Love at the first sight

Fanfiction untuk Dena JKT48

Gue ngambil nama Dena karena memang sedikit mengidolakannya, gak tau kenapa ya. waktu itu, ditengah malam sunyi, tanpa suara jangkrik apalagi suara alay (lalalayeye) @Dena_JKT48 ngetwit doa selamat tidur. ya, gue tau itu bukan buat gue aja, pasti buat semua follower dia kan, iya kan kakak?

tapi entah kenapa, gue malah jadi oshiin (bahasanya idolain) dia. padahal gue juga gak tau sejarah dia masuk jkt48, dan dia juga gak terlalu cantik dibandingkan vanka, via, yupi, atau member lainnya, tapi ya namanya udah oshi, bingung juga mau jelasin gimana kan. iya kan, iyakan, iya ajalah.

oke mulai deh baca fanfiction buat dia, yang rencananya mau gue tulis lebih panjang, dan jadiin novel, tapi sayangnya, ide gue jeblok, dan gue lebih dapetin ide yang lebih fresh..

Love at the First Sight

            Beberapa bulan yang lalu. Jerda baru menyadari ada seseorang yang memikat hatinya dikelas itu. setelah hampir setahun berada bersama dikelas itu, ia merasa ia mulai menaruh hati kepada seorang wanita disana. Wanita yang bahkan belum dikenalnya dekat.

Namanya Dena. Wanita dengan kulit putih, tinggi yang bisa dibilang rendah jika dibandingkan yang lain. wajahnya melankolis, jadi ngeliat dia ngomong pengen nangis. Dan yang paling menarik dari Dena adalah. Senyumannya bisa meruntuhkan amarah setiap orang yang melihatnya.

Senyumannya terlalu manis untuk dilihat.

Pertemuan mereka yang sering membuat perasaan Jerda juga semakin menjadi – jadi. Ini berbeda dari beberapa bulan yang lalu.

Disaat dia harus bertahan dengan wajah datar, dan mulut yang tak bisa berbicara, serta mata yang bisa bertahan lebih lama utuk tidak mengerjap.

Saat itu ketika di rumahDena, ia berencana meminjam buku Akuntansi milik Dena, yang ia yakini, bisa membuatnya mengerti apa itu akuntansi.

Matanya terpana saat melihat kecantikan Dena, secara lebih dekat, lebih dekat, dan lebih dekat, lebih dalam, masuki alam bawah sadar anda, dan ikuti sugesti saya. Jerda terhipnotis.

Apa yang ia pandang sekarang tak seperti apa yang dia pandang dikampus. Dena yang kalem dan tenang dikampus. Sekarang berubah image menjadi wanita yang cantik dan menawan. Dari saat pertama dia jalan dari kamarnya, aura kecantikan sudah menampar wajah Jerda.

“Oh God.. inikah yang salah satu lukisan terindahmu”

“Heii..” Dena mengibaskan tangannya dihadapan Jerda

“Hah Hah” Jerda kelabakan melihat Dena sudah didepannya. Perasaan tadi Dena sedang berjalan kearahnya. Bayangkan seberapa banyak waktu yang terbuang untuk Jerda, karena memikirkan Dena. Sampai – sampai ia tak menyadari kedatangan Dena sudah didepannya.

“Mau minjam buku kan?” dengan senyum khas dari Dena, yang bisa menghipnotis Jerda

Menatapnya saja sudah membuat Jerda harus menelan ludah berkali – kali, menghirup udara lebih dalam dan lebih banyak. Ditambah dengan senyumannya. Apakah ia harus menggunakan tabung oksigen supaya ia tak perlu repot jika saat Dena tersenyum, asmanya kambuh.

“Oh Dena.. tak sadarkah kau, bahwa disetiap senyumanmu, ada anak panah yang secara sengaja mengarah kehatinya. Lalu ada benda sangat berat yang menimpa dada Jerda, dan membuatnya merasa butuh menghirup udara lebih banyak”

“Iya Dena..” ucapannya terpotong saat Dena kembali menatapnya. Menatap matanya lekat. Sambil tersenyum. “eng.. makasih ya De.. na” omongannya terbata – bata, saat mata mereka masih saling bertemu, dengan senyuman yang tak lepas.

Mata yang mengisyaratkan cinta mulai muncul.

“Iya” sekali lagi. Dia tersenyum begitu manis dihadapan Jerda. “Oh iya Jer.. kamu kenapa sih kalau dikelas sering diam gitu?”

Jerda mengalihkan pandangannya dai mata Dena. Melihat burung gereja yang hinggap di ventilasi rumah Dena. Mereka terlihat begitu akrab satu dengan yang lainnya. “Ga tau. dari kecil memang begitu. Kalau dikelas, pendiam, sering duduk dibelakang.” ujarnya santai, tapi hati – hati.

“Hehe..” Dena tertawa kecil, membuat lesung pipinya yang sedalam colokan listrik nyaris terlihat jelas. “Kamu kalo diam gitu lucu. Kayak daging dibekuin.”

Syeeerrr… aliran darah Jerda mengalahkan kecepatan Mc-Laren, dan motor Valentino Rossi. Tatapannya semakin bingung  kearah Dena. Sorry, bukan bingung, maksudnya geer tingkat dewa. Wajahnya pun sudah mulai kemerahan, udah kayak jambu air yang busuk, jambu monyet ancur  kelindes truk.

Dia masih menatap mata Dena yang memancarkan keindahan dari Dena sendiri.

Mata yang indah, pemiliknya juga begitu.

Candaan kecil mulai mengusik senar yang melekat dihati. Membuatnya mengeluarkan nada yang indah. Nada yang merdu untuk didengar dan di hayati. Nada itu adalah cinta.

“Hehe.. makasih ejekannya” ucapnya datar, Dena hanya tersenyum.

Karena tidak ada pembicaraan lebih lanjut, Jerda pun berpamitan kepada Dena. Lalu keluar dari ruang tamu, Dena melambaikan tangannya kearah Jerda yang meninggalkan rumahnya dengan senyuman yang masih tersungging dibibirnya.

Ia bahagia hari itu.

Itulah hari dimana ia mulai merasakan ada rasa aneh yang timbul setiap ia bertatapan dengan Dena, atau tanpa sengaja ia melihat Dena, yang sedang melihatnya.

Rasa yang membuat dirinya semakin menahan malu, semakin tidak mau terlihat kekurangan apapun dimata Dena. ia ingin terlihat lebih dimata Dena. ia memiliki rasa lebih kepada Dena.

Apakah cinta itu memang hadir pada pandangan pertama? Apakah benar yang dirasakan Jerda itu murni cinta? Apakah duluan siang daripada malam?

Pertanyaan tadi tak penting untuk Jerda. Yang terpenting adalah dia harus bisa tampil baik dihadapan Dena. only that

Dan inilah saatnya dia mengatakan Love at the First Sight

Advertisements

2 thoughts on “Love at the first sight

  1. wah cinta pada pandangan pertama ya. gua belum pernah ngalamin secara langsung sih. masih penasaran gimana rasanya.
    btw, fanfict nya bagus bro

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s