Serba - Serbi

Hujan Sore itu

Teng nong teng nong

Alarm di HP gue udah berbunyi bertanda dia mengatakan bahwa hari ini sudah harus memulai kegiatan yang baru. Walaupun hari ini adalah hari minggu, gue gak boleh malas malasan. Kalo kata mama gue ‘mau hari apa aja harus bisa semangat, sekalipun itu hari libur.’

Gue mencari HP yang berbunyi tadi. Merogoh kearah bawah bantal dalam keadaan mata masih redup seperti lampu5 watt. Saat sedang mencari cari dimana letak HP tadi gue mengucek ngucek mata yang berlumuran tai mata.

‘oh ternyata kamu disini’ gumam gue sembari mengambil hp yang terletak di sebelah bantal

‘kenapa gelap banget hari ini, masih subuh ya’ sambil melihat keluar dan saat itu memang mendung.

Gue beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk mencuci muka. Dengan jalan yang masih sempoyongan. Gak tau kenapa sepertinya tidur gue belum cukup. Padahal gue udah tidur jam 12 malam. Sesampainya dikamar mandi gue membasuh muka dan bergegas mengambil air wudhu untuk menunaikan shalat subuh. Dan kebetulan sekarang masih jam setengah 6 pagi.

‘hmmmm… segarnya’ gumam gue saat menghela napas.

Pikiran gue kembali tertuju kepada hp gue tadi. Ternyata belum ada sms dari Melly.

‘apa dia belum bangun ya’ pikir gue

‘gue bangunin ah’ lanjut gue lagi

Lalu gue menulis sms dengan pesan ‘haii matahari ku.. bangun dong biar hari ini gak mendung lagi. Hehe selamat pagi
sayaang’

Daripada gue nungguin balasan sms dari Melly yang entah kapan akan dia balas, lebih baik gue beresin dulu nih kasur yang udah berlumuran iler gue. lalu gue gebukin kasur dan bantal yang berbau aneh. Hari ini begitu dingin namun tetap menyejukkan. Mata gue masih ngantuk, gak tau kenapa hari ini gue pengen banget cuman tidur. Entah ini karena khayalan gue tadi malam atau memang gue lagi pengen males malesan.

Selimut mulai menggoda kaki gue, menarik nariknya dengan manja. Bantal mulai mengedipkan matanya kepada gue dan mengajak gue kembali kekasur. Dan jam dinding serasa berputar terbalik supaya gue kembali menikmati tidur malam tadi.

Kring kring

Handphone gue bunyi. Ternyata ada sms dari Melly.

Pesan Melly mengatakan ‘hehe selamat pagi juga sayang.. tumben cepat bangun? Biasanya jam 9’ dengan emot curiga dan seperti menggoda

‘aku kangen sama kamu ini, makanya cepet bangunnya, cuci muka sana terus terangi hari hari ku’ pesan gue

‘oke boss :P’ balasnya singkat dan disertai emot mengejek

Gue nyaman dekat Melly. Walau anaknya itu lumayan manja tapi terkadang dia lebih dewasa dari gue. tapi sekarang, saat dia jauh, gue ngerasa hari ini gue hanya pengen memimpikannya.

Jam di dinding ternyata tidak jadi berputar mundur. Mungkin tau kalau gue gak bakalan tergoda, sebenarnya gue udah sedikit tergoda. Dan pengen kembali bermimpi.

Gue pengen jadi seperti jam. Yang walau terkadang ada orang yang membencinya namun jarum jam tetap bergerak, banyak orang tidak memeperdulikannya tapi jarum jam tetap berputar, tapi setiap orang pasti membutuhkannya. Kapan pun dan dimanapun.

Gue melihat lagi keluar jendela, tenyata matahari sudah sedikit menampakkan dirinya yang sangat dibutuhkan orang banyak.

