Bersabarlah

Baru dimulai april tahun ini. aku sangat punya keinginan untuk membuat sebuah novel. Sejak saat itu aku mulai sering menulis kisahku, gak penting itu terlihat rapi atau enggak. buku yang pertama ku baca dan membuat aku niat  ingin menulis adalah ‘Cinta Brontosaurus’.

Dari bahasa yang dipakai di kumcer komedi itu. semua bahasanya bebas, tanpa menurut KBBI. Dan aku coba untuk menuliskan itu, menulis tentang apa yang menurut ku kejadian lucu yang pernah kualami.

Ada 3 judul yang berhasil aku buat dengan bahasa seadanya, pertama buat itu gak mikirin bahasa, gak mikirin orang peduli apa enggak, gak mikirin akan dikirim kepenerbit. Yang terlintas pertama kali adalah, gimana aku bisa menulis cepat dilaptop, dengan membuat cerita ini.

Dan ketiga cerita komedi itu jadi. Tapi sumpah, tatanannya ancur banget, bahasanya ancur banget. Tapi itu tetap menjadi draft dilaptopku.

Sejak saat itu pula aku sering membaca novel. Novel kedua yang kubaca adalah ‘’Listen To My Heart’ terbitan Wahyumedia, penulis Inka Rahma, Author @listentomaheart dan ‘As Sweet As Blackberry’ terbitan Diva press, penulis sienta sasyika novel. Dari cara bahasanya, aku kembali menemukan suasana baru. Dari novel kedua ini, aku melihat tatanannya rapi, bahasanya tegas, dan ada makna yang terkandung dari setiap kata yang dituliskan dinovel itu, seakan membawa kita untuk benar – benar menjadi sosok dinovel itu, merasakan apa yang dirasakan tokoh dinovel itu.

Aku kembali mengubah cara penulisanku, menjadi lebih tertata. Lebih memiliki makna daripada sekedar cerita tanpa tujuan. Kata – katanya selalu aku pikirkan, mana yang baik untuk kumasukkan dan mana yang tidak. Namun satu kelemahanku, aku belum bisa menguatkan karakter tokoh.

Tokoh yang pertama kali sudah aku pikirkan, dia bakal begini, dia menjadi seperti ini, semuanya belum bisa aku deskripsikan secara jelas. ceritaku masih ngawur kemana – mana. Misalnya : Aldar ini suka modusin cewek. Nah, aku malah pernah buat Aldar ini pemalu ditengah cerita, malu ngomong dengan cewek. Itu kan gak relevan sama karakternya yang mudah bergaul dan bisa dibilang cewek itu mudah ia ajak bicara. Dan itu kelemahanku.

Buku ketiga yang membuatku semakin ingin menulis adalah ‘Cinta.’ Terbitan @bukune penulis @benzbara_. Pertama sih ga tau siapa dia, ternyata setelah dicari – cari, Bernard batubara itu penulis ‘radio galau FM ‘, film yang selalu aku tonton sama pacar.

Aku juga punya sih novel ‘Radio Galau FM’ tapi kan disini twitlit, jadi nama penulis itu anonim. Yang dituliskan hanyalah author radio galau FM, bukan penulis dengan nama aslinya. Dan yang kupelajari dari novel ini adalah, cara pendeskripsian tempat, tokoh dan konflik dipekerjaan. Karena novel ini bagus, dengan kutipan – kutipan yang ngena banget dihati, aku sampai membacanya saat pelajaran dikampus. Gilaa..

Dan setelah novel itu, aku membaca novel Goodbye Happines, terbitan @gagasmedia penulis Arini Putri. Tokohnya, jalan critanya aku gak ngerti, tapi aku menikmati, dan aku mendapat intinya. Ini cerita cinta dikesempatan kedua, dan tidak boleh terlewatkan seperti sebelumnya.

Itu novel terakhir yang kubaca, sekarang lagi ngumpulin uang untuk beli novel baru.

Dan sekarang dari sedikit referensi itu, aku mencoba mengikuti lomba cerpen duet di Diva press beberapa waktu lalu. Namun sayang, karyaku dengan @sufyanaa_ belum bisa diterima pihak divapress.

Sekarang, aku lagi mengajak seorang teman untuk menuliskan karyanya berupa cerpen, dan akan kita antar kepenerbit. Masalah diterima atau enggak itu urusan nanti. Yang terpenting buatku adalah, aku pernah mencoba untuk menulis sejarah tentang diriku sendiri meski itu gak menarik untuk orang disekitarku, tapi itu penting buatku.

Aku diajarkan untuk bersabar dalam menulis, bersabar menunggu keputusan penerbit, dan bersabar ketika naskah itu dinyatakan tidak lolos.

Semoga kalian para penulis diluar sana menerima setiap kritikan, cemoohan, dan tertawaan orang, yang menganggap kita tidak bisa apa – apa dengan menulis, dan jawablah “Iya, kapasitas memory otak kami tidak luas, jadi kami menuliskannya, sehingga suatu saat nanti, jika anak kami meminta kami bercerita tentang kisah kami masa muda, kami bisa membuka buku. Karena seiring berkurangnya usia,berkurang pula ngatan kami.”

Tetaplah berkarya teman – teman. Jangan pesimis meskipun naskahmu sudah pernah ditolak penerbit. Naskahku sendiri pernah ditolak 2 kali oleh penerbit, dan dari naskah yang ditolak tadi, aku edit lagi sesuai beberapa novel yang pernah kubaca untuk menjadi sesuatu yang lebih baik. Dan ingat naskahmu pasti ada jodohnya.

Karena ditolak satu penerbit, aku mengirimkan naskahku kepenerbit lain. Sekarang sih masih menunggu keputusan penerbit. Semoga di acc. amiin

wahyuyuwono

Advertisements

2 thoughts on “Bersabarlah

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s