Kenyamanan

lagi dan lagi.

kita hilang kendali, dalam emosi yang bergumul. menampik kasih yang ada dihati, walau kita tau dia memang takut untuk menampakkan diri. terlebih saaat egomu berapi.

aku tak tau siapa yang salah, dan siapa yang kalah. bukan, maksudku bukan kalah dalam artian kita sedang dalam pertandingan. tapi tentang ego kita. aku benci saat ego mulai menguasai mu, tanpa kontrol yang tepat, kau meluapkan amarah disetiap orang yang tak sesuai niatmu.

siapa yang salah?

kau bertanya padaku, “Bagaimana dengan keadaan wajahku?, aku malu dengan bekas jerawat ini?”
aku menjawab ” wajahmu sudah lumayan bagus, untuk apa meminjam barang orang, itu tak sesuai kulitmu”
Lalu kau menyalahkanku “Lumayan bagus? berarti gak bagus?”
Aku dalam hening bertanya pada alam bawah sadar “Aku harus ngomong apa?”

lihat, aku hanya mencoba jujur untuk kita, jujur untuk mengoreksi kekurangan dari dirimu. bukan aku tak ingin memuji. jika aku ingin memuji, seharian bisa aku memujimu “Kau cantik, tidak seperti biasanya”. apakah kau suka ada dusta diantara kita? bukankah kau membenci dibohongi, tetapi kenapa seakan – akan kau sedang meminta itu padaku?

siapa yang salah?

sebagai lelaki, aku hanya bisa mengalah. menurutkan egoku yang juga keras sebagai seorang berbintang Taurus, mungkin kita bisa kelahi, lebih daripada ini. aku cuek kau marah, aku perhatian kau bilang aku lebay, aku selalu mempertanyaimu, membuatkan setiap namamu di media sosial, kau bilang aku alay. ah, aku serba salah.

kita sudah dewasa sayang. kau bukan lagi anak – anak yang selalu menagih dengan kata pujian, kau butuh kritik. kau cantik, tapi tak berguna jika itu akan dipakai 5 atau 10 tahun lagi. semua pasti berubah. belajar dari perubahan lingkungan, teman – teman, dan dirimu sendiri.

aku sayang padamu. aku ingin melihat perubahan darimu. bukan perubahan buruk yang ku anjurkan. aku tak memintamu melepaskan jilbab, memakai hotpants, baju youcansee, ataupun berbicara buruk pada pembenci. aku hanya memintamu untuk merubah cara pikirmu, meluaskan mindsetmu terhadap pengembangan pribadimu.

menerima kritikan orang, lalu menelaahnya. jika benar, ubahlah, jika tidak benar, jangan kau pikirkan. begitu saja apa susahnya.

sayang, aku sayang padamu, aku hanya ingin melihatmu menjadi kekasih terakhirku. hanya sesimple itu, terima kritikku. tak setiap hari kau cantik, karena ada hari dimana kau malas untuk mempercantik diri. tak selamanya kau baik, karena ada dimana hari hari mu sdang buruk. bukan kah itu benar? jadi, apakah aku salah?

kau tanya pada orang lain, laki – laki lain. apa yang membuat mereka bertahan?

ya, kenyamanan.

semoga kau mengerti apa yang aku rasakan.

Advertisements

One thought on “Kenyamanan

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s