Puisi Koplak

Senja, embun, awan, dan hujan, itu biasa, tapi kau tidak

senja itu membuatku ingat tentang dirimu
lambat dan hangatnya hati yang tersentuh
bunga tanpa kelopak, meski senja meninggi
sampaikan salam ku untuk kita yang berjuang

embun mulai menggelitik
dinginnya mencabik kata senja
seiring dengan hilangnya cahaya luka
yang berjalan bersama, dengan kata cinta

awan lihat embun untuk pertama kali
basah, dingin, dan sejuk rupanya
menguap di atas daun hijau tanpa pewarna
hilang tanpa bekas, tanpa pena

hujan, kau pengembalian embun
yang hilang menguap karna mentari
yang lupa bahwa itu menyejukkan
tanpa sadar dia menghilangkan yang kusuka
tapi, kau mengembalikannya.

dan ini tentang kau

kau inspirasiku, kau membuatku bisa mengerti ini
tanpa kata panjang, kau buatku suka
suka semua yang terjadi
tanpa lupa mengamati
senja, embun, awan, dan hujan
yang saling berinteraksi
begitu juga aku dan kau
tak hentinya berinteraksi

senja, embun, awan, dan hujan itu biasa. tapi kau tidak.

Advertisements

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s