Novel dan Film

Cinta. (Baca: cinta dengan titik)

Judul : Cinta. (Baca: cinta dengan titik)
Penulis : Bernard Batubara
Penerbit: Bukune
Harga : Rp. 50.000
ISBN : 602-220-109-8
Cetakan Pertama, Agustus 2013

Kenapa cinta membuatku mencintaimu,

ketika pada saat yang sama

kau mencintai orang yang bukan aku?

Ketika telah membuka hati

aku pun harus bersiap untuk kehilangan lagi.

 Apakah setelah cinta memang harus selalu ada

air mata dan luka hati.?

Kalau begitu bagaimana jika kita bicarakan satu hal saja

Cinta.

Tanpa ada yang lain setelahnya,

kita lihat kemana arahnya bermuara

gue pengen review sedikit tentang novel ini. novel yang buat gue melimpahkan emosi gue kedalamnya, terlebih saat disana ada namanya harapan yang digantung.

Gue benci harapan

Nessa Eswari Moe seorang wanita penyuka puisi, berniat menjadi editor yang tak ingin membuka lagi hatinya setelah masa lalu membuatnya membuang kunci gembok hatinya. Bukan hanya masalah itu, ia juga membenci pria karena ibunya, kecuali sang ayah.

Ibunya meninggalkan ayahnya karena pria lain, pria yang datang dikehidupan mereka bertiga. Dan semenjak itu ia membenci orang yang mengganggu didalam sebuah hubungan.

Ayah yang selalu ada untuknya, yang selalu berusaha membuatnya tertawa dengan candaan ringan dan segar. Dan ayah yang memaksanya untuk menikah, memaksanya untuk memiliki penjaga lain selain sang ayah.

Itu yang membuatnya harus berada didalam hubungan yang tak pernah ia inginkan. Atau bahkan sangat ia benci.

Menjadi orang ke tiga.

Menjadi orang ketiga itu pengganggu atau diganggu?

Ademas Kusuma Waluyo orang yang member harapan kepada Nessa atas nama cinta. Oh God, if love already talk about heart nobody can hold back

Meskipun ia merasa menjadi nomor satu diantara Demas dan Ivon tapi tak dapat dipungkiri ia kadang merasa orang kedua, terlebih ketika Demas mengangkat, atau membalas sms dari ivon. Hatinya ingin marah, tapi ia belum begitu berhak.

Belum waktunya.

Melihat Nessa yang selalu sendiri, hati sang ayah merasa iba. Ia yang sudah renta merasa tidak bisa lagi selalu menjaga Nessa yang semakin tumbuh dewasa. Nessa membutuhkan lebih dari sekedar sosok ayah. Nessa perlu pelindung yang bisa menjaganya ketika ayah sudah tiada.

Nessa dijodohkan.

Endru adalah anak dari teman ayahnya dulu. Dan baru baru ini mereka kembali dekat. Melihat temannya memiliki anak laki – laki, ayah berniat menjodohkannya dengan Nessa, mungkin ayah memang merasa Nessa sudah waktunya memiliki pelindung.

Perjodohan itu terjadi. Namun kedua belah piha tak menginginkannya. Sehingga Endru bebas bercengkrama dengan wanita mana saja, begitu juga Nessa.

Witing tresno jalaran soko kulino. Pertemuan mereka yang bisa terbilang sering akhirnya menumbuhkan cinta. Cinta yang memang harus diakui Endru.

Tapi sayangnya, Nessa tak memilih Endru untuk menjadi pendampingnya, ia masih memegang janji Demas yang akan memutuskan tunangannya. Ivon.

Entahlah. Mungkin ia bodoh. Tapi semua terselubung atas nama cinta.

Bian sahabat Nessa yang penampilannya selalu eksentrik, seperti artis hollywod, tapi kw. Pernah menjauhi Nessa, menjauhi Nessa karena Nessa tak mau memutuskan demas. Bian membenci Nessa yang mau hadir diantara hubungan orang lain.

6 bulan Demas di Australia menuruti permintaan Nessa. 6 bulan itu juga ia tak bisa melupakan Nessa. Dan setelah 6 bulan diaustralia ia kembali ke Yogya, menemui Nessa dan melamarnya. Ia telah menuruti keinginan Nessa yang menginginkan untuk pergi sejauh jauhnya dari Nessa, supaya bisa melupakan cinta itu. namun setelah 6 bulan itu, ia tak merasa secuil cintanya pupus untuk Nessa.

Ia menyayangi Nessa

Dan disaat yang hampir tidak jauh berbeda, Endru telah bersama wanita lain. Vina. Istrinya, dua bulan ia tak menghubungi Nessa, dua bulan itu adalah waktunya mempersiapkan pernikahan. Meskipun ia membenci ‘komitmen’ ia mau tidak mau memang harus memiliki pendamping dengan komitmen yang pasti.

Cinta. Baca cinta dengan titik

Advertisements

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s