Puisi Koplak

Hujan

aku ditemani ribuan air yang terbuang

menggenang, disela – sela dedaunan

mencoba meresap ke tanah hingga dalam

hadirkan cinta bagi beberapa orang

 

tubuhku mulai merasakan kedinginan karenanya

aku meringkuk didalam kamar, menatap kosong karah langit – langit kamar

jemariku mengetik setiap huruf dilayar handphone

tak tau apa yang tertulis disana

namun aku merindukan perjanjian itu

perjanjian yang pernah kita sepakati bersama

saat dimana hati kita sedang tak terluka

 

sekarang hati kita bukanlah hati yang dulu

hati kita lebih terdominasi luka, dan jera

mungkin kita butuh normalisasi, tapi tak tau bagaimana caranya

karena separuh hati kita telah menyatu, dan tak mungkin kita memisahkannya

itu hanya akan merusak tatanan, serta menghilangkan separuh hati kita

 

4 tahun bukan waktu yang singkat untuk hubungan yang dekat

meskipun kita jarang bersahabat, tapi rinduku padamu selalu masuk kelas berat

kita memang bukan sepasang petinju, tapi kita sepasang kekasih yang pernah menemui jalan buntu

tapi aku yakin kita bisa melewati, dengan komitmen yang pernah kita sepakati

jangan anggap itu bukan komitmen pasti, karena kita mengucapkannya dengan permintaan hati

 

Hujan

kenangan kita yang telah lalu

hadir kembali disini, di hati ini

aku mencintai mu Melly andriani

–WY–

Advertisements

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s