarnya menelpon.

Wahyu : “Iya, sayang.. ada apa?”
Melly : “Bisa jemput aku?”
Wahyu : “Dimana?”
Wahyu : “Oh, oke oke sayang, tunggu ya”

Karena Wanda masih juga bernegosiasi, Wahyu menghampiri Wanda dan berbicara kepada Wanda bahwa dia ingin menggunakan kereta sebentar.

Wahyu : “Wan, gue pake kereta dulu, bentar”
Wanda : “Kemana?”
Wahyu : “Bentar aja..”

Tanpa bertanya lagi, Wanda meng-iyakan ucapan Wahyu. sementara negosiasinya dengan pedagang yang ini tidak berhasil, jadi dia pindah kepedagang yang tidak jauh dari tempatnya. dan kembali bernegosiasi dengan penjualnya. kali ini negosiasinya berjalan dengan mulus, semulus paha gorilla betina. karena negosiasinya telah mulus, Wanda menelpon Wahyu, dan mengatakan bahwa durian telah didapatkan, dan meminta Wahyu untuk cepat menjemputnya.

Sesampainya disana, Wahyu heran melihat apa yang dipegang Wanda. dia mengatakan tadi ditelpon, bahwa durian yang dibelinya itu montok, padat dan berisi. tapi kenyataannya, itu durian biasa aja, darimana montoknya.

Wahyu : “Durian apa ini, bagian mana yang montok Wan?” *sewot kuda lumping*
Wanda : “Sabar Yu, sabar ..”

Wanda mengarahkan kepala Wahyu kearah penjualnya, sesaat kemudian wanda berkata.

Wanda : “Montok kan.”
Wahyu : geleng – geleng kepala “Astaga Wan, tahan iman Wan” menutup matanya

Wiji : Oh iya, buat kalian yang mau beli durian. bisa ke stand gue kok. didekat sekolah Pertanian. datang ya.

Terdengar dari tempat berjualan suara orang menawar
“30 pak, yang besar 1”
“Ini 50 ambil 3 pak”
“Mas – mas ini kok Ganteng banget sih *nunjuk Wiji*, mau gak jadi brondong saya”

Wiji : Tahan Ji, tahan iman mu ji, kamu pasti bisa.

Advertisements

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s