Talkshow Gagal

Wahyu : Hari ini, rencananya gue mau ke Gramedia Sudirman, karena ada talkshow sama penulis. penulisnya bukan gue pastinya *Nyengir kuda*

Gue : “Sayang, kamu bisa nanti malam pergi bareng aku?”

Melly: “Kemana?”

Gue: “Ke Gramedia, liat Talkshow”

Melly:”Oh, bisa, kan biasanya juga sama aku”

Gue: “….Oh iya..”

Wahyu : Akhirnya Melly mau temenin gue lagi, biasanya, juga gitu sih

gue kedapur, ngambil minum dari galon, karena dispenser gue rusak. karena dispenser rusak itu,  beberapa hari yang lalu gue terlibat percakapan dengan Wanda.

Gue : “Wan ini dispensernya kenapa?”

Wanda: “Ga tau aku Yu, belum makan mungkin, makanya sakit”

Gue: “Yayaya yang penting lu senang” dalam hati, pengen ngenyot keyboard

Gue lagi minum, duduk ditangga yang ada didapur, karena tangga itu menghubungkan gue keatas, kelantai dua. yang pembangunannya belum selesai.  gue lihat ditangga paling atas ada Wanda lagi nelpon, dengan wajah yang lesu.

Gue : “Kenapa lu Wan?”

Wanda: “Gak ada Yu, nanti malam mau pergi”

Gue : “Innalillahi”

Wanda: “Wooi kampreet.. aku mau ketempat cewe ku”

Gue : “Ohh..” langsung lari kekamar

Wiji : Ini kencan pertama gue, sama anak tetangga. *dari belakang terdengar lagu ‘Pacarku memang dekat, lima langkah dari rumah, tak perlu kirim surat, smsan juga gak usah. hanya tinggal lempar kaleng, trus kita ngomong disana’. Keren kan lagu buatan gue.

Sabtu sore jam 17:26 WIB

Gue : “Wan, mas pergi dulu yee”

Wanda, Wiji : “yuuupggh” gue gak tau, mungkin mereka sedang kerokan, jadi suaranya begitu

zlzllzlrrrtt.. gue udah pergi dari rumah

Wiji : “Eh bla bla bla .. (cewenya Wiji datang) tunggu ya” lalu dia ngeluarin kursi

cewenya Wiji : senyum manis tanpa pelarut

Jam 18: 30. Gue, Wiji, Wanda dan semuanya udah bersiap – siap ingin kencan. tapi ternyata ..

Bllllaaaaarrrrr…

Petir tiba – tiba saja ada, dan hujan langsung tumpah, tanpa serapah. dan rencana kita semua gagal.

Gue : Sial, malam minggu gue gagal, dan talkshow di Gramedia juga gagal, bukan hanya itu, tadi gue dan melly cuman duduk gak jelas dikosnya, mandangin ribuan hujan yang meninju bumi, makanan gak ada, perut keroncongan. bukan protol keroncong.

Wiji : malam minggu gue juga gagal, niatnya mau makan jagung bakar di beranda rumah, tapi karena hujan, cewe gue pulang duluan, dan gue ngantarin. gue gak pake payung lagi. ya gini jadinya. Hatttcchiiiiin.. Wanda ambilin tisu.

Wanda:  Sama, malam minggu aku juga gagal,udah rapi, udah pake parfumnya bang Wiji, udah nyengir dikaca dan gigi putih, walau wajah enggak, udah stater motor, tapi hujan dan akhirnya cuma bisa telponan. itupun susah, karena suara gak jelas, hujannya deras banget.

gue, Wanda, Wiji : Dan sialnya lagi, malam ini. Mati lampu.

“bang hidupin senter hape”

“Wan hape abang di dekat tipi”

“Yu, kau kemana..”

“Yu…”

Gue ketiduran, dan melupakan kejadian malam ini.

Advertisements

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s