Puisi Koplak

Menunggu deras hujan dalam malam

Hujan.
ah, aku selalu merindumu, dengan semua kesegaran yang datang
mengolah waktu yang semakin gelap
sendiri, menyapa rindu yang semakin mendekat
walau sepi, tetap berdiri tegap

malam yang gelap, bukan masalah untuk rindu ini
rindu yang tak mengenal, dan tak pernah berniat mengenalkan diri.
merasuki ku, membunuh asa ku, dan logika ku dalam sekejap
hilang, dan kemudian aku mencarinya
ternyata hujan menjawabnya

hujan, kaulah salah satu penyalur rindu terbanyakku.

rintik dalam deras hujan berlomba
menimpa tanah tanpa sadar juga merusaknya
rindu, peranmu juga sama
menimpa perasaanku, dan kemudian, jika kau mau, kau akan merusaknya
merusak apa yang telah aku rindu
merusak kerajaan rasa yang menunggu jawab

menunggu deras hujan dalam malam, seperti luka yang menunggu suka
menunggu sepi seperti ruas bambu yang tak mampu berdiri
melawan asa dalam segelintir duri dalam mawar
membuang senja di mata awan yang merekam
dan rindu, kembali hadir dalam deras hujan

hujan
ah, apa kau mengerti artinya rindu?
saat kau asik mencumbu meski luka di bumi
meninggalkan jejak yang tak berarti
tapi
kau berhasil mempengaruhiku
kau pelahir rindu terbanyakku

menunggu deras hujan dalam malam
sampaikan cinta untuk wanita masa depan

Advertisements

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s