‘oh malam tadi begitu cepat berlalu’ gumam gue

‘lebih baik gue smsan aja sama Melly’ kata yg ada dipikiran gue saat itu

Lalu gue kembali berpikir dimana gue ngeletakin hp. Gue orangnya pelupa, tapi kalau soal uang dan pacar, gue gak bakalan lupa. Apalagi orang tua dan agama gak bakalan lupa gue. (iyekali)

‘sayang , kapan pulang kesini’ gue memulai pembicaraan di sms

‘bentar lagi, jam 8 aku berangkat dari sini’ balasnya

‘yess.. gitu dong hehe’

‘heh ? kenapa kamu ?’

‘seneng aja, kamu mau pulang cepat’

‘ah.. aku gak pulang lah :P’

‘gak pulang marah aku ni’

‘wekks gak takut, gak takut’

Melly ngegemesin banget disms. Ini pasti karena efek kangen gue yang terlalu dalam dan akhirnya gue terhanyut dengan obrolan dengan dia. Padahal gue rasa itu garing. Iya garing nidji maksudnya

‘sayang.. aku mau berangkat lagi nih, jemput aku nanti ya’

‘oke sayang’

Melly ke Pekanbaru naik travel. Itu semua karena dia belum boleh mengendarai motor. Bukan karena dia belum tujuh belas tahun. Tapi karena dia baru 18 tahun. (gak nyambung)

Kebiasaan males gue datang lagi.

Melly sedang dijalan dan sekarang gue bisa tidur, wkawaakka ketawa gue girang banget. Bukan girang nidji kok.
Dan akhirnya bantal mulai menari nari karena gue berhasil dia hasut. Mimpi gue dipagi ini begitu indah.

Ketika itu. Ketika kita berdua sedang mengelilingi kota. Kita begitu dekat. Kita tertawa bareng, bercanda dan sesekali mencubit karena ejekan kecil yang kita lakukan diatas motor.

Terlihat ada beberapa orang menjajakan aneka jajanan dan minuman dipinggir jalan.pandangan gue tertuju kepada pedagang es kelapa. Gue lagi nyidam es kelapa, tanpa pikir panjang gue ajak Melly ke pedagang yang menjajakan es kelapa itu.

‘pesan berapa mas’ Tanya penjual es kelapa

‘pesan 2 mas’ jawab gue

‘gulanya mau gula pasir apa gula merah’ tanyanya lagi

‘gula pasir aja mas, entar kalo gula merah saya bisa diabetes. Apalagi ada pacar saya disini’

‘lah apa hubungannya mas’

‘pacar saya kan manis mas, hehe’

‘haha .. mas bisa aja’

Sebelum sampai kursi yang gue tuju. Gue ngerasa perut gue sedikit sakit. Ternyata Melly nyubit gue sambil manyun.

‘kenapa sih sayang, ada apa ?’

‘malu tauuk digituin’ katanya sambil memanyunkan bibirnya

‘digituin gimana maksudnya’ gue pura pura bego

‘ya di gombalin tadi’

‘hehehe maaf sayang, jangan ngambek ah. Nanti gak manis lagi’

‘ha kan, huuh’ dengan sedikit kesal

Saat gue dan Melly sedang asiik menikmati es kelapa tiba tiba

Blaar blaar duaaaar cetaaaaarr membahana badai halilintar kompor meleduk

Tiba tiba petir menyambar nyambar dan awan putih yang tadi berjalan kini telah berubah warna. Dan sudah pasti ini akan hujan.

‘sayang gimana nih kita pulang’ ucap Melly dengan sedikit takut

‘mandi hujan dong’ jawab gue datar

‘hah? Mandi hujan. Kek anak kecil ah’

‘tapi kan seru, kapan lagi coba. Ya kan’ jelas gue

Sepertinya Melly bimbang dalam menentukan ajakan gue tadi. Tapi dengan senyum lebar dia mengatakan

‘ayoook’ sambil tertawa kecil

Lalu gue yang tadinya duduk, langsung beranjak ke penjual es kelapa dan membayar minuman kami tadi.

