Komedi

Sore Jemput Nanda

Wahyu : “Mau kemana Wan?”
Wanda : “Jemput cewekku Yu,”
Wahyu : “Mau ujan loh?”
Wanda : “Untuk orang yang aku cinta, hujan hanyalah cipratan air”
Wahyu : “Iya, cipratan air laut,”

Wanda : Haduh, Wahyu itu gak tau apa namanya yang cinta. apa dia gak ngerasain hati ini selalu ingin bersama. Hujan, angin, itu mah biasa. yang gak biasa itu ‘Awas Anjing Galak’.

Wiji : Judul skripsi gak diterima – terima. sialan, gak tau apa. gue itu udah berhari – hari ngecengin jangkrik, untuk tau kenapa mereka krik – krik. tapi masih aja ditolak. apa gak tau, ini judul bagus banget. ‘Pancaran Signal Dari Kata Krik Untuk Bangsa Jangkrik’. Keren kan judulnya. (Keren dari dunia jangkrik.)

Didalam kamarnya, Wahyu asik main game Pro Evolution. diluar mendung gak karuan, sementara Wanda sedang bersiap – siap. memakai parfum, diciumnya baju, merasa kurang, kembali menyemprotkan parfum itu. lalat saja ogah untuk menyentuh bajunya. gila.

 Wahyu mengambil smartphonenya, kemudian menelpon Melly.

Wahyu : “Sayang, maaf ya. keknya malam ini aku gak kesana. cuacanya gak mendukung”
Melly : “Gpp sayang, kamu dirumah aja, besok kan bisa”

Wahyu melihat kearah Wanda yang sudah siap dengan pakaiannya yang selalu disemproti parfum aneh bin nyata. semerbak parfum 1 liter lahir dari bajunya. yang paling menakutkan adalah, dia tidak dikenali oleh pacarnya, seperti waktu itu direstoran.

Wahyu : “Siapa kau?”
Wanda : “Aku Wanda Yu”

Belum jauh dari rumah, sekitar 200 meter. tiba – tiba hujan turun. Sssseeeerrrr. Wanda sudah ada disimpang jalan masuk ke Perumahan ini. terpaksa dan mau tidak mau dia harus berhenti disalah satu toko yang ada disimpang ini. daripada harus basah kuyup dan tidak jadi menemui pacar.

Wanda : Aduh, bener juga kata Wahyu, bakalan hujan. jangan – jangan dia mulai menguasai ilmu Mama Loreng. hmm..

Tidak jauh dari sana, ada seorang wanita yang dikenal Wanda. itu tetangga di Perumahan, persis didepan rumah WWW .

Wanda : “Eh, kak Nanda, ngapain disini kak?”
Nanda : “Hehe, ini lagi nunggu hujan reda”
Wanda : “Mau kemana kan?”
Nanda : “Mau pulang Wan”

Wanda tampak berpikir sebentar. kemudian mengambil pponselnya, mengetik pesan, dan mengirimkannya. itu adalah pesan untuk pacarnya, bahwa malam ini dia tidak jadi kesana, hujan tidak turut berhenti, padahal sebenarnya hujan sudah rintik, dan sudah menuju reda. tapi Wanda mengurungkan niat.

Wanda : “Pulang bareng kak?”
Nanda : “Bener?Gak ngerepotin?”
Wanda : “Enggak kak”

Wanda pun tidak jadi pergi, dia kembali kerumah, tapi membonceng Nanda.

Wahyu : Hmm.. tuh kan, gue bilang juga apa. bentar lagi bakalan hujan. Wanda gak pernah percaya gue sih. gue kan pernah belajar ramalan dari buku ini *mengeluarkan buku hutang* iya, gue ngeramal dari hutang. *senyum manja*

Wiji : gue harus gimana lagi ini. judul kedua gue kemaren juga ditolak. judulnya ‘Paradigma Jangkrik Dalam Menanggapi Situasi Cuaca Dingin’, masih tidak diterima. sampe bapak itu ngasi saran judulnya ‘Nyanyian Jangkrik Dalam Signal Untuk Sesama’. *Berpikir*. Keknya judulnya bagus deh. *Ketawa*

Nanda : “Wanda, makasih ya, udah di boncengin”
Wanda : “Biasa aja kak, kan sekalian”

Wanda : Gpp deh aku gak jadi ketempat pacar. kan yang penting ada yang dibonceng juga *Senyum bahagia sambil gigitin kerupuk basah*

Wahyu : Kasian ya Wanda, karena gak jadi jalan sama pacarnya. Dia jadi gila, kerupuk basah digigit, kenapa gak sekalian aja dia gigit seng

Kretek kretek kretek *Wanda naik kelantai 2, dan gigitin seng*

Wahyu : *Hanya bengong, masang tampang paling bodoh*

Advertisements

One thought on “Sore Jemput Nanda

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s