Jendela Kenangan

Cahaya mentari pagi menyentuh wajah cantik dan lembutnya, cahaya yang berhasil menembus kaca jendela salah satu kamar kos. Wajah wanita cantik yang sedari tadi sedang menatap tajam kearah kucing yang sedang berkelahi, berkelahi karena memperebutkan kucing lainnya yang sedang menunggu disudut rumah didepan kos itu.

Kucing – kucing itu sedang bertarung untuk memperebutkan cinta dari kucing lainnya.

Wanita ini mencintai kucing, tapi karena bulu kucing bisa menyebabkan kemandulan, ia urungkan niat untuk memeluk kucing – kucing mungil yang serig mampir ke kosnya untuk mencari sisa makanan di tempat pembuangan sampah.

Karena melihat kucing itu berkelahi karena cinta, dia mengingat masa lalunya yang membuatnya menjadi orang yang diperebutkan, oleh dua orang laki – laki yang mencintainya.

“Ra.. kamu pilih siapa ? aku apa Danar?” tanya Aldar sambil memegang pundak Fira,

Fira hanya menunduk, matanya tak mampu menatap tajamnya mata Aldar yang begitu marah dengan keputusannya. Aldar begitu berang karena Fira tak mampu memilih salah satu diantara mereka.

“Aku gak tau..” Desisnya lirih, sangat lirih.

Fira tak mampu menentukan pilihannya. Dia berada disudut yang sangat sempit. Ada dua orang yang menekannya kesudut itu dengan memaksanya untuk memberikan jawaban. dia seperti terjebak dilorong baja yang semakin lama semakin merapat.

Dari hati yang paling kecil, dia mencintai mereka berdua.

Melihat Fira yang tak kunjung mengeluarkan suara, Aldar kembali berkata kepada Fira.

“Oke.. kamu gak bisa gini terus Ra..” Aldar menggenggam tangan Fira, menatap kepala Fira yang tertunduk didepannya “Kamu harus pilih salah satu, atau enggak dua – duanya. Jangan permainkan hati Ra, jangan buat harapan yang kamu sendiri gak bisa memenuhinya” Ucapnya lagi.

Aldar melepas tangan Fira, kemudian meninggalkan Fira diteras kos. Fira masih tertunduk diteras itu, ia memikirkannya kata – kata Aldar yang membuat perasaannya semakin terjepit.

“Jangan permainkan hati”

“Seberapa kuatnya sih logika kita untuk menahan gempuran cinta dari dua orang yang sama – sama mencintai kita? Orang yang memberikan perhatian sama? Orang yang berbuat sama terhadap kita, dengan tujuan yang sama pula? Aku gak sekuat apa yang kalian lihat” gumamnya dalam hati.

“Huuuh…” Fira menghembuskan napas panjang, dia menyibakkan rambut yang menutupi mata dengan tangan kanannya.

“Dear cat.. if you know what I think, I hope you give me a reason, why I’m thinking about that?”

Fira menutup jendelanya dengan tirai berwarna biru yang tadi di ikatkan di tepi jendela. Dan tanpa gangguan cahaya mentari pagi, dia melanjutkan tidurnya, hari ini dia tidak ada jadwal perkuliahan.

Advertisements

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s