Disituasi ini kami berdua seperti pasangan tolol. Bermandi hujan ketika banyak orang lebih memilih untuk berhenti dan berteduh. Baik di teras gedung, halte dan tenda pedagang kaki lima. Tapi kami, malah menjadikan ini sebagai kesenangan.

Mandi hujan bareng pacar itu romantic. Dari yang sering gue tonton di tv. Orang pacaran terus mandi hujan di tv bukannya sedih malah ketawa ketawa. Kenapa gak gue coba, gitu kan. Ya walaupun besoknya flu.

Konyol emang. Tapi gue tetap ngelakuiinnya bareng Melly. dan kita happy, pake banget malahan.

Gue gak peduli apa kata orang yang mungkin bilang gue ‘pasangan gila, pasangan aneh, dan sok romantis’. Apapun itu gue gak peduli. Yang gue rasain hari ini dan di bawah deraian hujan ini gue bakal bilang ini adalah kebahagian yang banyak orang gak tau.

Ternyata kebahagian itu gak harus mahal ya. Bahagia itu sederhana. Gak harus ke mall dan menghabiskan uang demi pakaian yang baru, gak harus makan ditempat yang mahal, dan gak harus memiliki rumah yang mewah.
Mandi hujan, menikmati setiap tetesan hujan yang menyentuh wajah dan tubuh, tertawa bersama mereka orang orang yang kita sayang. Itu sudah membuat gue bahagia banget.

Hujan sore ini sungguh memeberikan kesan yang tak terlupakan bagi gue. gue melakukan hal konyol dan yang lebih konyol adalah gue ngelakuinnya bareng orang yang gue sayang. Entah apa yang ada dipikiran Melly sehingga dia mau meng-iyakan ajakan gue untuk mandi hujan. Atau mungkin karena dia belum mandi. Hehe

Gue dan Melly tertawa terbahak bahak diatas motor. Karena jalanan sepi ya kenapa enggak. Lagian juga gak ada polisi lalu lintas. Kita bahagia banget saat itu. Saat dimana tetesan dingin dari air hujan memandikan kita berdua.
Hujan mulai mereda. Namun gue bersedih. Karena gue masih mau bercanda di tengah derasnya hujan dengan orang yang gue sayang tanpa memperdulikan apa tanggapan orang terhadap tingkah gue.

Gue gak tau kapan gue akan menikmati dinginnya hujan dan hangatnya pelukan dari Melly lagi ketika kita sedang diatas motor. gue semakin tua dan akan menjadi semakin aneh jika gue ngelakuin tindakan itu dengan orang yang gue sayang diusia yang tua. Kalau gue bisa memundurkan waktu dan mengulang masa lalu ketika gue masih kanak kanak dan tidak mengenal cinta gue mau jadi anak kecil lagi. Tapi gue bukanlah dewa seperti yang dikatakan Armada band.

‘Oh hujan.. kenapa engkau berhenti begitu cepat’ gumam gue

Gue lihat Melly udah kedinginan karena basah kuyub sambil memeluk badannya yag sudah diselimuti handuknya. Mau meluk dia gak mungkin karena sekarang kita udah dirumahnya.

‘maaf sayang kamu jadi basah kuyub’ ucap gue lirih

‘gpp sayang, toh kita juga senang kan, hehe’ jawabnya sambil memeluk badannya sendiri dengan handuknya

Gue tersenyum lega dan berdoa semoga dia gak sakit.

Kring kring kiring..

Gue terbangun dari mimpi indah gue dipagi ini dengan hadirnya sms dari Melly. nih anak gak tau apa, gue lagi mimpiin dia.

Pesan dari Melly mengatakan bahwa dia sudah sampai. Dan gue langsung bersiap siap untuk menjemputnya. Tapi walaupun buru buru gue tetap gak lupa pake baju, gile banget sempat gue gak pake baju.

Sampai di tempat travel gue liat Melly udah kecapean. Gue samperin dan langsung gue anterin ke kosnya.

Gue orangnya cemburuan banget serta susah menyembunyikannya keinginan untuk marah. Dan disini ada sedikit masalah yang membuat gue tak bisa menahan marah dan rasa cemburu yang mulai menggerogoti perasaan ini.

