You are the Reason

Gue masih berada di minggu tenang sebelum UAS semester 2 ini. Terasa lama banget ya. Padahal saat gue kuliah seminggu itu terasa cepat banget. Masih 2 hari lagi menuju hari senin.

Hubungan gue sama Melly satu minggu ini terasa dekat banget. Setiap sore kita jogging bareng, kadang malamnya kita sama sama nonton dikos dia, dan kadang juga pergi makan malam bareng di pedagang makanan kaki lima.

Malam ini rencananya gue akan ngajak dia makan dia bakso kaki lima. Tapi kaki lima ini hanya namanya aja, pas gue masuk tempatnya udah mirip café. Rapi, bersih dan kursinya berkelas. Serta pembayarannya sudah seperti di mall.

‘Semoga aja duit gue cukup’ doa gue dalam hati

Setelah selesai nyetrika pakaian gue dan solat magrib, gue menuju kos Melly. Dan tidak lupa membawa dompet walau isinya sekarat. Demi pacar.

Sampe di kos Melly, ternyata Melly udah siap untuk menghabiskan malam ini dengan gue yang akan mengajaknya makan di bakso kaki lima. Jadinya setelah sampe disana gue langsung pergi lagi bareng Melly.

Ini yang gue senang kalo naik motor bareng Melly. Pelukan hangat Melly kepada gue bisa meredam dinginnya malam ini. Indahnya lampu jalanan malam semakin ngebuat perjalanan menuju bakso kaki lima menjadi makin hangat. Hangatnya udah mirip air untuk bikin mie rebus.

Dua lampu merah yang memberhentikan gue pun terasa berperan dalam menghadirkan suasana hangat malam ini. Oh bulan.. keluarlah, karena aku butuh dirimu unntuk melengkapi malam indah ini.

10 menit kemudian gue dan Melly menginjakkan kaki di café yang berpamflet ‘Bakso Kaki Lima’.

Melly mencari tempat duduk yang sekiranya pas untuk makan sambil menonton. Sementara gue memesan bakso yang telah disepakati bersama dengan Melly. Bakso urat. Emm.. yummy.

Udah hampir 4 bulan gue gak makan bakso. Karena gak ada teman yang mau diajak buat makan bakso, dan juga gue terlalu sibuk kuliah dan mengurus rumah yang bisa dibilang selalu kotor. Gue sapu hari ini besoknya udah banyak debu yang bertebaran di buku pelajaran gue.

Setelah memesan bakso, gue menuju kursi tempat Melly berada.

Dengan candaan kecil gue kepada Melly, meja tempat gue dan Melly ramai akan cekikikan kecil.

Melly jadi makin cantik hari ini. Dengan potongan rambut yang pendek, dia kelihatan lebih dewasa. Ternyata benar kata Bara di Radio Galau FM. ‘cewe yang rambutnya di cepol kecantikannya naik 10 kali lipat dari semula’.

Pendek namun masih berada dibawah bahu. Kalo pendek pas sebahu gue rasa dia gak cocok pake model rambut gaya tomboy. Ya karena Melly feminim tapi cerewet. Walaupun cerewet gue sayang dia.

Pesanan bakso tadi sudah landing di meja tempat kita berada.

Lalu kita menyantap bakso yang sudah menggoda buat disantap. Tontonan di tivi yang di pajang didinding juga memberikan peran yang berguna memperindah malam ini. Di global tv lagi ada film ‘Who Am I’ yang diperankan Jackie Chan.

Gue mulai becandain Melly dengan mengatakan ‘hai cepol ku’. Dan sesekali dia mencubit perut gue ketika sudah gak tahan dengan candaan gue. emm.. bahagianya.

Gue makan bakso dengan cabe tiga sendok makan, widih lidah gue udah ngerasa kepanasan. Dan gue ingat ‘apapun makanannya minumnya teh botol sosro’. Sementara Melly hanya satu sendok dan bagi gue kuah bakso dia hambar.

Didalam situasi makan kita banyak bercerita tentang kegiatan hari ini, baik yang lucu, menggelikan, dan mengesalkan. Gue ngerasa malam ini dengan disaksikan kursi kosong yang ada di tempat makan , dan helm gue yang ada di meja menjadi saksi bisu bahwa malam ini gue bahagia. Bahagia banget.

Acara makan malam pun usai dengan penghabisan air minum digelas Melly.

Lalu kita beranjak dari tempat duduk. Melly menuju motor dan gue menuju kasir untuk membayat makanan tadi.

v

Untung harga makanan disini lumayan kejangkau sama dompet gue. dompet yang isinya hanyalah tabungan selama seminggu yang bertujuan untuk ngajak Melly makan malam. Gue jadi rajin menabung setelah gue pacaran. Melly, you are the reason.

Selesai dari kasir gue akhirnya menuju motor diparkiran yang mana Melly sudah menunggu kedatangan gue.

‘hai sayang.. maaf lama’

‘iya gpp kok’ dengan senyum manisnya yang semakin ngebuat gue diabetes

Lalu kita beranjak meninggalkan Bakso Kaki Lima.

