Komedi

Ronda Wanda

Kriiik kriiik . suara jangkrik ada dimana – mana.

Wahyu : gue sama Wanda lagi ronda. di Perumahan Kami, ronda itu masih dijalankan dengan penduduk, tidak ada satpam, tidak ada hansip, apalagi kamtib.

Wahyu : “Wan, lu besok masuk jam berapa?”
Wanda : “Jam, 11 Yu”
Wahyu : “Bagus itu. jadi bisa kita ronda kan”
Wanda : dengan songongnya wanda menjawab “Yoi”

Kita udah sampai di pos ronda, belum ada orang. karena memang belum dimulai, jam ronda dimulai pukul 11.00 malam, sedangkan kami datang jam 10.45 malam.

Wanda : “Yu, yakin kau ada yang ronda?”
Wahyu : “Yakinlah” *sambil ngunyah roti bakar*

Wiji : Hari ini ronda? aduh, gue gak bisa pula nih. untung ada Dua jaka (teringat Wanda dan Wahyu yang pernah Goyang itik didepan tivi) dirumah, jadi gue yang lagi ada riset untuk skripsi bisa tenang. gue riset tentang, kenapa jangkrik bisa berkomunikasi hanya dengan krik krik krik. you know lah, gue ini mahasiswa abadi, eh Mahasiswa jurusan Komunikasi. *Nyengir Kuda Poni*

Jam sudah menunjukkan pukul 11.30 malam di pos ronda. dan belum ada tanda – tanda orang berduyun datang ke pos ronda. Wanda celingukan, dia mulai mengantuk, matanya merah, hidungnya merah, dan dia menyilangkan kedua tangannya didadanya.

Wahyu : Wanda baru gitu aja udah kedinginan. liat dong gue, angin malam itu hanya lah angin. menurut gue lebih dingin lagi kalo dicuekin pacar. 2 hari yang lalu, gue didiemin pacar, cuman karena gue bilang dia jelek. gue kan maunya dia berkembang, dia meningkatkan cara dandannya, biar makin cantik. tapi, dia salah paham. “Wan, tisu wan”

Melly : “Sayang, aku cantik gak?”
Wahyu : “hmm..” gue merhatiin wajahnya, merhatiin airlinernya yang mulai menipis, merhatiin pipinya, “Jelek”
Melly : Merengut sejadi – jadinya. 2 hari dia cuekin gue.

Karena orang / anggota lain tak kunjung datang, Wanda menelpon Wiji.

Wanda : “Bg, ini ada yang ronda gak?”
Wiji : “Siapa aja temannya?”
Wanda : “Blok C No 8 sama Blok D No 5”
Wiji : Hening beberapa saat “Gak tau Wan”
Telpon terputus

Wanda menoleh kekiri. Dia melihat Wahyu sudah tertidur pulas, dengan beralaskan koran dan memeluk Roti bakar. Dia melihat kesekeliling, karena juga sudah tak tahan dengan kantuknya. dia juga tertidur diatas Wahyu.

Wahyu : Gila.. petualangan pertama gue ronda itu menyenangkan. seru. kejar – kejaran sama maling. Wanda apaan, larinya lambat banget. gue, hampir nangkap tuh maling, tapi dia lolos.

*Wanda tiba – tiba datang, membawa air, dan menyiramkannya ke Wahyu.*

Wanda : “Bangun woii, bangun”

Wiji : Hmm.. gak enak banget gak ikut ronda. padahal kata Wahyu, rondanya seru banget.

Advertisements

3 thoughts on “Ronda Wanda

  1. Saya kurang ngerti gan ama ceritanya, ini maksudnya komedi ya?

    terus itu bingung juga tiba-tiba ada Melly dan Wiji, narasinya entah kenapa kurang bisa saya cerna.

    Terus setahu saya, dalam dialog pas diakhir itu dikasih tanda baca titik –> “Dialog.”
    sama partikel ‘di’ dan ‘ke’ kayaknya masih kurang tepat penggunaannya.

    1. Iya gan, itu tulisan udah lama banget. awal-awal ane menulis dan ngeblog. makanya tulisannya banyak yang tidak sesuai dengan kaidah tulisan yang baik dan benar.

  2. Ini cerita udah lama banget gan. Awal-awal ane buat blog, makanya tulisannya masih amburadul.

    Iya, ane dulu gak banyak baca, cuma nulis terus, jadi gak merhatiin tata cara penulisan yang baik dan benar.

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s