Saat itu, saat gue megang hp dia. Rencana gue buat ngambil foto foto terbaru dia. Tapi yang gue temuin malah screenshot chatting dia dengan mantannya di blackberry messenger.

Hancur hati gue. gue pengen banget nyakar dinding, makan kawat, makan beling dan nyebur keempang. Apapun itu yang penting bisa ngebuat panasnya cemburu gue ini meredam. Masuk kulkas juga boleh

Kita pernah berjanji untuk melupakan masa lalu dan mencoba memulai lembaran baru yang mungkin akan menjadi selamanya dan abadi. Tapi kejadian ini ? seakan membuat gue untuk melanggarnya juga.

Gue pengen banget bales dendam sama dia. Dan ngelakuin hal yang sama.

Tapi … jika gue ngelakuin itu berarti gue lebih jahat dan lebih buruk ketimbang dia. Jadi gue harus apa ? gue bener bener salah tingkah dan rasanya pengen teriak. Tapi gue malu.

Gue bener bener gak tau apa sebenarnya yang Melly pikirin. Gue pernah bilang ‘boleh temenan sama cowo asal bukan mantan’. Gue takutnya clbk aja. Gue jadi susah napas karena cemburu ini nyesek banget didada gue. Apa kata dunia kalau dia clbk ? dunia akan bilang sama gue ‘kasian deh lo’

Masalah ini gue tanya sama Melly. Ya.. dia begitu gugup untuk menjawab pertanyaan gue. tingkahnya aneh, gerak gerik matanya liar, dan wajahnya tak menatap wajah gue. dia berubah. Tapi gak jadi power ranger.

‘huuuuh’ gue menghela nafas dan mencoba bersandar didinding teras kos dia. Gue berharap dinding kos itu akan mengatakan ‘aku masih disini untuk menerima keluhan dan sandaranmu teman’.

Gue gak tau harus ngapain dengan situasi ini. Gue mau ngebentak Melly, tapi gue belum berhak. Gue bukan suaminya. Gue beneran bingung. Gue sayang banget sama dia, tapi kalau dia seperti ini gue juga bisa jenuh.

Melly yang lagi dikursi yang ada diteras hanya menunduk dan matanya sudah berkaca kaca. Gue juga sudh susah untuk mengungkapkan perasaan gue. perasaan gue nyampur aduk . gue marah, cemburu, kesal, tapi gue juga gak mau kehilangan dia.

Gue liat di blackberry messengernya mereka memang chatting. dimulai dengan broadcast dan berakhir dengan chatting. Gue gak tau siapa yang bodoh disituasi ini. Melly atau mantannya. Sedangkan display name Melly adalah nama gue. kenapa cowo itu bisa tau. Memang sih display picture itu foto Melly.

Gue hanya baca sekilas percakapan mereka. Mantannya mencoba merayunya dengan kata ‘cantik kamu itu beda dari yang lain. Aku masih ingin mengulang masa lalu itu, andai itu bisa terjadi’.nih cowo bodohnya keterlaluan. Udah jelas melly udah punya cowo masih aja ngomong gitu. Gue masih galau.

Gue galau karena gue itu sebenarnya kurang apa ? gue memang gak kaya kaya banget. Gue memang gak tampan tampan banget. Tapi gue berusaha selalu ada buat dia. Apa ini kurang.

Melly mendekati gue dan berusaha menenangkan gue yang lagi marah sama dia.

‘sa.. sayang maafin aku. Aku salah’ ujarnya dalam keadaan sedikit menangis

‘kamu lupa janji kita’ tanya gue

‘aku ingat aku ingat kok’

‘terus kenapa gini’

‘ya aku cuma nganggap dia teman’

‘terserah’

Gue gak sanggup nanggapin dia hari ini. Gue bener bener gak sanggup. Gue memang sayang dia, gue gak mau kehilangan dia. Tapi apa dia harus giniin gue ?.