Lagi, lagi dan lagi. Pelukan hangat Melly di sepanjang jalan ngebuat perasaan dan raga gue hangat. Semilir angin yang dingin pun tidak terasa lagi.

Beberapa menit kemudian kita sudah sampai di kos Melly. karena belum terlalu larut malam. Gue duduk duduk dulu di teras kos Melly dan tentunya bareng Melly.

Kita kembali bercerita banyak tentang kegiatan kita namun kali ini ditemani dengan tontonan yang berbeda dengan yang kita tonton di Bakso Kaki Lima. Dan tidak bosan bosannya kita nonton Radio Galau FM.

Cubitan Melly semakin banyak bersarang diperut gue. mungkin besok paginya perut gue bakalan biru lebam. Sumpah dia gak ada rasa kasian sama gue. ini semua karena gue ejek dia dengan panggilan cepol. Liat aja hari berikutnya, pipinya bakalan gue cubitin.

Telah banyak perjuangan yang mungkin gue dan Melly lakuin demi hubungan ini. Perjuangan yang ngebuat kita masih bertahan selama 45 bulan. Walaupun ada kejadian dimana gue dan melly harus mengalami putus nyambung. Karena kelalaian gue.

Gue boleh jujur sebenarnya awal hubungan gue dan Melly terbentuk hanyalah sebagai pelarian semata. Waktu itu gue dan Melly sedang dalam keadaan putus dengan pacar. Dan kita sama sama butuh status supaya gak malu kepada mantan yang baru saja mutusin. Kita butuh status.

Namun dengan berjalannya waktu, gue dan Melly merasa cocok dan kita bertahan selama ini.

Sungguh begitu banyak perjuangan yang kita lakuin untuk mempertahankan hubungan ini. Perjuangan gue buat Melly, perjuangan Melly buat gue. cinta memang harus butuh perjuangan. Pahlawan aja berjuang demi negara karena cinta terhadap Negara.

Namun semua perjuangan itu hanya memiliki satu alasan. Yaitu demi kebahagian yang akan kita alami bersama nantinya.

Tapi semua hal yang gue lakuin untuk hubungan ini mungkin hanya Melly lah alasannya. Dia menjadi alasan pertama gue mau bertahan dengan hubungan ini.

v

Dia yang semakin hari semakin cantik. Walaupun dia sering mengatakan ‘aku jelek’, tapi gue yakin dia itu cantik banget. Mungkin dia bidadari yang lagi survey kebumi. Atau dia benar benar dikirim tuhan untuk gue. semoga aja.

Gak kerasa waktu udah menunjukkan waktu bahwa jam berkunjung dikos Melly telah usai. Omongan kita terhenti dengan beranjaknya gue dari kursi.

‘sayang.. udah malem, aku pulang ya’ gue pamit sama Melly

‘emm.. oh iya, yaudah deh sayang, hati hati ya’

‘iya sayang, makasih buat malam ini ya’

‘sama sama sayang’ lalu senyum, gue harus ke ugd nih karena diabetes mendadak.

Sepertinya kita pasangan yang ideal.

Melly cantik gue Jelek, Melly kurang pintar gue lebih pintar. Saling mengisi deh pokoknya.

Ya jadinya kalo gue jalan jalan sama Melly jelek gue sedikit terminimalisasi lah.

Gue menuju motor dan mulai beranjak dari ko Melly, sebelumnya Melly senyum sama gue waktu gue melambaikan tangan. Bener bener harus ke UGD gue.

Tapi kenapa rasanya kegiatan malam ini masih terngiang dikepala gue. kepala gue masih memutar kejadian dari perjalanan menuju Bakso Kaki Lima, sewaktu kita bercanda sambil menyantap bakso, dan saat kita bercanda di teras kos.

Walaupun gue udah nyampe rumah tapi rasanya bayangan Melly masih menemani gue. atau gue masih di kos Melly. enggak kok, gue memang udah dirumah, ini juga udah dikamar dan sambil tiduran memandangi langit langit kamar. Tapi pikiran gue masih bersama Melly.

Malam semakin larut, mata gue semakin sayu, dan pikiran gue semakin hanyut dengan keadaan malam ini yang begitu mendenyut di nadi gue. apa gue terlalu puitis ? iya.. gue memang menjadi puitis dengan satu alasan yaitu karena Melly.

Melly adalah satu satunya alasan gue bertahan dengan hubungan yang lama, satu satunya alasan gue untuk menabung, satu satunya alasan gue pergi sekolah atau ngampus lebih awal.

‘Begitu indah hari hari ku dengan mu sayang. Kau adalah inspirasi ku. Dan karena mu aku melakukan ini semua.’

‘you are the reason’ gue mengucapkan kata kata ini sambil berusaha memejamkan mata yang udah sangat sayu, gue berharap Melly hadir di mimpi gue malam ini karena gue ingin mengulang kejadian malam ini.

‘goodnight my sweetheart’ sms terakhir gue untuk Melly.

Semoga dia besok paginya akan ngebalas dengan jawaban ‘good morning my Apple in my eyes’.

 

Advertisements

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s