Gue beranjak dari lantai tempat gue terduduk, dan dari dinding tempat gue bersandar. Gue mencoba tegar dengan ujian ini. Gue mencoba memaafkan Melly tapi tidak hari ini.

Gue menuju motor gue yang terparkir diluar gerbang. Gue gak menoleh Melly ketika dia sedang menangis. Mungkin gue jahat, tapi gue juga masih punya hati dan masih bisa sakit. Gue juga manusia, bukan cuma rocker yang manusia. Lalu gue pergi tanpa melihatnya lagi.

Sore ini mendung. Gue seneng banget karena mungkin akan hujan. Gue pengen nangis dijalan dan ditemani hujan. Gue memang udah 18 tahun. Tapi gue kangen hujan, kangen moment masa lalu saat hujan turun, kangen keceriaan dibawah tetesan air hujan, dan kangen tampang kaget dan polos Melly ketika gue mengajaknya mandi hujan. Gue kangen semua itu.

Gue bener bener ga nyangka Melly gituin gue. gue masih mikir ‘gak mungkin, gak mungkin dia ngelakuin ini. Gue gak percaya’.

Setengah perjalanan sebelum sampai rumah gue, gue keujanan. Gue seneng banget. Gue bisa nangis sepanjang jalan tanpa harus malu orang akan melihatnya. Namun gue juga sedih karena hujan kali ini tak seindah hujan kemaren. Hujan kali ini 360 derajat berbeda dengan hujan masa lalu.

‘kapan? Kapan? Kapan kita akan mandi hujan lagi?.’ Kata ini yang gue tangisi selama diperjalanan.

Gue cowo yang lemah. Gue nangis,gue cengeng. Tapi gue bener gak bisa menahannya lagi. Nyesek, sakit dan pengap banget rasanya dada gue. Gue serasa asma mendadak padahal gue gak asma. Sepanjang jalan menuju rumah gue, hujan ini menyamarkan tangisan gue yang tersembunyi dibalik helm.

Kesetian gue mulai diuji. Gue pengen cerita cinta gue seperti cerita cinta di FTV. Masalahnya begitu mudah untuk diatasi, dan diperbaiki. Tapi itu hanyalah mimpi. Karena hidup gue bukan sandiwara yang mudah untuk ditukar.

Sesampainya dihalaman rumah gue. gue langsung membuka pintu lalu meneduhkan motor gue supaya gak terkena hujan.
Lalu gue mandi. Kata mama gue kalau siap keujanan langsung mandi biar gak pusing nantinya. Ya gue ikutin aja,namanya juga saran orang tua.

Gue lagi males ngeliatin hp. Gue yakin dihp itu hanya akan sms dari Melly yang minta maaf. Gak gue hiraukan sms itu, gue masih sakit, masih butuh kesendirian untuk menenangkan diri.Gak ada kerjaan yang kerjakan setelah gue mandi. Gue hanya tiduran sambil memeluk guling dan meperhatikan foto dia yang begitu gue sayangi. Tapi gue udah pake baju baru tiduran.

‘yaudahlah’ kata ini begitu saja terlontar dari mulut gue

Gue sadar. Gue memang posesif sama dia, mungkin dia memang memandang itu hanya sebagai pertemanan. Tapi bagi gue itu sudah menyakitkan hati kecil gue.

Dan yang terpenting hari ini adalah gue bisa merasakan dinginnya hujan. Walaupun ini sangat berbeda dengan masa lalu.

Yang mana disaat itu gue tertawa bersamanya namun sekarang gue menangis di bawah rintik hujan, disaat itu gue bahagia namun sekarang gue bersedih, saat itu gue merasakan hangatnya pelukan darinya namun sekarang pelukan itu tidak hadir menemani gue yang bermandikan hujan.

‘Semoga hujan hujan berikutnya adalah hujan bersamamu lagi sayang’ doa gue didalam selimut

Advertisements

Komen aja dulu, kali aja ntar ada yang stalking nama kamu

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s